Penebusan dosa

5 comments
Dulu pernah ada temenku nanya ke aku, kok gak sedih sih jauh dari anak-anakmu. Waktu itu aku cuman bisa jawab, gak taulah biasa-biasa aja, aku lupa...

Sekarang kalo ditanya lagi, aku bisa menjawab lebih panjang lebar. Tapi yang nanya juga bisa aja basa-basi, gak tertarik dengan jawabanku.



Soal lupa itu memang benar. Aku lupa rasanya punya anak sendiri. Aku lupa rasanya pernah punya suami. Kenangan itu tidak menyakiti hatiku. Yang membuatku marah-marah adalah ada bayangan gelap yang mau menarikku ke dalamnya. Bila aku masuk ke situ, aku akan jadi orang depresi, gelisah, gampang nurut dipengaruhi orang, tapi paling parah, pernah ada kenalanku ngeliat aku bicara dan senyum-senyum sendiri persis orang tidak waras.

Berhubung aku memutuskan ingin masuk surga, maka aku selalu berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosaku. Dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa orang yang bangkrut di akhirat adalah orang yang sering menyakiti hati orang lain. Pahala orang ini akan dibagikan pada orang lain, bila tidak punya pahala maka dosa orang lain yang disakiti hatinya akan diambil.

Kalo ada orang sekeluarga di Bogor, ada nenek, uwak, teteh, aa' tega menjauhkan aku dengan anak kandungku selama dua tahun ini. Suatu ketidak adilan buatku saat aku kesana mereka ambil keputusan sepihak bahwa aku supaya melupakan Safira dan Safitri saja. Safira dan Safitri yang cerdas dan lucu ini sudah jadi kesayangan keluarga mereka dan aku tidak diberi kesempatan menyayangi mereka lagi, padahal aku sudah mengandung, melahirkan, mengasuh mereka sampai 5 tahun.

Melalui tulisan ini, mereka muncul lagi. Dan kehilangan itu memang menyakitkan. Aku berusaha benar-benar ikhlas, sampai dimana titik aku sadar bahwa semua ketidak adilan ini kesempatanku untuk menebus dosa-dosaku.

Siapa bilang menebus dosa itu harus disiksa, memang nanti saat di akhirat seperti itu. Tapi di dunia, penebusan dosa adalah dengan ikhlas, sabar dan terus bersyukur. Hati tetap tenang, dan tetap bisa merasakan kebahagiaan. Banyak yang masih bisa dilakukan selama penebusan dosa itu.

Mengatasi masalah bukan dengan hura-hura (aku pernah melakukan ini juga), tapi memperbaiki ibadah, terus bersyukur, bersabar dan ikhlas. Semoga mengatasi masalah dengan cara ini bisa bahagia dunia dan akhirat...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

5 comments:

  1. Subhanallah...saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga mbak Ami tetap sabar dan Istiqomah (hanya sebatas itu yg bisa saya lakukan mbak...)...walau kadang menjadi orang yg sabar itu banyak banget godaannya...saya sendiri aslinya orang yg sangat emosional...tp 2 tahun belakangan ini saya sudah berusaha menurunkan tingkat emosi saya yg gampang meledak....bahkan kadang saya lebih senang menumpahkan emosi saya di blog tp masih tetap menjaga bahasa saya agar tidak mengeluarkan bahasa kebun binatang di blog saya...

    kadang saya memang menulis apa yg terlintas di benak saya saat itu juga,tapi tentu sebelum saya posting saya baca ulang dan renungi lagi tulisan tersebut di situlah saya kadang bisa bercermin dan instrospeksi diri..."oh ternyata saya orangnya begini"

    Oke deh mbak saya juga ga bisa lama2 nih soalnya masih banyak job yg harus saya selesain...Pokoknya Mbak Ami jangan sampai lepas kontrol dan berjalan mundur...sekali kita udah maju jangan mundur sebelum yg kita inginkan tercapai...Pokoknya tetap semangat Mbak...walaupun mungkin banyak orang yg membenci kita tapi saya yakin masih banyak yang sayang dengan kita dengan menunjukkan Akhlak kita sebagai manusia yang beragama...

    Tetap semangat Mbak Ami....

    ReplyDelete
  2. Amin, tadi saya baca komentar mbak Ami di blognya Yen.

    Besok Safira sama Safitri ultah ya mbak? Saya do'akan yang terbaik aja buat mbak dan kedua putri mbak.

    Semoga secepatnya bisa ketemu, karena jauh dari ibu kandung dan ikut orang lain itu rasanya nggak enak (itu pengalamanku). Saya yakin, kedua putri mbak pasti kangen sama mbak. Soale kasih sayang seorang ibu dengan yang lain itu beda.


    sabar ya mbak Ami, hidup sampean memang harus penuh dengan perjuangan, batin khususnya.

    ReplyDelete
  3. @ Zan, Amin semoga tetap istiqomah

    @ Ajeng, belajar sabar dan ikhlas terus, karena ujian akan semakin berat

    ReplyDelete
  4. Amin..
    selamat ulang tahun buat si kembar ya mbak, semoga bisa cepet ketemu dan berkumpul lagi sama mbak :)

    ReplyDelete
  5. semangat terus mba! semua pasti ada jalannya. teruslah menulis biar suatu saat tulisan ini bisa dibaca sama safira dan safitri. seenggaknya mereka tau ibu mereka berjuang untuk mereka ;)

    ReplyDelete