Menghilangkan gelisah, menyejukkan hati dengan mengisi energi positif ke dalam batin manusia

13 comments
Bicara memang jauh lebih mudah daripada menjalankan. Beberapa kali aku menulis tentang energi negatif dan cara mengatasinya dan kali ini aku terjangkit lagi dengan energi negatif. Seorang temenku menyarankan untuk menghilangkan energi negatif dengan hypnoterapi, tapi kita membutuhkan bantuan orang lain untuk menghipnotis kita.

Buku Quantum Ikhlas menyarankan mendengarkan gelombang alpha sambil relaksasi. Karena manusia berada di posisi wenak (pewe) saat gelombang yang memancar dari tubuhnya di gelombang alpha. Bagaimana bila sedang di pasar, apa bisa mencari gelombang alpha? Sedang berada di pasar tiba-tiba merasa kalut. Biasanya kalo sedang gelisah sulit untuk memulai mencari jalan keluar. Soalnya males ngapa-ngapain. Makan tidak enak, tidurpun tak nyenyak, apa-apa tidak enak. Yah, barangkali kali ini aku mesti ngerasain energi negatif ini biar bisa nulis tentang hal ini di sini, hehehehe...

Pernah aku gelisaaah banget, nulis status di Facebook jadi ngaco. Sampe di SMSin temen, omong apaan kamu tuh. Dan aku memutuskan untuk deactivate account Facebookku, sekalian intropeksi supaya tidak lagi menuliskan hal yang tidak mengenakkan. Kata temenku yang bijak, katanya kalo gelisah ngadem aja minum es cendol, tarik napas. Tapi aku gak begitu suka es cendol, sukanya es kelapa muda tanpa gula.. (hmmmm, jadi pengen beli kelapa muda tapi males buat berangkat, tuh kaaan.... pengen tenang tapi berat ngejalanin).

Okeeee.... menguatkan diri untuk relaksasi sambil membayangkan yang indah-indah. Membayangkan sedang ada di gunung, dekat dengan pohon-pohon yang hijau, ada air terjun gemericik di situ. Suasana yang menyenangkan. Sambil berpikir tentang kebesaran Allah, dunia yang begitu mengagumkan. Kenapa ada orang menjahati kita, karena mereka belum tahu. Mereka yang menyakiti hati orang lain belum tahu bahwa kejahatan kecil di dunia fana ini berdampak besar saat di akhirat. Bersikap sabar adalah yang terbaik, karena Allah akan bersama orang yang sabar. Berusaha bersabar dengan tidak emosi dan terburu-buru. Setelah itu mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Masih punya kesehatan, keluarga yang menyayangi, tempat tinggal yang layak dan pekerjaan dengan lingkungan yang Islami. Alhamdulillah...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

13 comments:

  1. mampir lagi neh, sudah lama gak BW xoxoxo
    mohon dukungannya ya mbk

    ReplyDelete
  2. hati tetap sejuk, bisakah itu ku rasakan mbak?

    ReplyDelete
  3. ho..lucky luke, itu kartun ya kalo ga salah?
    kalo aku pikiranku lebih cepat dari jariku.jadinya banyak yg ga ketulis.wkwkwkwk :p

    energi positif..humm..

    ReplyDelete
  4. Wah....,

    wisata hati nih....,

    trims ya mba ami...,

    lg byk cobaan soalx....,
    *curcol

    ReplyDelete
  5. tipa yang melihat foto kita yang sedang bahagia itu boleh juga..:)

    ReplyDelete
  6. waah bener ini.. benerr banget. menyalurkan energi positif bisa jadi penenang kegelisahan.

    yang jelas berpikiran postif dan terus berbuat baik, insya Alloh juga menentreamkan hati

    ReplyDelete
  7. @ Moenas, udah ke TKP

    @ Ajeng, bisa kok selalu merasa nyaman. Sering relaksasi dan meresapi saat shalat. Wajar kalo sekali-sekali bingung, tapi cepet pulihnya. Badan jangan kaku kalo lagi mikir ya say...

    ReplyDelete
  8. @ YeN, Lucky Luke itu komik. Aku suka nulis yang ringkas YeN. Mungkin orang lain suka dramatisasi menulis detil. Misalnya nulis kehujanan bentuk titik air, bunyi air. Tapi itu bagus juga membuat orang terbawa suasana dan alur cerita. Tiap orang punya gaya tulisan masing-masing

    ReplyDelete
  9. @ Edo, kita manusia punya keterbatasan. Jadi mesti belajar menyerahkan masalah pada Allah. Aku juga ini lagi berusaha bisa gitu.

    @ Sukra, mengenang orang yang kita cintai yang sudah meninggal adalah dengan mengenang saat-saat indah. Mensyukuri pernah merasakan itu, dan ikhlas dipanggil Tuhan.

    @ Gaphe, mmm... Menurut Quantum Ikhlas, perasaan positif lebih penting. Soalnya mikir terus gak akan selesai. Agak sulit awalnya (aku aja butuh tahun an) untuk membiasakan agar punya perasaan positif. Kadang aku juga gak mikir saat nulis di blog, semuanya keluar gitu aja dari yang pernah aku liat dan baca...

    ReplyDelete
  10. "Tulisanku lebih cepat daripada pikiranku..."
    :)

    bacaan dipagi hari yang patut direnungkan, makasih mbak.

    ReplyDelete
  11. Kalo aku biasanya membuang energy negatif ke tempat cucian hhee..

    kalo lagi kesel aku nyuci piring, nyuci baju atau push up.. pokoknya bikin cape badan deh, daripada cape pikiran

    ReplyDelete
  12. iya, mbk aku setuju sekali hanya dengan mengingat Allah, hati kita akan tenang

    ReplyDelete