Lebih penting mana positive feeling dibanding positive thinking

30 comments
Tulisan di atas pernah ditulis oleh mas Darin (Darinholic.com) sebagai status Facebooknya. Tapi karena kesibukannya, sekarang mas Darin jarang menulis lagi. Aku tulis di sini soalnya aku mendengar suara kegelisahan seorang sahabatku. Coba dia ada gak jauh dari Jogja, udah kudatangi, kuajak relaksasi apa maunya yang dia cocok. Mau lari keliling lapangan sepakbola, ke waterboom, nongkrong di pantai dengerin debur ombak, atau ngeliat gunung sambil pake jaket melawan hawa dingin di lereng gunung.

Mas Darin udah lama jadi blogger, aku banyak nanya ke dia waktu aku baru aja bikin blog, Oktober 2010. Dia udah ngebaca tulisanku soal gelombang alpha, tapi dia baru nulis tentang quantum ikhlas di blognya tahun 2011 ini. Ternyata alam bawah sadar itu mengatur hidup kita 88 persen, sedang pikiran kita hanya 12 persen. Begitu penjelasan mas Darin, mengutip buku Quantum Ikhlas.

Jadi yang berusaha berpikir positif (coba deh definisikan berpikir positif itu apa), ngeliat segala sesuatu secara positif. Jangan menyerah (itu lagunya D' Massive) adalah contoh berpikir positif. Tapi ternyata gak boleh ada kata negatif, seharusnya tetap berjuang. Duuuuh bingung aku supaya mikir positif yang baik dan benar itu gimana.

Kalo berperasaan positif itu apa? Ternyata saat badan kita rileks, pikiran kita tenang menghadapi segala sesuatu. Tubuh itu memancarkan gelombang, saat tubuh paling rileks berada di gelombang alpha.

Ada yang menyarankan yoga dengan mengosongkan pikiran. Yang lain menyarankan latihan olah napas tenaga dalam. Kalo aku lebih suka tiduran sambil dengerin gelombang alpha sisipan buku Quantum Ikhlas.

Aku beberapa kali mengalami kegelisahan akut, gemeteran berhari-hari. Pagi hari aku suka mondar-mandir sambil istighfar. Rasanya jiwaku, pikiranku, badanku gak bisa nyatu, tapi itu dulu. Sekarang pagi hari aku atur napas, tarik otot ke dalam, tahan napas, sambil berdzikir. Saat mengeluarkan napas, bayangkan beban hidup kita ikut kita keluarkan bersama napas kita (yang ini malah saran seorang dokter di RS Sardjito Jogja untuk menghilangkan pusing karena beban pikiran).

Buat sahabatku yang masakan khas daerahnya bersantan dan pedas (gak kayak di Jogja manis kayak orangnya, hehehe), aku bantu doa deh dari sini. Coba relaksasi aja tubuhnya jangan kaku. Sebut nama Allah dengan penuh perasaan, berprasangka baik bahwa semua yang menimpa kita demi kebaikan kita. Saat kita bisa mengikhlaskan sesuatu, maka Allah akan mengganti dengan lebih baik. Bila kita sudah berpikir untuk akhirat, maka harta atau perbuatan bermanfaat adalah yang digunakan untuk menolong orang lain...

*** kunjungi blogku yang lain di Stairway to heaven , blog yang menulis renungan mendalam tentang perjalanan spiritual. Bagi yang ingin mendalami spiritual boleh sharing. Ma kasih ***
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

30 comments:

  1. wah, daerahku banget tuh mbak, masakan daerahnya bersantan dan pedas.

    ReplyDelete
  2. kalo menurut saya sih mending right thinking sama right feeling.. karena posotive saja nggak cukup kalo itu salah. :)

    ReplyDelete
  3. baiknya dua2nya dech ... right feeling dan right thinking...

    ReplyDelete
  4. ada kaitannya ngga dengan karakter setiap orang mbak? ada sanguinis, kolersi, melankolis dan phlegmatis.. tiap karaktet itu memeiliki kecenderungan yg berbeda.

    hingga orang sanguinis akan susah disuruh tenang, dan orang phlegmatis akan susah disuruh untuk tidak gugup.

    ReplyDelete
  5. from Mundi :

    sekarang ini banyak orang yg mengalami kegelisahan akut... gak tau kenapa.. mungkin karena jaman yg makin materialistis..!

