Terinspirasi oleh hujan

8 comments
Sekarang ini sedang musim hujan, banyak tulisan, lagu yang terinspirasi oleh hujan.Misalnya lagu jaman akhir 80an berjudul Blame it on the rain yang sempat menggegerkan dunia persilatan, eh dunia permusikan. Lagu ini ceritanya dipopulerkan dan "dinyanyikan" oleh Milli Vanilli. . Eh, ternyata setelah tingginya angka penjualan kaset (waktu itu belum ada compact disc), permintaan bertubi-tubi untuk diputar di radio, show dimana-mana, bahkan dapat penghargaan Grammy Award segala, ternyata penyanyi aslinya bukan Milli Vanilli. Milli Vanilli hanya melakukan lip sync. Akhirnya Grammy awardnya ditarik oleh yang berkepentingan. Sejak saat itu panitia Grammy Award berhati-hati dalam memilih siapa yang akan dinominasikan untuk mendapat penghargaan tersebut. Di Indonesia juga pernah ada kasus itu, cuman karena lagunya nggak ngetop nggak terlalu dibahas. Itu lagu duet Rano Karno dan Ria Irawan (ternyata bukan suara asli Ria Irawan, kalo Rano Karno memang suara aslinya).



Bu guru di Baby Day Care juga minggu ini bercerita kisah di Al Qur'an yang ada hujannya. Bukan hujan batu jaman Nabi Luth karena di negerinya banyak maho (mencoba nyomot istilah baru yang baru tau tadi, hehehe). Tapi hujan deras yang mengakibatkan banjir besar dan banyak menewaskan orang yang tidak mau mengikuti ajakan Nabi Nuh untuk menyembah Allah.Begini garis besar ceritanya (pasti udah banyak yang tau, tapi diceritain lagi gak pa-pa kan). "Nabi Nuh itu diperintah Allah untuk membuat kapal besar. Diketawain oleh banyak orang. Orang bilang mana mungkin kapal itu akan berlayar, kan jauh dari laut. Tapi Nabi Nuh tetap membangun kapal itu karena yakin, semua perintah Allah harus dijalankan. Akhirnya turunlah hujan yang sangat lebat. Hanya orang yang mau percaya pada ajakan Nabi Nuh untuk masuk kapal yang selamat".

Hujan itu adalah saat yang asyik banget untuk anak-anak. Saat ada meeting guru-guru setelah sekolah usai, turun hujan lebat. Beberapa guru ada yang membawa putranya berumur antara 3-7 tahun, setelah dijemput dari sekolahannya.Begitu air tumpah dari langit, langsung mereka buka baju, hanya memakai celana dalam dan kaos dalam, heboh banget gak kalah senengnya kayak dibawa ke waterboom. Baru berhenti setelah ada geluduk menggelegar. Yang kecil-kecil langsung lari masuk ke ruangan tempat meeting sambil menangis, dalam kondisi basah kuyub. Tentunya ibu-ibunya langsung berhamburan keluar, mandiin anaknya, gantiin dengan baju kering.Eh, kalo anak didik nggak pernah lho dibolehin hujan-hujanan. Ada acara berenang seminggu sekali di UNY didampingi ortu, dan kalo acara basah-basahan baik di sekolah ataupun outbond juga selalu melibatkan orang tuanya.

Kalo guru IPA atau Fisika, pasti memandang hujan adalah perubahan bentuk H20. Ini adalah siklus air. Awalnya dari laut atau sumber air, ada penguapan, menjadi awan, setelah titik-titik air di awan jadi berat, turunlah hujan.Gak bisa cerita panjang lebar soal ini, dulu di sekolahan ngantuk melulu, catatan gak ada yang rapi.

Jadi cerita ini terinspirasi oleh hujan. Hujan bikin udara dingin dan sering laper. Dengan terpaksa aku melanggar komitmen tidak makan nasi di malam hari. Bukan perbuatan dosa sih, tapi ingat nggak iklan di tivi tentang makanan rendah kalori "bebas dimakan tanpa perasaan bersalah". So, apakah hujan juga menginspirasi kalian untuk menulis...???

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

8 comments:

  1. hhehe, emang cuaca sekarang terutama hujan bikin gampang banget lapar. saya aja makannya sampai dua kali malam ini (jadi buka aib).

    ada yang bilang hujan itu romantis. banyak juga yang jadi lagu. kaya' lagunya james morisson "please don't stop the rain".

    tapi hujan sekarang memang terlalu serem.

    ReplyDelete
  2. milli Vanilli mengingatkan saat dikost-kosan akhir 80-an nonton di TVRI seru banget nonton rame-rame, dan benar ternyata kalo anak sekarang bilang hoax.
    .....
    hujan tidak menginspirasi menulis, justru pernah nyanyi spontan untuk anak saya sewaktu umur 3 tahun, begini:
    Hujan .. hujan ..
    pangeran kodok senang sekali ...
    menari-nari sambil bernyanyi ...
    melompat-lompat riang gembira ...
    tuet tet tet tueett ... tuet tetet tueett ...
    lha sekarang dia kelas 3 SMP ternyata masih hafal lagu itu, siapa yang ndak seneng ..hehehe

    ReplyDelete
  3. berbicara tentang hujan ,,, saya teringat sempat berintikali ketika mendengar Love Rain (Koi no Ame)

    ReplyDelete
  4. yang mengingatkan saya kalau hujan adalah bau tanah basah.... akibat pecahnya spora bakteri Streptomyces di tanah, menimbulkan bau yang khas... sukaa banget ma harumnya.

    ReplyDelete
  5. jadi ingat lagu jaman dulu di era thn 80an .. lagunya ratih purwasih klo ga salah. gini lagunya... "yang ..hujan turun lagi.. di bawah payung hitam ku berlindung" romantis euuuyyyyy.... heheheheh

    ReplyDelete
  6. @ Huda Tula, suka lagu yang romantis ternyata

    @ Pak Is lagu ciptaan spontanitas diingat anaknya serasa dapat award lebih bermakna daripada Grammy ya, hehehe

    @ John, wah intikali artinya gak jauh dari kenikmatan kan

    @ Gaphe, wah komennya ilmiah banget, hehehe..

    @ Willyo, memang super romantis, saya sudah lama follow di blog. Yang follow sampe ribuan, dan Pageranknya 4

    ReplyDelete
  7. hehehehe saya hadir di sini oleh sebab undangan mengenai informasi mengenai maho... tapi sepertinya tidak ada di sini ya....?!??! lalu maksudnya apa?!?!

    ReplyDelete