Mendidik anak secara Islami

36 comments
Jam 3 dini hari, kajian tentang Tafsir Al Mishbah yang mengundang bintang tamu kelompok B3 (dulu AB Three) menurutku menarik sekali. Karena pertanyaannya seputar mendidik anak. Sebetulnya tidak jauh dari materi diklat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang pernah aku ikuti dulu. Tapi beneran, teori-teori tentang perkembangan anak oleh pakar orang barat yang bejibun bikin aku ngantuk :D.




Ada beberapa hal yang dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Misalnya Chyntia Lamusu bertanya: "Bagaimana bila kita bermaksud baik tapi disalah artikan oleh orang lain".  Jawab pak Quraish Shihab "Pernah waktu makan daging unta ada yang buang angin, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda supaya yang makan daging unta semua wudhu sebelum shalat". Maksudnya supaya yang buang angin tidak dipermalukan di acara itu.

Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikencingi oleh bayi, yang lalu direnggut kasar oleh ibunya karena malu. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "bajuku bisa dibersihkan dengan air, tapi apa yang bisa membersihkan kekeruhan pada hati bayi karena sikap kasar ibunya".

Saran-saran pak Quraish Shihab tentang mengdidik anak antara lain:
  1. Jangan membuat anak menjadi duplikasi orang tua, karena perkembangan zaman. Jangan disamakan cara mendidik jaman dahulu dengan jaman sekarang, itu namanya mendzalimi anak.
  2. Sebut anak dengan panggilan yang baik. jangan menghina anak karena itu menjadikan anak rendah diri.
  3. Beri pendidikan anak balita dalam permainan yang menyenangkan.
  4. Jangan  memberi tugas anak di luar kemampuannya.
  5. Jangan didik anak menjadi pembohong karena tekanan.
Itu antara lain yang aku tangkap. Menurutku sih sikap itu tidak hanya untuk anak saja tapi sebaiknya juga pada orang lain. Memang tidak mudah, karena beneran, dulu aku bikin blog ini niatnya awalnya untuk marah-marah, hahahaha (yang pernah baca sssssttt). Tapi pada perkembangannya aku mencoba belajar untuk tidak marah lagi walaupun kadang-kadang... uuuuhhhh... keceplosan juga deh.

Masih belajar untuk menjadi manusia berjiwa besar. Yang berusaha menyambung silaturahmi agar panjang umur dan banyak rejeki. Yang bisa selalu memaafkan orang lain, walau menyakiti hati sedalam apapun. Selalu tawakkal dengan berserah diri pada Allah setelah berikhtiar. Selalu bersyukur dan sabar.

Semoga di Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1433 H kita semua bisa menjadi manusia yang seperti terlahir kembali...

Baca juga Merubah perilaku negatif menjadi positif pada anak 

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

36 comments:

  1. anak ibarat lembaran kertas putih tanpa noda,
    apapun isi dari lembaran itu adalah tanggung jawab kita sebagai orang tuanya....bila mengisinya dengan kebaikan..maka alhamdulillah kebaikanlah yang didapat,
    dan bila mengisinya dengan keburukan maka keburukan pulalah yang didapat...:)
    Ramadhan sudah hampir berakhir, maka izinkanlah saya mengucapkan salam...
    Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin
    Semoga Allah menerima amalan-amalan yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga ALLAH menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan,
    Selamat Menyambut Dan Merayakan Hari Raya Idul Fitri,
    Mohon maaf lahir batin bila ada salah dan khilaf selama ini,
    Salam hangat dan hormat dari Makassar- Indonesia
    Wassalam

    ReplyDelete
  2. Sungguh lembut sekali teguran Rasull kepada sang ibu yang punya bayi ya? betul sekali! Kata2 tajam dari mulut akan sangat melukai seorang anak dan juga seseorang..

    Selamat Idul Fitri Mbak...Mohon maaf lahir dan batin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muslim yang baik memang hanya bicara dengan cara yang baik dan sikapnya lembut. Seharusnya sih... Mohon maaf lahir batin juga

      Delete
  3. eh btw kenalan dulu deh sebelum berkomentar lebih jauh :)

    ReplyDelete
  4. bukannya sunah rasul memperlakukan anak (mendidik) dapat berlaku di segala jaman?

    *hpku sudah bener mbak, no kontak hilang setelah hp di charge, sama karyawan SPG Nokia hpnya di setting pengaturan SIM-nya

    tahu gitu aku bisa sendiri deh

    ReplyDelete
  5. Salam Kenal Ya Mbak.
    Tiada pemberian terindah selain dimaafkan
    dan tiada perbuatan termulia selain memaafkan.

    Admin Blog Laurencius Mengucapkan :
    Selamat idul fitri 1433 H ya mbak, mohon maaf lahir dan bathin.

    ReplyDelete
  6. jika didikannya bener, semoga bisa melahirkan generasi yang selalu dijalanNya.. amin O:)

    ReplyDelete
  7. Sepuluh jari tersusun rapi, bunga melati pengharum hati, comen terkirim pengganti diri, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN di hari yang suci nan fitri ini saya selaku admin bisonl.info mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H, MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN bagi yang merayakan hari kemenangan

    ReplyDelete
  8. mengena sekali buat saya ni Mbak. makasih ya sharingnya. konstruktif sekali

    ReplyDelete
  9. Maaf Mbak, ikutan comment gak nyambung ya..

