Dedikasi

Blog ini awalnya adalah catatan tentang Islam untuk diriku sendiri. Saran dari seorang blogger senior supaya menuliskan dalam bentuk cerita agar mudah dibaca orang lain.

Saat Merapi meletus, dan abunya ditiup sampai ke Bogor, aku yang suka nulis gak pake mikir, nulis tentang anak kembar di Bogor bernama Safira dan Safitri. Juli 2009 aku ke Jogja membawa Safira dan Safitri karena sakit yang susah dijelaskan. Penggambarannya adalah lemah fisik dan mental, dan aku barusan ingat, waktu di Depok sebelum berangkat ke Jogja ditemui ayahnya Safira dan Safitri aku histeris.

Beberapa hari setelah di Jogja, ayahnya Safira dan Saftri memutuskan menyatakan perpisahan, dan dia berbohong katanya Safira dan Safitri tidak dibawa ke Bogor nyatanya diam-diam diajak pas aku bobok siang. Setelah itu hapeku penuh dengan teror SMS isinya ayah Safira dan Safitri mau membunuhku. Lucunya setelah itu menyatakan mau mensucikan hati. Dia punya indra ke-6, mengaku bisa melihat aura, masa lalu, masa depan, pernah ketemu beberapa Wali. Hobinya nongkrong di kebun raya Bogor saat tengah malam untuk memasuki istana Pajajaran yang menghilang ke alam gaib.

Bahasa ayahnya Safira dan Safitri menggunakan istilah Islam yang dulu aku belum paham. Banyak ngomongin hal yang supra natural. Bagi orang yang selama hidup tidak pernah mengenal gaib itu membuatku melongo saja. Bahkan dia selalu bicara masalah surga, yang berhak ke sana adalah orang dengan keimanan tinggi. Orang dengan keimanan tinggi diberi keajaiban oleh Allah untuk melakukan apa saja.

Setelah aku banyak membaca referensi, kemampuan gak masuk akal yang dilakukan manusia, belum tentu merupakan anugerah Allah. Allah memang akan memberi keajaiban pada manusia yang beriman saat terdesak. Ingat kan saat Nabi Musa 'alaihi sallam dikerubungi ular, walau sebetulnya hatinya takut, didampingi Nabi Harun 'alaihi sallam, tongkat Nabi Musa 'alaihi sallam dilepaskan menjadi ular besar yang memakan semua ular kecil-kecil. Kekuatan dari Allah akan meluluh lantakkan kekuatan jahat manusia yang tidak beriman.

Kekuatan supra natural jahat akan bisa dikalahkan oleh kekuatan dari Allah azza wa jalla.

Saat ini, Safira dan Safitri diasuh oleh neneknya, yang dipanggil bu Haji oleh para tetangga. Sudah pernah aku ingatkan bahwa memutuskan silaturahmi ibu dan anak itu berarti berbuat kerusakan menurut Al Qur'an. Tapi bu Haji ini tetap lantang keukeuh menyatakan beliau lebih berhak mengasuh Safira dan Safitri. Alasannya ayahnya sedang dalam kondisi tidak punya kemampuan membiayai anaknya, jadi beliau merasa lebih berhak mengganti posisi ayahnya dibanding ibu kandungnya.Menurut Al Qur'an, manusia yang tidak mau menuruti ayat Al Qur'an adalah manusia yang ingkar. Manusia yang ingkar ini diberi kemenangan pada awalnya, sepertinya kebaikan buat mereka, padahal itu hanyalah ditangguhkan saja. Dosa mereka akan semakin ditumpuk, dan kelak mereka akan semakin dihinakan menjelang kematian, sesudah kematian, terlebih lagi sesudah hari akhir.

Jadinya, blog ini aku dedikasikan untuk perjuanganku ketemu Safira dan Safitri. Kalo pihak Sudirman 56 Bogor masih bersikap memutus kontak aku dengan Safira dan Safitri, aku hanya bisa bilang, rugi banget. Soalnya menurut ajaran Islam menyambung silaturahmi akan memperbanyak rejeki. Sebaliknya memutus silaturahmi akan dipercepat azab dunia dan akherat. Itu adalah janji Allah...

Semoga aku, juga keluarga Sudirman 56 Bogor, ditunjukkan ke jalan yang benar...

* tulisan tentang anak-anakku ada di label Safira dan Safitri *
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home