Habis gelap terbitlah terang

20 comments
Judul di atas adalah judul buku karangan RA Kartini. Lagu berjudul Ibu Kita Kartini suka diplesetkan jadi guyonan "siapa nama asli RA Kartini", dan jawabannya "Harum".

Aku rasa Ibu Kartini adalah seorang yang jenius, intuisinya tinggi, uneg-unegnya banyak. Nyatanya beliau menjadikan kumpulan surat-surat kepada sahabatnya dijadiin buku. Barangkali kalo beliau hidup di jaman sekarang beliau sudah jadi blogger kayak aku, hehehe. (Toss dong bu Kartini...).

Banyak informasi masuk ke otak beliau. Dan kegelisahan beliau paling dalam adalah ingin agar wanita Indonesia bisa sekolah pada masa beliau dimana saat itu wanita tidak boleh sekolah. Setelah wanita Indonesia sekolah tinggi, apa yang terjadi? Banyak dari mereka melupakan kodratnya. Lebih mementingkan karir mereka dibandingin yang lain. Sekarang pertanyaannya andai ada wanita yang jenius terus diberi kepercayaan dari suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk tanggung jawab yang besar? Kalo mengabaikan amanat ntar salah juga.

Apapun yang terjadi, mengejar karir itu tidak akan pernah ada habisnya. Karir berkaitan dengan gaji, emang ada orang mau memegang tanggung jawab besar tanpa gaji tinggi? Ibu Kartini kalo hidup di jaman sekarang kayaknya juga akan banyak menuangkan uneg-uneg lagi. Kartini jaman sekarang bukanlah seorang wanita dengan jabatan atau pendidikan tinggi. Tapi Kartini adalah seorang yang mau membuat perubahan, memikirkan kaum yang kekurangan agar mendapat kesempatan hidup lebih baik.

Aku kayak dibisiki ibu Kartini nih, biarpun jaman sudah modern, wanita sudah bisa mencapai karir dan jabatan tinggi, tapi tetaplah supaya memiliki sisi kemanusiaan. Jangan hanya memikirkan baju bagus, mobil keren, rumah mewah saja, banyak hal yang bisa dilakukan untuk merubah kesempatan hidup bagi yang kurang beruntung.

Karena Ibu Kartini waktunya terbatas, beliau mohon pamit. Begitulah jadi blogger, bebas bercerita, termasuk berimajinasi ngobrol dengan Ibu Kartini...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

20 comments:

  1. kalo menurutku sih yang penting seimbang mbak... bolehlah wanita berkarir, setara, atau bahkan lebih dari pria... yang penting ga lupa ama kodratnya...
    :)

    ReplyDelete
  2. from Mundi :
    mbak...wanita jaman sekarang memang sudah tak sama dengan jaman dulu... mereka cenderung lebih suka bekerja mengejar karier daripada menjadi ibu rumah tangga...

    ReplyDelete
  3. Ini membuktikan untuk menjadi Ibu / wanita harus mempunyai potensi yang sama dengan pria. dan tak melupakan kodratnya, karena disitulah lahan amal dan pintu surga yg akan di tujunya

    ReplyDelete
  4. hehehe dapet penerawangan sama ibu Kartini ya Mi?.. ckckck.. jadi bahan tulisan keren juga.

    sip, wanita sekarang banyak yang kebablasan menyalah artikan tentang emansipasi dan kesetaraan gender.. padahal maksud bu kartini dulu bukan kayak gitu kaan..

    ReplyDelete
  5. Maaf aku telat heheee.... abis nyuci2 dulu hehehe aku simak dulu ya hehee

    ReplyDelete
  6. asswrwb.. malah jmn sekaranga para pria banyak yg lebih salut dg wanita yg punya karir cemerlang di atas mereka, kl ga ada ibu Kartini kayaknya ga mungkin terjadi..hehe. Tetapi hakekat sebenarnya seorng wanita tentulah karir cemerlangnya hrs di rumah, yg di kantor ga usah kebablasanlah...yg wajar saja. Di rumah oka, di kantor jg ok, hrs seimbang^_^

    ReplyDelete
  7. hey kawan...salam kunjungan pagi ini semangat ngeblog....

    ReplyDelete
  8. dalam hidup harus menganut yang namanya habis gelap terbitlah terang tutup rapat2 masa lalu yang suram bukalah lembaran baru yang lebih baik dan nyenangkan

    ReplyDelete
  9. yarp yarp yarp..
    Sep dah, asal jangan jadi 'mbak toyib' yang gak pulang2, karena ngantor melulu. Hehe.

    ReplyDelete
  10. banyak wanita yang menyalahartikan perjuangan kartini
    lalu aku memerangi wanita-wanita itu demi kelurusan maksud dari kartini
    #sokpahlawan #ngomongopo :D

    ReplyDelete
  11. seperti peran ganda wanita, sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga yang keduanya perlu sebuah keseimbangan agar tercapai prestasi pribadi dan prestasi keluarga.

    ReplyDelete
  12. sebenernya sah saja wanita berkarir .. tapi harus inget denan kewajibannya ya ..
    hehehe .. salam buat Ibu Kartini :)

    ReplyDelete
  13. whoaaaaaa......... anyone call me?
    NAMA SAYA KARTINI LOH. hehehe salam kenal yah!

    kalo mau, silakan follow juga blog saya.. *promosi terselubung

    ReplyDelete
  14. Kartini sekarang justru dari yang kurang mampu menjadi mampu. Yang mampu sudah pada silau,

    ReplyDelete
  15. saya agak khawatir kartini malah sedih kalau lihat perempuan sekarang.

    ReplyDelete
  16. go modern kartini go... hehe...

    ReplyDelete
  17. Hahahhaha,
    ga ke bayang deh bu guru,
    klo ibu kartini ngeBlog,,

    kayaknya semua wanita indonesia punya kejeniusan sperti Ibu kartini, tapi bagaimana untuk mengeksploitasinya...

    klo zaman udah maju kyak sekarang, pastinya caranya ga sm lagi kyak dulu.. berbeda zaman, berbeda pula kepentingannya

    ReplyDelete