Sanggupkah jadi pahlawan?

9 comments
Kata pahlawan sepertinya maknanya tinggi banget ya. Sampe ada istilah pahlawan kesiangan, dateng pas huru hara sudah lewat trus petantang petenteng ngaku-ngaku dia pahlawannya.

Waktu dengerin ceramah di masjid, pembicara aja ngaku belum sanggup jadi pahlawan untuk menikahi PSK yang bertaubat. Dan sungguh, aku juga pernah ngerasa gagal jadi pahlawan saat ada temenku cowok yang gak pernah shalat memutuskan untuk bertaubat. Temenku ini mengatakan dia mau menjalankan shalat, ternyata belakangan dia menunda niat taubatnya. Memilih menjauh dariku dan berteman dengan teman lain yang suka hura-hura dan mengatakan ke temen-temenku kalo dia sudah jijai sama aku. Gak mudah untuk jadi pahlawan, apalagi untuk meluruskan niat orang yang taubatnya setengah-setengah. Ternyata belakangan aku dimusuhi sama banyak orang, yang dulu temen-temen deketku. Duuuuh... masa lalu yang menyakitkan, aku hanya bisa mendoakan semoga mereka ditunjukkan oleh Allah ke jalan yang lurus.

Waktu aku tinggal di Bogor, tahun 2007 kalo tidak salah, ada reuni SMP yang diselenggarakan oleh kapolresta Bogor yang dulu kakak kelasku waktu SMP. Acaranya reuninya di restoran kompleks tas Tajur, Katulampa, Bogor. Ada kakak kelas SMP yang ternyata mengenal baik keluarga Sudirman 56 Bogor, karena rumahnya di Bogor gak jauh dari daerah Air Mancur Bogor. Anak-anakku sekarang tinggal di sana dan aku kesulitan menemui mereka. Mereka diambil tanpa ijinku, saat aku bobok siang.

Kakak kelas ini waktu kecilnya tinggal di Jogja, saat ketemu aku di reuni dia bilang ke aku kalo aku ada masalah supaya menghubungi dia. Hari ini pas liburan dia ada di Jogja, aku coba mengontak dia, dan dia menjawab lagi sibuk banget. Yaaah... ternyata dulu itu dia menawarkan hanya basa-basi aja... nyatanya saat aku menagih janji soal dia mau membantuku, dia tidak ada waktu buatku. Jadi ingat komentar status Facebookku dari sobat blogger Yanti di Padang yang menulis "Berharaplah pada Allah, kamu tidak akan menyesal. Karena berharap dari manusia kamu akan menyesal".

Menurut Islam, menyambung silaturahmi itu derajat paling tinggi adalah mempersatukan hubungan keluarga yang terputus. Yang bisa menyambung silaturahmi dengan derajat paling tinggi ini maka pahalanya sangat besar, selain itu juga mendapat rahmat dari Allah dan akan diberi banyak rejeki. Seorang muslim yang baik, bila mencari keridhaan Allah maka akan selalu menghindari permusuhan, banyak berbuat kebaikan dan selalu berusaha memperbaiki ibadah.

Bagaimana kalo kita dimusuhi orang? Ya liat-liat orangnya, kalo dia orang baik pasti mau memaafkan dan intropeksi. Kalo dia ternyata punya ego tinggi, menganggap dirinya orang baik tapi tidak mau dikritik, lebih baik kita menghindari orang seperti itu. Itu sudah menunjukkan ciri-ciri dia lebih suka berteman dengan setan yang membisikkan kata-kata untuk saling bermusuhan. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda Allah mempercepat azab dunia dan akhirat bagi orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.

Jadi pahlawan memang tidak mudah. Bukan kita yang menyebut kita sendiri pahlawan, tapi orang lain yang mengerti. Selain itu para pahlawan yang berjuang untuk menegakkan kebenaran Islam, mereka tidak menginginkan untuk dikubur di taman makam pahlawan. Mereka hanya ingin berada di tempat terbaik setelah meninggal nanti, yaitu di sisi Allah subhanahu wata 'ala...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

9 comments:

  1. kalau saya cenderung menghindari aja mbak tapi enggak memutus silaturrahim.

    berupaya menjadi seorang pahalawan, meski hasilnya gagal. Saya pikir orang itu juga layak di sebut pahlawan

    ReplyDelete
  2. Saya tidak tertarik jadi pahlawan, saya sih ingin hidup biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  3. pahlawan itu bukan cita cita
    orang yang pengen jadi pahlawan justru tak pantas menyandangnya

    ReplyDelete
  4. sebenernya bukan tujuan utama kan, menjadi pahlawan itu..

    kalo emang niatnya ikhlas dan bener2 karena Alloh, kayaknya status pahlawan hanya bonus aja.

    yang penting bagaimana tetep berharap pada Alloh aja

    ReplyDelete
  5. Saya sedang belajar lagi Mbak, belajar menyambung tali silaturrahmi dengan siapa saja. Berharap bisa mendapat berkahnya.

    Tentang pahlawan, memang bukan sesuatu yang mudah untuk menjadi seorang pahlawan. Tapi bukan berarti tidak bisa. Tapi, semoga bukan gelarnya yang kita kejar.

    Salam hangat Mbak Ami,,

    ReplyDelete
  6. assalamualaikum mba..
    judulnya berat nama yanti disinggung :)) heheheh
    berusaha mba nyerukan kebaikan buat orang terdekat dulu.. ^__^ barakalloh fi 'umrik mba

    ReplyDelete