Turning point

Ini suatu titik awal baru lagi, setelah sore ini bertemu dengan beberapa teman yang luar biasa.

Temanku satu ini survive di Australia. Sudah merasakan jatuh bangun dalam kehidupan. Saat merasa benar-benar jatuh tanpa daya, lalu memasrahkan sepenuhnya pada Tuhan, keajaiban muncul. Tidak perlu aku ceritakan, intinya saja begitu.Pada siapapun yang menyakiti hatiku, sarannya doakan, tidak usah marah-marah.



Temenku satu lagi ada di Jogja. Punya kemampuan membantu menyembuhkan orang sakit. Aku ketemu saat makan-makan ada yang ultah sobatku sore tadi. Sarannya buatku gini, soal anakmu Mi, ikhlaskan pada Allah.Baru nanti jawaban dari Allah muncul.

Keikhlasan mudah diucapkan, tapi butuh proses untuk menjalankan. Soalnya selama ini, katakan dua minggu terakhir aku banyak kena halusinasi kegelapan. Dan cahaya memang muncul saat berserah diri sepenuhnya pada Allah. Seharusnya tidak ada kemarahan.

Aku marah-marah besar karena aku melawan halusinasi itu dan tidak ingin masuk ke dalamnya lagi. Dengan LIGHTSABER (berkhayal nih, kayak Jedi di Starwars), aku menebas membabi buta dengan kemarahan. Dan Yoda mengingatkan agar kemarahan dihilangkan, agar gerakan bisa terkontrol.

Dan dua sahabatku yang aku temui (pada saat yang tepat, dikirim oleh Allah), mengingatkan aku, apapun yang terjadi, doakan saja mereka. Yang penting berusaha.

Saat ini, aku sudah hapus postingan yang berisi kemarahan.

Speechles... saat ini adalah salah satu turning point dalam hidupku. Ma kasih ya sahabat-sahabatku. Buat yang di Australia, moga-moga aku bisa main ke sana, gak tau gimana, aku akan program di alam bawah sadarku dengan gelombang alpha.

Curhat bangeeeeet.... gak udah dikomentarin, besok aja komentarnya kalo aku udah upload foto makanannya yah, seafood...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home