About Me

18 comments
Sebetulnya tadinya aku merasa agak rancu membahas tentang About Me dan Profile. Di Profile juga ada About Me, tapi ini adalah versi panjangnya. Lahir di Jogja, besar di Jogja. SD IKIP II Jogja, SMP 8 Jogja, SMA 3 Jogja, FMIPA UGM (malu deh kalo bilang jurusan Matematika program studi Ilmu Komputer, soalnya gak pernah bisa bener soal perhitungan integral dan diferensial. Juga sekarang gak tertarik ngutak-ngutik program. Yang penting nulisssss...)

Waktu kecil pernah kursus vokal, les piano (hanya sampai grade 1 saja), paduan suara dari TK sampai Universitas (beberapa kali keluar kota dengan tim Paduan Suara waktu SMP dan Universitas), ikutan tim Sofbol (klub Partha, Unit Sofbol Gadjah Mada, juga sering keluar kota sejak SMA apa main atau sekedar nonton).

Pernah jadi dosen di Institut Teknologi Indonesia, Serpong Tangerang, tinggalnya di Pamulang tapi jadi dosennya cuman sebentar. Pernah tinggal di Bogor dari tahun 2003-2009, ngapain ya... ntar ceritanya.

Pindah lagi ke Jogja dari Bogor Juli 2009 karena sakit berhari-hari gak jelas. Sekarang ini hanya bisa bilang, aku AMNESIA (cuman sebagian memori loh, gak semuanya) dari kejadian sebelum Juli 2009. Di Jogja aku bekerja sebagai guru playgrup, awalnya hanya bantuin aja sih, soalnya playgrup ini milik ibuku. Kepala sekolah pernah bilang suatu ketika aku akan bergabung sebagai pengurus yayasan yang diketuai Hanafi Rais ini (putra pak Amin Rais).

Di Jogja pas pertengahan 2009, lagi heboh acara reuni. Facebooklah yang membuat orang-orang bisa saling bertemu lagi. Sering banget ada acara makan-makan. Saking seringnya ikutan acara makan-makan, berat badanku sampai naik 10 kg.Soal Facebook ini, aku sudah membuat akun Facebook sejak akhir 2008 dengan niat baik. Ini aku tulis di postinganku berjudul Niat membuat akun Facebook untuk amar ma'ruf nahi munkar. Aku memutuskan hanya menulis hal-hal yang baik di Status dan Notes.Tapi tulisanku tentang Islam malah membuat risih teman-temanku, dan mereka banyak yang menasehati katanya kalo kalo bicara Islam akan dijauhi teman. Entahlah, aku gak peduli dengan saran-saran itu. Aku terus nulis dengan Islam dan akhirnya aku diblokir oleh sekelompok orang yang tadinya akrab.

Pemblokiran itu membuatku gemeteran berhari-hari, aku selalu beristighfar, dan akhirnya memutuskan membuat catatan tentang silaturahmi menurut ajaran Islam di internet. Dari penelaahan tentang silaturahmi akhirnya ketagihan mencari pemahaman ajaran Islam dimulai dari keyword (kata ustadzku yang di Bogor lulusan Al Azhar Kairo Mesir) "hidup mencari ridho Allah". Beberapa saat setelah menulis, aku dipinjami Macbook dari kakakku dan mendadak gunung Merapi meletus, aku terkurung di rumah selama 2 minggu. Yang aku lakukan hanyalah menulis terus. Blog aku tentang catatan untuk aku pahami sendiri ini adalah Mengharap Ridho Allah Semata.

Renungan tentang silaturahmi ini aku tulis di beberapa postinganku. Banyak manfaat dari menjalin silaturahmi dan banyak kerugian bila memutuskannya. Misalnya silaturahmi bisa membuat banyak rejeki dan panjang umur (menurutku panjang umur ini karena nama baiknya akan dikenang lebih lama, karena ajal manusia sudah ditentukan saat berumur 40 hari dalam kandungan seperti kutulis di postinganku berjudul Tidak bisa menghindar dari takdir Allah ). Tulisan tentang renungan silaturahmi ini ada di postinganku yaitu di Silaturahmi dan Bahaya memutuskan silaturahmi.

