Orang terzalimi tapi sabar disayang Allah

3 Comments

Dalam kondisi terzalimi itu adalah situasi yang paling tidak mengenakkan. Kemampuan untuk mengelola perasaan saat terzalimi itu memang tidak mudah. Kalo manusia tidak beriman, tidak bisa mengontrol hawa nafsu akan membalas dendam dengan cara yang menyakitkan pada musuhnya.

Salah satu cara untuk menyakiti musuhnya adalah dengan menumbalkan musuhnya sehingga mendapat kekayaan. Berarti berurusan dengan dukun minta bantuan jin jahat, dan ini perbuatan syrik, gak peduli dukunnya meyakinkan kalo tidak syrik.

Ada juga yang meneror. Aku pernah diteror kalimat-kalimat kasar oleh seorang yang dulu membuat bisnis online, modal kecil tapi hasil dahsyat katanya. Sampe orangnya nekat jadi stalker, ngajak kenalan seseorang yang aku kenal baik, tanya soal situasiku.  Blogger-blogger banyak yang marah sama dia soalnya banyak nulis komen di postingan gak jauh dengan kalimat "ngapain curhat gak jelas di blog mendingan gabung bisnis online sama saya".  Dan di blogku menyempatkan diri komentar dengan kaliamat yang paling kasar yang dia paling bisa pikirkan, mending gak usah ditulis di sini. Kalo mau googling pake namaku, ada tuh blognya dengan judul namaku :D . Tapi berhubung aku meyakini yang memfitnah mengambil dosa yang difitnah jadi walau awalnya kaget, endingnya bersyukur gitu, apalagi blogger-blogger lain tidak ada yang percaya pada tulisannya.

Ada juga orang lain di facebook yang statusnya khusus digunakan untuk meneror aku. Seluruh statusnya ditujukan kepadaku, menyebut namaku segala. Sampai menulis dengan kalimat "kamu tidak akan mencium bau surga". Atau ini "pahala ibadah umrohmu hangus soalnya kamu menulis cerita umrohmu di blog". Ini orang mengaku sudah ikut tasawuf, melampaui batas syariat, dan hakekat sehingga sudah mencapai batas ma'rifat. Setauku tidak sholat, puasa, atau qurban, sibuk berdzikir dan sholawat over dosis yang tidak ada sunnahnya. Dengan berdzikir dan shalawat dia masuk ke alam gaib yang di situ ketemu wali Allah (katanya). Kalimat-kalimat sok "bijak" tentang Islam yang kacau balau yang dia dapat di alam gaib dijadikan status di facebook. Sangat mencurigakan, orang mengaku ma'rifat kok status di facebook meneror aku.

Tentunya semua orang pernah merasakan dizalimi. Semakin aku belajar Islam, yang menzalimi juga mengaku paham Islam. Bahkan mengaku sering khatam Qur'an berkali-kali dan hafal banyak hadits.

Sangat tidak enak dizalimi tuh, rasanya kayak dicium dementor, makhluk penghisap kebahagiaan yang muncul di novel Harry Potter. Kalo tidak kuat, ya urat syarafnya putus gak nyambung lagi, tempatnya di rumah sakit jiwa.

Allah itu memberi keuntungan bagi orang terzalimi. Bila tetap sabar, tempatnya akan berakhir di surga. Hanya orang beriman dan bertakwa yang benar-benar bisa sabar. Kalo perlu kejahatan dibalas dengan kebaikan. Sudah pernah menonton film "99 cahaya Islam di Eropa"? Saat dikata-katain bule di sebuah kafe, teman Hanum, Fatma malah mentraktir bule yang jelek-jelekin Islam. Sebagai muslim sebaiknya kita membalas kejahatan dengan kebaikan.

Tapi kalo bisa ya jangan dizalimi terus-terusan ya... Allah berfirman bahwa manusia bertakwa mendapat jalan keluar tak terduga dan rejeki tak disangka. Bila mencoba terus beriman dan bertakwa, hidup akan dimudahkan dan penzaliman itu tidak akan membuat dunia runtuh tetap tenang tetap bisa mengambil hikmah dan selalu bersyukur.

Aku ingin bisa membalas kejahatan dengan kebaikan, tapi dalam kasusku aku diteror sama orang yang mengaku sudah ma'rifat itu akan menyiram mukaku dengan air keras, jadinya milih mundur menjauh deh, bisanya mendo'akan supaya kembali ke jalan yang benar.

Jadi orang sabar saat terzalimi memang benar-benar tidak mudah. Tapi bagi yang beriman pasti akan berusaha agar selalu sabar dan ikhtiar...

Amy

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

3 comments:

  1. di hari jumat yang berkah. semoga yang menzalimi di buka pintu tobatnya.. dan yang terzalimi disabarkan hatinya.. Tapi orang terzalimi do'anya kan cepat terkabul ya..?

    ReplyDelete
  2. Terkadang kita juga nggak merasa kalau terzhalimi .... lho ... malah parahnya lagi, kita menzhalimi diri sendiri.... ckck. Sabar. Berdoa dan minta petunjuk. Sukses mbak ratna.

    ReplyDelete
  3. Sharing di sini bersama saya ya dan jangan meninggalkan spoiler :)

    ReplyDelete