Being Happy

18 comments
Di buku Being Happy karangan Andrew Matthews dia menggambar karikatur kuburan dengan nisan bertuliskan (terjemahan bebas) di sini bersemayam seseorang yang kelak akan bahagia (maksudnya orang yang sudah mati ini berencana akan bahagia, jadi belum merasakan bahagia dalam hidupnya).



Misalnya ada orang bilang, ntar bahagia kalo udah kerja, kalo duitnya banyak. Yah, kesian dong, mestinya bahagia itu sekarang aja.

Mensyukuri apapun yang kita miliki, kita sayangi dan kita rawat dengan hati-hati, semuanya dinikmati.

Selain mensyukuri juga ikhlas bila kehilangan, ikhlas bila membantu orang lain, ikhlas dalam ibadah, pokoknya ikhlas dalam semua perbuatan yang baik.

Bila benar-benar ikhlas, mau bersabar sebentar, maka Allah akan mengganti kesabaran dan keikhlasan itu sesuatu kebaikan yang tak terduga.

Soal Safira dan Safitri, aku berjuang, tapi soal hasilnya aku serahkan pada Allah. Semoga ini jadi perjuangan yang ikhlas, penuh kesabaran, dan Allah memberi hasil yang terbaik... (lagi-lagi OOT, menguatkan diri sendiri nih)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

18 comments:

  1. ayo mbk, pasti bisa, aku bantu dg doa ya:)

    ReplyDelete
  2. setuju banget mbak...bahagai kok di tunggu2 ha3...

    tetap semangat mbak....salam buat sikembar...

    ReplyDelete
  3. Betul....betul....betul...... ini mengingatkan saya terhadap Ayat Seribu Dinar
    "Barang siapa bertaqwa kepada Allah,niscaya Allah berikan kelapangan & rejeki yang tak terduga. Dan siapa bertawakal kepada Allah maka Dialah yang mencukupinya, Sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintahNYA & Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu."

    ReplyDelete
  4. yang namanya bahagia itu urusan pilihan, dan balik lagi ke diri pribadi.. sama kondisinya, tapi beda menyikapinya.. jelas akan beda tingkat kebahagiaannya koq.

    ReplyDelete
  5. @ Ajeng, semoga kita selalu sabar

    @ Wits, mendoakan orang lain maka malaikat juga mendoakan wits. Amin

    @ Zan, iya. Emang butuh proses sih, tx

    @ Arief, oh itu ayat sempet jadi header blog satuku. Tentang talak awalnya. Jadi istilahnya ayat seribu dinar yah

    ReplyDelete
  6. @ Gaphe, beneran, aku dulu dalam kondisi cukuplah materi malah gak bahagia. Terus jiwaku kosong bertahun-tahun, pindah ke Jogja kewalahan dengan acara
    bersenang-senang.

    Saatnya menata hati lagi, mencari kebahagiaan sejati... Ceile...

    Heboh banget 2 tahun ini, gak usah bayar ESQ. Semuanya cerah, semuanya indah, cuman suka marah-marah kalo ada bayangan buruk ngeganggu.

    Sejauh ini Alhamdulillah bisa mengatasi, ditemenin Bejo. Cuman dia hanya muncul kalo hatiku udah tenang...

    ReplyDelete
  7. saya juga mau bahagia, untuk sekarang dan seterusnya... ^_^

    ReplyDelete
  8. Banyak-banyak bersyukur dan selalu ikhlas yah...

    ReplyDelete
  9. iya, kog nyambungnya ke ikhlas sih? hehe..

    ReplyDelete
  10. Memang tiada sesuatu yang paling nikmat kecuali bersyukur padaNya

    ReplyDelete
  11. bahagia itu.... tidak butuh syarat sebenernya. without konsep. bahagia ya..bahagia aja deh...

    ^^

    ReplyDelete
  12. @ Eks, di sini tutorialnya untuk bahagia itu selain bersyukur juga berbuat baik dengan ikhlas, bersyukur tok belum cukup

    @ Joko, bersyukurnya yang bener2 mendalam sampe hati merinding melihat kebesaran Allah

    @ Huda, sekarang gini Da. Masalahku dari dulu adalah bisa bahagia tapi bahagia yang baik dan benar. Kalo sekedar hura-hura aja sih gampang, tapi gak selesaikan masalah. Bahagia mensyukuri nikmat Allah itulah yang terbaik

    ReplyDelete
  13. iya... kita sering mikir hal hal yang belum kita miliki sering nggak menghitung banyak hal yang kita sudah miliki, sampai, ia hilang kembali...
    *dont worry be happy.... :)

    ReplyDelete
  14. Artikel yang mengingatkan sesuatu terhadap saya

    ReplyDelete
  15. Saya turut mendoakan perjuanganmu Mbak.

    ReplyDelete
  16. saya tidak menyamakn kebahagiaan ma hura-hura mb..

    bahagia yaa..bahagia aja, hehehe

    ReplyDelete
  17. @ Suke, don't worry be happy

    @ Nurul Imam, semoga ikhlas

    @ Afadin, ma kasih

    @ Huda Tula, whatever you say. Seumurmu aku lagi ngaco2nya, hehehe... Pengen balik ke 20an tapi dengan pemahaman sekarang. Tapi ya sudah, diikhlaskan semua...

    ReplyDelete