    Mengucapkan Selamat HAri Raya Idhul Fitri 1433 H dan mohon maaf lahir dan bathin.

    Paketannya sudah datang kook Mbak, pas saat saya siap2 berangkat mudik. DAn karena gak bisa ngasih tau via sms [maaf gak tau HPnya Mbak Ami], sekalian ini br bisa OL jd saya nulisnya di sini...

    Terima kasih Bnaget ya Mbak, semga bisnisnya sukses dan berkah:)

    ReplyDelete
  10. hadir lagi mencari ketupat lebaran :)

    ReplyDelete
  11. kebetulan anak saya banyak nih, bisa jadi referensi bagus saran dari bp Quraish shihab nya.
    tengkyu yah.
    salam sehat selalu dan sekaligus Mohon maaf lahir batin.

    ReplyDelete
  12. met Idul Fitri mbak..

    Minal aidzin wal faidzin.. mohon maaf lahir dan batin

    ReplyDelete
  13. Minal 'aidin wal faidzin, Mbak...
    Mohon maaf lahir batin eeeaaa.

    ReplyDelete
  14. mbaak maafkan daku yaa *cipika cipiki peyuk*

    aku ga pernah nonton Tafsir Al Misbah, jam 3 baru mulai nyiapin sahur sekaligus rampungin ql abis itu nonton Omar tapi setuju banget kalau saran diatas tidak hanya diaplikasikan kepada anak kecil tapi juga sama orang lain

    sekarang udah mulai berkurang kaann marah2nya?? ;)

    ReplyDelete
  15. wah, semoga banyak orang tua yang membaca ini ya mba...

    ReplyDelete
  16. askum mba tipsnya oke punya nih untuk bekal aku menempuh masa depan sebagai orang tua :D hai mba aku tia ini kunjungan 1 ku blognya inspiratif menurut ku :)

    ReplyDelete
  17. terima kasih sudah berbagi mbak, maaf lahir batin ya maaf baru bisa bekrunjung

    ReplyDelete
  18. Pendidikan Islami tentu berlandaskan kurikulum Allah yang telah dipraktekan Nabi SAW, para sahabatnya serta generasi terbaik Islam sehingga melahirkan manusia terbaik di seluruh jaman.
    Madrasah Nabi dengan akhlak Qur'annya mampu mewujudkan manusia yang berakhlak tinggi, selalu haus dg pengetahuan yg bermanfaat.
    Keteladan merupakan prinsip utama pendidikan Nabi, karena anak-anak lebih condong bersikap "mencontoh & meniru", tinggal nanti bila telah "baligh" dibangkitkan semangat berfikirnya sebagai upaya memaksimalkan kemampuan akalnya dan menjembatani "prilaku meniru yg baik" dengan akal aktifnya dalam segi kemanfaatan bagi dirinya dan orang di sekitarnya.

    ReplyDelete
  19. iya, terkadang anak gak suka kalo dibanding bandingkan dengan masa lalu orang tuanya.... malah bikin berontak dan ngambek


    salam kenal mbak :D

    ReplyDelete
  20. subhanaallah,,,, sepertinya bila kita memprioritaskan contoh dari kita selaku ortu akan sangat efektif itu mba/mas.... ^_^

    ReplyDelete
  21. Benar sekali, betapa penting memperhatikan ihwal mendidik anak ini ya, Mbak Ami.

    Ohya, mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya selama ini ya, Mbak, lahir dan batin....

    ReplyDelete
  22. mohon maaf lahir & batin ya :)

    ReplyDelete
  23. sangat terkesan dengan tulisan : Jangan membuat anak menjadi duplikasi orang tua, karena perkembangan zaman. Jangan disamakan cara mendidik jaman dahulu dengan jaman sekarang, itu namanya mendzalimi anak.

    lama tak berkunjung, cuma ingin mengucapkan
    Minal 'aidin wal faidzin
    Mohon maaf lahir batin

    ReplyDelete
  24. keluarga adalah pendidikan pertama yg menentukan anak,,, karna keluarga adalah cerminan bagi kelangsungan hidup anak... salam dari blog tetngga...

    ReplyDelete
  25. Postingan apik iki, matur nuwun pencerahane... Mendidik anak pancen gampang-gampang susah...

    ReplyDelete
  26. Anak adalah aset berharga yang harus dididik dengan benar, yaitu melalui pendidikan Islam yang Rahmatan lil alamin.

    ReplyDelete
  27. .... Jangan didik anak menjadi pembohong karena tekanan.
    setuju !

    ReplyDelete
  28. ada baiknya klo anak mulai didandani ala islami.

    butuh busana muslim anak termurah dan terlengkap bs menghubungi saya. thanks you

    ReplyDelete
  29. Terima kasih atas ilmunya. Sangat menginspirasi saya
    www.malangmediterania.com

    ReplyDelete