Bantuan dari langit

18 comments
Bicara masalah teror, di salah satu postingan lamaku, kemarin ada komentar "mampus aje lu", aku hapus karena di belakangnya nyebut alat kelamin laki-laki. Banyak yang gak suka sama aku, terus terang aku gak tau kenapa. Mereka-mereka yang nitip pesen aneh-aneh lewat sobatku, contohnya ada yang mau menuntut aku ke pengadilan dengan alasan perbuatan tidak menyenangkan, gak cuman satu, ada banyak dengan versi lain-lain.

Dulu banyak SMS teror dari Bogor, sudah aku hapus karena aku memutuskan untuk memaafkan dan melupakan. Tapi beberapa saksi pernah membacanya. Efeknya, seorang temen SMP setelah baca SMS teror, orangnya bukan menghiburku malah menghilang tanpa sebab, dan rentetan kejadian yang membuatku males ikutan reuni SMP lagi. Aku malah bersyukur, karena tidak diajaki kegiatan oleh temen-temen SMP angkatanku yang berlebihan membuatku lebih khusyuk beribadah saat bulan Ramadhan. Abis emang kalo ngumpul kurang kerjaan banget, dari buka bersama sampe sahur, gak tau ngobrolin apa aja.

Tentang diteror, aku bukan apa-apanya dibanding pak Amien Rais. Saat suatu rezim berkuasa dan pak Amien bicara vokal, ada ancaman pembunuh misterius (petrus) mau membunuh beliau.
Tadi ada cerita dari salah seorang tim sukses pak Amien Rais saat dulu mencalonkan diri menjadi presiden RI. Akhirnya walau batal jadi presiden RI, pak Amien sempat jadi ketua MPR, dan menurunkan salah satu presiden yang terkesan tidak serius menangani negara ini. Pendukung, sekali lagi hanya sekelompok pendukung presiden yang tidak serius ini sempat bertindak anarkis dengan menyatakan Amien Rais halal darahnya. Keimanan kuat akan datangnya bantuan dari Allah bila kita ikhlas yang membuat pak Amien bertahan hidup membaktikan pikiran beliau untuk bangsa dan negara ini sampai saat ini.

Sekarang, kantor pak Amien yang dulu untuk mengumpulkan para sahabat dengan keberanian dan kepandaian untuk memikirkan nasib bangsa ini digunakan oleh putranya Hanafi Rais. Lokasi kantornya di depan rumahku, kalo mau mempublish tulisanku untuk blog di hape aku suka mampir ke sana. Hanafi Rais sekarang sedang mencalonkan diri menjadi walikota kodya Yogyakarta.

Biarpun aku dalam kondisi diteror alhamdulillah gak begitu peduli lagi. Allah memberi bantuan kepadaku melalui sobat-sobat baru atau lama yang berkenan membantu dengan do'a, support, dana atau banyak lagi.

Aku aku berharap yang tanpa teror, hanya karena pikiran dan batin tidak klop supaya bisa tenang. Relaksasi, dan banyak berdoa hanya itu yang bisa aku sarankan. Yakinlah Allah akan memberi bantuan untuk membuat hati tenang.

Saling mendoakan ya, semoga kita semua diberi kesabaran untuk mengatasi masalah, bisa melepas energi negatif, bisa menghilangkan emosi negatif (sedih, marah, dll) dengan banyak memasukkan emosi positif (bersyukur, memaafkan, tersenyum, murah hati, dll)...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

18 comments:

  1. ikut meng-amini doanya mbak ...

    ReplyDelete
  2. Amin yang sabar ya Kak,.mereka yg menteror karena mereka tdk tau,.

    ReplyDelete
  3. Masih ada saja kelakuan orang kerjaan seperti itu, semoga saja cepat dibukakan mata hatinya& buat mak semoga semakin sabar menghadap[i semuanya

    ReplyDelete
  4. anggap aja ujian kali Mi, jangan terpengaruh kalo emang yang kamu lakuin on the right track.

    sorry baru mampir dimari lagi.. *sok sibuk*

    ReplyDelete
  5. amiiin...semoga teror-teror itu bukan jadi melemahkan, justru kian menguatkan...

    ReplyDelete
  6. sabar wae bu...
    resiko orang hidup yo emang gitu
    dinikmati saja lah...
    terpisah dri anak, aku juga merasakan sendiri kok rasane piye...

    ReplyDelete
  7. Setuju dengan komentar mas gaphe diatas. Anggap aja ujian mbak. Melatih kesabaran. Hitung2 buat bekal puasa nanti :p

    ReplyDelete
  8. berdoa dan saling mendoakan bisa mmeberikan sedikit ketenangan mbak,

    ReplyDelete
  9. @ Sofyan, pelajaran sabar yang luar biasa. Dari sering pingsan jadi ingin selalu bersyukur

    ReplyDelete
  10. @ Bayoe, baik-baik saja kok di Jogja. Belum pernah merasa hidup sebaik inihidup sebaik ini

    ReplyDelete
  11. @ Gaphe, dulu bingung emang. Sekarang udah mantap... Semoga Allah selalu menunjukkan jalan lurus buatku

    ReplyDelete
  12. @ Rawins, sebetulnya aku amnesia. Jadi rasanya biasa-biasa aja, hepi2 aja di Jogja. Mau mati juga gak ada tanggungan, gak peduli. Entah ya, aneh kali, tapi rasanya emang gitu2 aja di Jogja. Mau mati juga gak ada tanggungan, gak peduli. Entah ya, aneh kali, tapi rasanya emang gitu

    ReplyDelete
  13. Saling mendoakan ya, semoga kita semua diberi kesabaran untuk mengatasi masalah, bisa melepas energi negatif, bisa menghilangkan emosi negatif (sedih, marah, dll) dengan banyak memasukkan emosi positif (bersyukur, memaafkan, tersenyum, murah hati, dll).... aku setuju sekali, mbak....

    semoga mbak Ami diberi kekuatan oleh Nya... dalam menjalani ujian yang diberikan Nya...

    ReplyDelete
  14. Saleum
    diteror itu sangat meresahkan hati, tapi syukurlah sahabat bisa tenang dan senantiasa berserah diri pada Allah. semoga Allah senantiasa melindungimu sahabat
    saleum dmilano

    ReplyDelete
  15. Sabar ya mbak
    Orang baik selalu banyak tantangannya

    ReplyDelete
  16. itu jaman smpnya mbak ini waktu jamannya petrus taun 80an ya?

    ReplyDelete