Reality show Uya Kuya, ketawa aja deh

7 comments
Gini lho, tulisan yang kemarin aku masih belum baca referensi search di Google. Sekarang mau mencoba jelaskan. Awal reality show dibuat, itu masih idealis, banyak kejadian nyata ada korban yang kaget karena dibuntutin. Setelah mulai kejar tayang, akhirnya menggunakan aktor dan skrip.

Proses hipnotis yang dilakukan Uya Kuya, hanya kru yang tau. Bisa jadi Uya bisa menghipnotis, tapi karena kejar tayang dilakukan pake aktor dan skrip. Apa gak bikin ketawa tuh (bukan ketawa menghina loh, cuman nyengir dikit) MUI bikin fatwa haram, apa MUI sudah melakukan riset mendalam di belakang layar acara Uya Emang Kuya?

Sekali-sekali ngeliat juga gak papa, siapa tau setelah itu kita belajar untuk jujur. Kalo gak suka gak usah dilihat. Itu aja deh, ketawa aja gak usah marah-marah. Percaya deh, suatu saat juga akan ada pembahasan masalah hipnotis yang lebih lengkap dan tulisan kejujuran tentang acara di belakang layar Uya Kuya...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

7 comments:

  1. lagian acara seperti ini kan tujuannya menghibur. kalo nggak suka dan nggak merasa terhibur tinggal pindah channel atau matikan tv. beres..

    terkadang orang suka mempermasalahkan hal-hal kecil, tapi hal yang besar dibiarkan begitu saja.. pura-pura nggak tau atau bener-bener nggak tau, entahlah..

    ReplyDelete
  2. Fatwa menurut saya semacam sebuah rekomendasi bagi kita tentang sebuah permasalahan.

    Ibarat seorang yang lebih tua atau lebih tahu dari kita sedang memberikan sebuah petunjuk.

    Lucunya juga kadang orang-orang yang menyikapi sebuah fatwa juga berlebihan kok, seakan mereka juga tahu alasan dari sebuah fatwa itu dikeluarkan. Jadi menurut saya fatwa bukan untuk diperangi, tapi dijadikan sebuah panduan bagi kita untuk bersikap.. dan segala keputusan ada di tangan kita senidiri.

    acara Uya Kuya? ehm enggak deh.. hati nurani saya mengatakan, engak manfaat acara itu

    ReplyDelete
  3. Sering juga nonton reality show uya kuya itu ketika di indonesia. Ketawa-ketawa juga. Miris-miris juga pas mendengar ada rahasia-rahasia ya kebongkar ke umum... :D

    ReplyDelete
  4. Saya jarang banget nonton tipi Mbak. Tapi pernah kok liat acara Uya emang Kuya. Waktu itu tempat syuting (lokasinya) di kota sendiri (jember), jadi ngakak terus.

    Nggak sepakatnya, kalo acara senada, membicarakan aib orang lain.

    Salam hangat Mbak;

    ReplyDelete
  5. Hmm..
    Saya memang agak no comment soal fatwa MUI soal acaranya si Uya Kuya.
    Tapi bener sih mbak, boleh jadi acara itu udah ada skenarionya.
    Hm, jadi penasaran saya >.<

    ReplyDelete
  6. Kalau acara Uya Kuya aku masih suka deh, lagian emang lucu kok, gak kayak semacam Termehek2 yang aneh luar biasa sekarang.
    Lagian kita udah sama2 tahu kok kalau mereka emang dibayar buat acting di sana :D

    ReplyDelete
  7. berhubung saya nggak ada tipi, kayaknya jadi aman-aman aja sih jarang nontonin. tapi dulu emang pernah nonton dan keliatan banget pake script, masa iya orang jawa medhok ngomongnya pake gue-gue elu elu, kan lucu tuh.. keliatan banget nggak biasa pake bahasa itu.

    tapi yaa emang semua dikembalikan ke penonton mau nyimpulin kayak gimana. apakah mau ditipu, atau nggak?.. terserah penontoon...

    ReplyDelete