Istilah cinta yang salah kaprah

21 comments
Tadinya aku ingin menggugat istilah cinta yang salah kaprah dengan marah-marah alias penuh emosi negatif. Setelah minum teh hangat, kok jadinya ingin menulis dengan perspektif berbeda.

Inspirasi bisa datang dari emosi negatif. Kayak lagunya D' Massive "kau hancurkan aku dengan sikapmu, tak sadarkah kau telah menyakitiku. Lelah hati ini meyakinkanmu, cinta ini membunuhku". Lalu yang mengalami kesedihan karena cinta ikut menyanyikan lagu ini.

Para sufi mengatakan hindari cinta dunia. Waduuuh... Aku sendiri ngerasa pusing ngebaca tulisan para sufi ini. Pembahasannya bikin pusing, ngebahas roh segala. Tapi ustad di Bogor tempat aku belajar Islam dulu mencoba hati-hati menerjemahkan tentang sufi ini, sebetulnya inti pembahasannya adalah pembersihan qolbu, atau menghilangkan emosi negatif di tubuh kita, yang terakhir bahasanya terapis hipnoterapi.

Kalo lagi susah kehilangan sesuatu, kita berusaha menghibur diri, dengan mengatakan semua hanya titipan. Setelah dapat banyak hal, lupa tentang itu. Mau nerima kenyataan gak, bahwa hidup itu hanya ngontrak, umur kita sudah ditulis saat kita masih di dalam kandungan ibu. Saat kita lahir, banyak malaikat mendampingi, tapi saat aqil baligh, hanya malaikat penghitung amalan baik dan buruk yang tinggal. Malaikat pembawa rahmat hanya mendekati kelompok yang mengingat Allah dan berbagi ilmu.

Cinta dunia itu cinta posesif, merasa semua hak milik, lupa hanya titipan jadi boleh berbuat semena-mena. Hatinya nangis sambil nyanyi lagu Posesifnya Naif "Mengapaaa aku begini. Jangan kau mempertanyakan. Bila ku mati, kau juga mati".

Seorang cowok yang sudah nembak cewek dan diiyakan menganggap cewek itu miliknya, sori ya... Sebetul beluuum. Kecuali hubungan yang sudah dipersatukan oleh Allah, itupun bukan hak milik, tapi amanat yang harus dijaga sebaik-baiknya dengan penuh kasih sayang.

Cinta dunia itu semu. Cinta murni adalah cinta yang disertai tanggung jawab. Kita di dunia hanyalah kontraktor, alias ngontrak belaka. Siapa bilang kalo jatuh cinta dunia milik berdua yang lain ngontrak.

Cinta itu paling utama ditujukan pada Allah dan Rasul Allah. Cinta yang lain hanyalah masalah hormon saja yang bikin semua begitu indah, entah bisa bertahan lama atau tidak bergantung perawatannya.

Tapi cinta memang rasanya begitu indah, seperti nikmatnya efek teh manis hangat yang barusan aku minum. Apakah aku cinta dengan teh manis hangat? Enggak, biasanya pagi-pagi aku minum jus, besok aku sudah lupakan teh manis hangat...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

21 comments:

  1. kalo menurut saya ada satu tingkatan perasaan yg lebih tinggi dari sekedar cinta ... aku menyebutnya KEMAHABAHAN PADA SANG PENCIPTA ....

    berbicara masalah teh, adduh jadi pingin ngteh..hihihhahahaha

    ReplyDelete
  2. Hehe iya. Wajar saja kalau tumbuh sebuah rasa cinta #uhuk
    Dan setuju, kalau belum menikah, dan masih sebatas pacar, ceweknya belum menjadi milik :p

    ReplyDelete
  3. saya suka analoginya. cinta duniawi itu seperti cinta kita ke teh manis hangat yang diminum saat sarapan. tidak perlu substansi, tidak perlu tanggung jawab, dan tidak perlu abadi.

    ReplyDelete
  4. Ada musik yang baik untuk di dengar, sebaliknya musik yang justru menjerumuskan... alias jadi tambah lebay mbak, kalau ndengerin ^^


    memangnya buku yang mbak baca tentang Sufi td apa judul bukunya mbak?

    ReplyDelete
  5. Sebelum ke masjid mammpir kesini dulu,,,hehehehe cinta duniawi memang bisa menjadikan mudarat, lebih cinta dunia melupakan akhirat, wah ini yang bahaya,,,,,hehehe

    ReplyDelete
  6. "kecewalah engkau bila berharap pada manusia dan dunia, tapi berharaplah hanya pada Allah dan akhirat saja,maka kau tak akan kecewa" ^^

    ini kemaren yanti denger di radio mba ^____^

    ReplyDelete
  7. asswrwb, cinta adalah hal indah karunia dariNYA yg mesti kita jaga....^_^...

    ReplyDelete
  8. Ajaran para sufi itu mengajarkan kita agar bisa ber"Zuhud"..tapi ingat "zuhud" disisini bukan kita garus meninggalkankan dunia (harta) tapi dengan harta itu kita bisa berbuat baik,,,hehehe

    ReplyDelete
  9. mmmm..

    #makasih sharenya mbak, jadi berfikir panjang#

    ReplyDelete
  10. Kebetulan abis buka post di kaskus, suami yg curhat masalah pernikahannya, bicara soal pertikaian suami istri

    sepertinya kesabaran kedua belah pihak akan terus diuji dalam menjalin suatu hubungan

    ReplyDelete
  11. Susunan karakter huruf menggoreskan hati hingga miris.

    Biarkan hidup dan cinta berjalan seperti air. Yang penting tetap semangat.

    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  12. Karena itulah ada istilah kita cinta istri, suami, anak keluarga karena Allah ya mbak :D

    ReplyDelete
  13. aku kalo denger kata cinta
    ga pernah mikir kemana mana
    cuma ingin kembali muda lagi aja...

    ReplyDelete
  14. cinta paling tinggi derajatnya memang hanya untukk DIA Sang Maha Pencipta.

    kalo untuk yang lain, apalagi lawan jenis... hehehe... *nyengir

    ReplyDelete
  15. aku setuju sm pendpt mb, 'kalo udh nikah baru tuh bisa dbilang sudh memiliki, itupun juga amanah namanya. *anggukangguk*
    cinta allah-lah yg sejti
    =)

    ReplyDelete
  16. Tulisannya bisa jadi pencerahan nih mbak, setidaknya membuka mata banyak orang tentang cinta, ada banyak sudut pandang mendefinisikan cinta ya..

    salam..

    ReplyDelete
  17. entahlah mba,
    chika masih belajar menemukan cinta yang sbenarnya...
    apalagi diri ini masih terlalu naif :(

    ReplyDelete
  18. smoga kita tak terkecoh akan cinta di dunia.
    salam

    ReplyDelete
  19. cinta ke manusia sangat mudah datang, dan juga pergi. mencintai tuhan itu susah tercipta, tapi sekali cinta maka akan susah juga menghapus rasa cinta kepada Tuhan itu

    ReplyDelete
  20. cinta kepada manusia ibarat memetik bunga mawar... harumnya kita dapati, tapi tak terelakkan juga dengan tusukan durinya...

    ReplyDelete