    ReplyDelete
  6. mo pilih dua2ny aja deh... :D

    titip salam dan doa buat temenny jg y mb,
    moga sllu kuat dan tegar dlm mjalani hidup
    *sotoy*

    ReplyDelete
  7. saya tiap pagi hal yang ta lakuin adalah tersenyum :)

    ReplyDelete
  8. @ Nova, sumatera ya... Hehehe, deket-deket situ. Kapan ya bisa ke sono

    @ Gaphe, maksudnya gini lho Phe. Jangan mikir terlalu dalam. Semakin mikir semakin pusing. Semua dibikin santai, ikhtiar semampunya lalu diserahkan pada Allah...

    ReplyDelete
  9. @ mbak Sukma, maksudnya, kalo hatinya tenang, mikirnya lebih efektif gitu

    ReplyDelete
  10. @ Mas Ichang, sebetulnya semua manusia dilahirkan tanpa dosa. Ada karakter genetik menurun dari otunya. Ditambah lingkungan yang mendidiknya. Kayak saya nih, gemeteran kalo nyanyi di panggung, lebih suka di karaoke. Ato gak suka bicara di depan orang banyak. Cuman sih, kalo kopdar katanya kebanyakan omong... uhhh mesti intropeksi lagi

    ReplyDelete
  11. @ Mundi, sejak dulu manusia banyak yang gelisah. tapi gelisah bisa berarti jadi lebih baik asal mengarah ke ajaran agama dan tetap mengamalkan...

    ReplyDelete
  12. @ rezkaocta, walaikum salam...

    ReplyDelete
  13. @ tukang colong, mesti optimis kalo lagi galau. sesekali perlu relaksasi tuh...

    ReplyDelete
  14. haduuuh lidahku juga belom bisa cocok dengan masakan jogja. udah terlalu manis kali orangnya ya..?
    hahah lebay bulus...

    ReplyDelete
  15. yang penting serahkan sama Alloh aja deh, Sang Maha Tau.

    ReplyDelete
  16. saya lebih suka positif feeling,positive feeling akan menuntun ke positif thinking...

    ReplyDelete
  17. Kalau saya milih yang mana, ya? Ah, yang penting saya berusaha ikhlas aja, narimo ing pandum dan tidak nggoyoh dalam menjalani hidup. Mungkin seperti model hidup orang Jogja lah.

    ReplyDelete
  18. Klo ri suruh milih satu, aku pilih positif aja...terlepas itu dari positif thinking atau positif feeling. aku rasa semuan punya waktu dan keadaan tersendiri..

    ReplyDelete
  19. postif thinking..hehe

    salam kenal mbak dari anak kecil yg baru belajar blog^^..

    ReplyDelete
  20. positif thinking lah mba oh ya salam kenal


    di tunggu follownya

    ReplyDelete
  21. aku sih lebih pentinkan yang positif saja gan hehe

    ReplyDelete
  22. keuda2nya sama-sama penting... heehehehhe....

    ReplyDelete
  23. Aku datang...
    Assalamualaikum sis,,, pa kbr?

    Wah.. blog baru nih? waduk dah lama sekali aku gak BW ya.... tolong dimaafin...

    klo menurutku antara keduanya sama2 baik selagi tetap positif!! keep smile.. :) n happy week end.. :)

    ReplyDelete
  24. buku tentang quantum ikhlas bagus banget..
    dua-duanya penting sekali, dan kita harus dekat dengan Sang Pencipta alam ini.

    ReplyDelete
  25. menurut saya lihat situasi dulu,, hehe ^^
    salam kenal tante.... tolong kunjungi dan follow blog-ku ya...

    ReplyDelete
  26. askum...
    sm seperti komen2 sblmx. iya. kykx dua2nya deh...
    tpi, iya yah, 12 prsen pikiran yg menguasai kita??? bru tahu nih...

    ReplyDelete
  27. ambil positive nya saja gan lebih enak seperti yang aku bilang tadi sore.
    negatif ya janganlah nati banyak ruginya loh/

    btw widget follower barusan dipasang gan, maklum ada yang perlu di edit tadi
    trims gan kunjungannya

    ReplyDelete
  28. Menurutku sih, positif feeling dulu sebelum ber-positif thinking. Menguatkan. :)

    ReplyDelete