Disemprit Gaphe kalo kebablasen cerita

14 comments
Kayaknya emang aku butuh tukang semprit. Abis kalo cerita bisa kepanjangan. Gak tau terlalu bersemangat. Dua tahun terakhir aku merasa hidup lagi. Tapi sempritan versi Gaphe itu kalo aku cerita masalah A, suka OOT, nyasar ke B, lupa ke A lagi. Gawat juga ya, hehehe...



Pernah ada temenku lama gak ketemu, telepon gimana kabarnya, terus aku cerita panjang lebar sejak dua tahun terakhir saat di Jogja. Lucunya sebelum itu aku gak banyak ingat. Sampe-sampe dia mau telepon lagi sebelumnya dia sms dulu, isinya gini kali ini aku yang cerita yah...

Tetapi almarhum Bapakku itu berbeda. Saat pulang haji ditanya, gimana cerita haji, pak, jawab beliau cuman berkata baik-baik saja. Mbok ya cerita ketemu malaikat atau gimana gitu batinku. Kalo kakakku sulung cerita waktu sesak terhimpit orang-orang tiba tiba ada laki-laki tak dikenal membukakan jalan. Atau ibuku cerita ditarik, didorong untuk mencium Hajar Aswad, semua begitu mudah.

Aku dulu memang sudah mau berangkat naik haji, tapi batal. Soalnya kabur dari rumah.

Sekarang aku ingin berangkat sungguh-sungguh, banyak belajar, malah aku sudah menulis tentang perjalanan haji tapi ditegur ibuku, nanti saja kalo sudah pulang saja ceritanya. Waiting listnya lama bisa lebih dari 5 tahun dari sekarang.

Aku banyak mengutip al-Ghazali ya, termasuk yang ini. Beliau bertanya apa yang paling tajam, muridnya menjawab ini itu, tapi akhirnya jawab al-Ghazali adalalh lisan. Termasuk yang paling jauh dari manusia adalah masalalu, paling berat adalah memegang amanat, paling ringan adalah meninggalkan shalat. Beliau sangat bijak, meninggalkan kehidupan dunia, dan lebih suka menulis buku. Belakangan ada cerita beliau masuk surga bukan karena buku-bukunya tapi karena beliau membantu lalat terbang lagi setelah nyemplung ke tintanya. manusia tidak sanggup untuk masuk surga karena amalan-amalannya, tapi bila Allah ridha karena salah satunya adalah berbuat kebaikan yang tulus dan ikhlas pada makhluk hidup.

Jadi apabila mau membantu makhluk hidup yang sedang kesusahan apalagi sedang dalam perjuangan hidup mati, betul-betul ikhlas, maka Allah akan ridha.

Mencari ridha Allah memang awalnya akan dibenci orang lain, itu sudah biasa. Bicara dirubah, penampilan dirubah, banyak mengingatkan. Temen-temen pengajian memang mengakui hal itu, suka dikritik jadi gak gaul lagi. Tapi dalam keadaan gak gaul, terus banyak diuji, tetap menambah ibadah berarti menunjukkan orang ini serius mencari ridho Allah.

Kenapa aku banyak cerita, aku terlalu bersemangat itu aja. Aku jadi tahu manusia tidak usah mengetahui rahasia dunia, cukup ikhlas dan Allah akan memberi kejutan membahagiakan dalam hidup.

Thanks ya Gaphe atas komentarnya tentang aku perlu disemprit. Orang kayak aku yang lagi terpana melihat dunia dan melihat bermacam-macam karakter orang, emang mesti belajar menahan diri untuk bicara...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

14 comments:

  1. yup...hati2 menjaga lisan jangan sampai gara2 lisan yg ngaco kita celaka dan menyesal di kemudian hari...

    yang lalu biarlah berlalu Mbak,saya mau mengutip kata seorang yg bijak "Kita tdk bisa kmbali ke masa lalu & membuat awal yg baru, tapi kita bisa memulai sekarang & menciptakan sbuah ending atau akhir yg baru"

    Oh iya saya mau ngucapin "Happy B Day Buat Si kembar Safira dan Safitri semoga selalu dalam lindungan Allah dari segala keburukan di sekitar mereka..."

    ReplyDelete
  2. Saya juga masih belajar untuk hidup ikhlas Mbak.. Proses yang tiada henti..

    Salam hangat, dan ijin follow juga;

    ReplyDelete
  3. ya ampuun, al-Ghazali sampe nolongin lalat yang nyemplung ke tintanya... saya aja kadang-kadang suka nepakin lalat pake sapu lidi, ngga lagi-lagi deh...

    ReplyDelete
  4. iya saya juga masih terpana sama banyak hal di dunia. maklum umur masih segini jadi masih banyak pengen tau. lagian juga belajar iklas itu ga mudah, tapi selagi ada usaha pasti dimudahkan ;D

    ReplyDelete
  5. hahaha.. jangan diambil hati ya mbak, cuman pengen bilang kalo sebenernya ceritanya menarik kalo fokus..

    selamanya sepertinya kita akan pada tahapan terus belajar dan memperbaiki diri, kadang ikhlas sekarang belum tentu ikhlas nantinya.. ikhlas memang sulit.

    ReplyDelete
  6. cerita yang mana yah mbak??saya nyari-nyari ga ada. hehehe


    btw semoga mbak bisa naik haji yah taun ini.

    ReplyDelete
  7. Semoga bisa segera naik haji .. Amin ..
    iya mbak .. mau berubah ke yang baik kok sulit banget ya .. di musuhi dan di jauhi teman .. padahal saya berniat untuk baik lho ..

    ReplyDelete
  8. cerita lalat tadi dulu dikisahkan dosenku juga mbak, sebenarnya banyak pelajaran yang bisa diambil dari kata 'sabar'. Tapi entah itu disadari atau tidak, manusia lebih menuruti nafsunya :)

    ReplyDelete
  9. Sulit memang untuk Ikhlas, karena di sekitarnya banyak pengganggu seperti riya' dan teman-temannya. Tapi kita memang harus berusaha menuju ke sana. Salam

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. wah artikelnya mantabs mbak.... jadi tambah wawasan,,,,,,, jangan patah semangat.... tetap berkarya.....

    ReplyDelete
  12. ingin naik haji adalah cita-cita yang terpuji semoga keinginan mbak terkabulkan,,,, btw saya juga pengen lho mba naik haji semoga kita bisa naik haji bareng ya amiinnnn.....

    ReplyDelete
  13. sesama teman memang harus saling mengingatkan, salam kenal ...

    ReplyDelete