Blogger yang pertama aku kenal dan mensupport aku untuk menulis dengan bercerita adalah mas Darin, dan sobat bloggernya di twitter #bloggermalam kang Andi. Kang Andisakab ini rajin kopdar dengan kelompoknya di Kelompok Bloger Benteng Cisadane (jadi ngiri deh, belum nemu di Jogja kelompok bloger yang rajin melakukan kegiatan sosial).

Jadinya aku bikin lagi blog berjudul STAIRWAY TO HEAVEN ini, maksudnya pelan-pelan meniti tangga untuk belajar bagaimana agar bisa masuk surga. Templatenya gak macem-macem, ambil dari yang ditawarkan Blogger, ada jalan lurus dan gambar langit. Agar mengingatkanku tentang berusaha hidup di jalan lurus dan 7 langit yang nanti akan pecah saat hari akhir nanti. Cerita hari akhir ada di postinganku Gambaran setelah hari kiamat.

Aku banyak lupanya kejadian sebelum Juli 2009, aku baru bisa mengingatnya saat jariku mengetik di keyboard dan mengucap "laa haula wala quwwata illa billah" (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata). Ternyata aku punya anak di Bogor, cewek kembar identik lahir 2 Maret 2004!!! Aku pindah ke Jogja hanya istirahat karena aku sakit pikiranku gak nyambung sama fisikku. Saat Juli 2009 itu bapaknya anakku mengambil mereka saat aku tidur siang. Kemudian meneror aku dengan banyak SMS salah satunya menuliskan kira-kira gini "kamu tau yang disiram air keras di Surabaya itu, kamu berhak digituin". Jadi sekarang aku di Jogja sedang menyelamatkan diri...

Bulan November 2010 aku sempat menemui anakku, tapi mereka sudah canggung sama ibunya, aku. Cerita ini aku tulis di postinganku berjudul Bogor dan penyambungan tali silaturahmi. Dan ternyata bapaknya keluar dari pekerjaannya, tidak punya uang cukup untuk membiayai anak-anaknya jadi diasuh dan dibiayai neneknya. Keluarga besar ini tidak merasa nyaman dengan kehadiranku, jadi mereka marah padaku lewat telpon dan suratku ke sana dikembalikan dengan catatan tidak dikenal.

Saat ini aku sudah merasa nyaman di Jogja, punya banyak waktu untuk diri sendiri yang dulu terlupakan. Dunia begitu indah, jadi blogger sangat membahagiakan hatiku aku tulis di postinganku berjudul Jadi blogger mencerahkan duniaku. Akhir-akhir ini aku banyak bersyukur, bisa menikmati hal-hal yang aku sukai dalam hidupku. Ini juga aku tulis di postinganku berjudul Makanan terenak, baju ternyaman dan jiwa terbaik. Di tulisanku ini, cara bersyukur adalah dengan memperbaiki ibadah pada Allah dan memperbanyak sedekah dengan ikhlas.

Soal anak-anakku, kalo disuruh berpikir keras, aku sulit membayangkan, semua hanya muncul di tulisan di blog ini. Anak-anakku ini aku titipkan pada Allah, dan mereka selalu ada dalam do'a-do'aku. Pada saat yang tepat aku akan menemui mereka lagi.

Banyak fenomena alam yang aku merasa oleh Allah itu ditujukan padaku. Yah, namanya juga merasa, rasanya begitu menusuk hatiku, Allah seperti menunjukkan bahwa bila berusaha mendekatkan diri pada Allah maka Allah akan selalu bersama kita. Misalnya begitu aku mulai menulis, Merapi meletus. Setelah itu debu Merapi sampai ke Bogor, ada di postinganku berjudul Bisikan Merapi untuk Safira dan Safitri. Atau ada Crop Circle yang diakui oleh mahasiswa FMIPA UGM jurusan Matematika ini ada di postinganku berjudul FMIPA UGM mendadak tenar sesaat gara-gara Crop Circle.Perasaan ini hanya aku pribadi yang merasakan, aku merasa tersanjung banget...

