Kecerdasan IQ, EQ dan SQ

21 comments
Waktu aku SMA, temen kakakku yang di fakultas Psikologi UGM memberiku tes IQ, Intelligence Quotient. Seingatku sih semua lancar, apalagi bentuk puzzle aku bisa nyatuin cepet banget gak mikir. Agak kesulitan di angka, apalagi disuruh nyebutin kebalik. Aku gak tau berapa IQ aku, aku gak gitu peduli.

Tahun akhir 90an mulai membaca pembahasan EQ, Emotional Quotient. EQ adalah masalah pengelolaan emosi, bisa dibilang bahwa orang dengan EQ tinggi dari penelitian akan lebih sukses secara materi. Karena mereka tidak mudah emosi, guncang sedikit trus kontrol emosi lagi. Orang yang bisa kontrol emosi biasanya intuisi lebih tajam, pikiran lebih jernih. Juga tidak lapar mata, ngeliat makanan enak ato baju bagus mereka bisa ngerem, lebih suka ditabung untuk keperluan lain.

Ada lanjutannya lagi yaitu SQ, Spiritual Quotient. Aku menggambarkan orang dengan SQ tinggi bergabung menjadi tim yang menulis buku The Secret, dengan teori Law of Attraction yang terkenal itu. Dikatakan oleh salah satu penulis di situ, spiritual berkaitan dengan alam semesta. Memahami SEHARUSNYA manusia merawat bumi ini, bukan merusaknya. Juga saling menolong dan menyayangi sesama manusia. Bahkan selalu berprasangka baik, bahwa semua kebaikan ada balasan berlipat. Melepas kerjaan dengan bos galak tanpa sakit hati malah berterima kasih pada Tuhan akan mempercepat mendapat pekerjaan yang lebih baik dan cocok.

Trus, apa efeknya semua ini buat aku ya. Tentunya supaya aku tau latar belakang penjelasan tentang IQ, EQ dan SQ. Ada hal lebih penting bagi kaum muslim. Kalo ada anak lahir, laki-laki didoakan jadi anak sholeh, perempuan didoakan jadi anak sholehah. Kalo sudah dewasa, bisa mikir sendiri masih berniat jadi orang sholeh ato sholehah gak???
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

21 comments:

  1. hehehe aku bingung sendiri..... IQ, SQ, EQ menurutku satu kesatuan yang semuanya butuh keseimbangan dalam menjalankannya...

    Ya harapan Anak2 kita nanti masih konsekuen lah dengan doa kita

    ReplyDelete
  2. seingatku aku pernah ikut tes IQ dan EQ

    kalau SQ belum pernah ikut tesnya

    ReplyDelete
  3. yang penting semuanya seimbang, antara SQ iQ dan EQ. kalo nggak salah ada lagi tapi saya lupa apaan..

    ReplyDelete
  4. IQ tinggi tidak diimbangi EQ percuma, jadinya nggak peka sama lingkungan. sak penake dhewe. suka menyakiti hati orang, wooh malah curhat mbak >.<

    ReplyDelete
  5. inti dari komentar di atas semua sama dengan saya bahwa menjaga dan menjadikan keseimbangan antara ketiga unsur yang dimaksud, Insya Alloh menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa dengan segala keshalihan hidupnya

    ReplyDelete
  6. selama ini orang beranggapan kesuksesan seorang hanya di dukung IQ, maka banyak orang beramai hanya mempersiapan IQ nya saja, hingga mengabaikan EQ bahkan SQ... sehingga saat ini banyak kita melihat ketidakpedulian orang terhadap sesama, mengabaikan sang pencipta (Allah SWT). Sehingga tak heran alam kita menjadi sangat parah rusak oleh prilaku itu

    ReplyDelete
  7. EQ gw pasti jelek bangettt... soalnya gampang ileran sih.... hahahahha

    ReplyDelete
  8. @ Dedi, ijin menyimak silakan. lebih baik daripada NICE POST

    ReplyDelete
  9. @ Cay's, jadi orang sholeh itu sudah mencakup semuanya IQ, EQ, SQ. Islam mengajarkan untuk membaca dari ayat pertama yang turun Iqro'. Menahan diri dengan hidup sederhana, puasa. Dan menjalankan ibadah untuk mendekat pada Allah, sedekah kepada orang lain.

    Ada kecenderungan manusia itu malas, marah. tergesa-gesa. Yang mau melatih diri supaya tinggi IQ, EQ, dan SQ itulah manusia yang berkualitas. Dan tetap tangguh biarpun dikeroyok komentar orang-orang yang seenaknya sendiri...

    ReplyDelete
  10. @ r10, aku malah gak tau IQ, EQku berapa... eh siapa tau ntar ada yang ngajakin aku tes, heheheh... emang sepenting apa sih hasil tes IQ? Buat bangga-banggaan?

    ReplyDelete
  11. @ Gaphe, ESQ kali ya. Trus ada seminar ESQ 561, mahal juga, sampe jutaan. Katanya banyak yang menangis, trus dapat pencerahan. Kalo ada yang ngebayarin... mikir juga, mending mentahannya, hehehe...

    ReplyDelete
  12. @ Ajeng, santai saja sih Jeng sama orang kayak gitu. Kalo kita lebih paham EQ, ya mereka berarti belum cerdas EQnya. Dan itu tidak berkaitan dengan umur, jabatan, pendidikan, dan lainnya. Bisa jadi kita lebih tinggi EQnya dibandingkan atasan kita, ya mesti sabar. Emang enak punya bos yang seenaknya bersikap sama kita. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya

    ReplyDelete
  13. @ Pakies, orang shalih sudah mencakup semuanya, dan Insya Allah selamat dunia akhirat

    ReplyDelete
  14. @ mbak Sukma, setan berkeliaran, dan hanya yang beriman yang tidak tergoda... hubungannya sama IQ, EQ, SQ, orang yang keimanannya kuat Insya Allah tingkat IQ, EQ, dan SQnya tinggi

    ReplyDelete
  15. @ Noeel, yaa... kita semua belajar, aku juga. Aku suka marah-marah trus tak hapus postinganku, hehehe... belajar untuk menulis lebih baik * tosss

    ReplyDelete
  16. Iya secara ilmu psikologi terdikhotomi jadi 3 unsur tersebut, namun dalam Al Qur'an tatanan suatu wujud keshalihan diri itu tercakup dalam ketiganya.

    Psikologi Islam dalam Qur'an jauh lebih lengkap dari yang kita bayangkan.
    Semoga kita bisa menjadi generasi Robbani yang memiliki IQ, EQ, SQ yang mumpuni.

    Pembahasan psikologi mbak Ami bagus dah lebih mengarah ke religi.

    ReplyDelete
  17. @ Iffa, ma kasih atas tambahannya

    ReplyDelete
  18. Masih berniat mbak! Banget malah. Tapi gak cuma niat aja, perlahan2 saya mulai belajar untuk menjadi anak soleh, hehe :p

    ReplyDelete
  19. Kalau test IQ saya sudah pernah. Beberapa kali malahan. Pertama waktu penjurusan di SMA. Yang kedua dst waktu kerja. Pertama waktu ngelamar dan yang kedua waktu promosi naik jabatan.

    Kalau EQ dan SQ belum pernah. Kalau kedua yang terakhir (EQ dan SQ) sepertinya juga berhubungan dengan faktor kematangan jiwa dan seiring dengan bertambahnya usia sepertinya akan meningkat. Benar?

    ReplyDelete