Di blog ini, aku banyak menulis renungan untuk diriku sendiri. Bila memang memungkinkan aku akan menulis ayat Al Qur'an dan hadits di tulisanku. Ini karena aku berusaha untuk menyampaikan walau satu ayat. Penjelasan tentang ini ada postinganku berjudul Sampaikan walau satu ayat. Ada juga renungan tentang kematian, di postinganku berjudul Jika aku mati ikhlaskan aku dengan senyuman dan saat ajal menjemput khusnul khotimah atau su'ul khotimah. Di postingan ini aku menceritakan bahwa seseorang bisa saja di mata manusia melakukan amalan penghuni surga ternyata saat di akhirat malah menjadi penghuni neraka, dan sebaliknya. Karena amalan itu dilihat dari penutupannya. Selain itu taubat bila dilakukan saat nyawa di kerongkongan tidak akan diterima Allah.

Harapanku yah, blog ini bisa meramaikan dunia persilatan, eh perblogingan. Aku sering membayangkan aku adalah pendekar blogger, yang menulis di blog dengan komputer tapi bayangan di belakangnya membawa LIGHTSABER dan bendera Islam (ketauan nih, penggemar Star Wars). Dan sebagai pendekar blogger aku akan selalu belajar, mengasah ilmu juga berusaha mengamalkan sebaik-baiknya. May Allah be with you...


Allah berfirman
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al Baqarah : 277)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

18 comments:

  1. Wah panjang lika-liku kehidupanmu yah Mi, tapi selalu saja dibalik apapun kejadian pasti tersembunyi hikmah yang luar biasa.

    Ini nih, postingan yang sedari pagi saya klik tapi nggak muncul linknya kemana..

    ReplyDelete
  2. @ Gaphe. Awalnya berusaha sabar penuh kebingungan. Sekarang sih banyak bersyukur. Kalo ke Jogja kabar-kabari ya, bikin acara kopdar. Moga-moga Huda Tula juga gak kapok ketemu aku, hehehe...

    ReplyDelete
  3. hidup yang complicatedseperti di novel ya. semoga happy ending dengan ridha Allah. amin :)

    ReplyDelete
  4. Salam persahabatan.
    Mari ramaikan dunia maya dengan hal-hal positif.

    ReplyDelete
  5. @ M Mursyid, salam persahabatan kembali

    ReplyDelete
  6. Loh? masa saya kapok ketemu. kemarin itu kan singkat banget mb. ngiranya mau ngobrol-ngobrol dulu. tapi memang saat itu cuaca tidak mendukung ya?

    oh ya, soal amnesia itu, biasanya kan amnesia juga bisa disebabkan oleh pengalaman traumatis. (setahu saya si begitu/tahunya juga dari film) Jadinya , memori di otak itu otomatis memblokir ingatan kita, kalau pengalamannya ekstrim.

    kok ane jadi sok tahu gini yak....
    Semoga Safira dan Safitri selalu berada dalam lindunganNya

    amiin.

    ReplyDelete
  7. amin,,,,
    salam ya mbak buat dedek2nya :D

    ReplyDelete
  8. wah, komplit amat about me nya...
    semoga blogmu makin sukses ya...
    dah aku follow balik tuh

    ReplyDelete
  9. sebuah 0perjalanan hidup yang panjang.
    semoga selalu dalam lindungan Allah SWT

    lha aku dulu di Pogung Baru ngekos
    aku follow juga

    ReplyDelete
  10. semoga semakin dimudahkan dalam segala urusan. Hanya sabar dan shalat sebagai penolong. Insya Allah

    ReplyDelete
  11. Mbk Ami, aku terharu baca tulisannya, apalagi ttg amnesia dan anak2 mbk. Yang sabar ya mbk:)

    Thanks udah difollow, aku follow balik no.36.

    Salam dari palembang. ^_^

    ReplyDelete
  12. wahahah kalo ini panjang banget dah
    dibikin laman aja mbak, home, profil, contact

    ReplyDelete
  13. iya nih. kang darin ngilang perasaan ada yang kurang. menjadi blogger berarti membagi sepenggal kisahnya kepada sahabat hampir sama seperti curhat jika sudah di keluarkan unek2nya perasaan tenang akan datang biasanya.

    yuk mari meramaikan dunia persilatan haha

    ReplyDelete
  14. tak kusangka ternyata Mbak ini pencinta Star Wars...salam dari dark side :D

    ReplyDelete