Perlukah aktivasi otak tengah?

11 comments
Hari ini, harian Republika membahas aktivasi otak tengah. Ada pendapat Doktor antropologi kesehatan Julia Maria van Tiel yang juga pembina di mailing list anakberbakat@yahoogroups.com. Juga ada pendapat dari Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Mereka berdua ini punya pendapat bahwa sebetulnya aktivasi otak tengah tidak begitu perlu. Apalagi bila sang anak sebetulnya tidak berminat untuk mengikuti program ini.Ditambah lagi apabila orang tua sebetulnya tidak mampu membayar, mesti berhutang atau menjual barang di rumahnya. Ada brosur aktivasi otak tengah yang pernah aku dapatkan, di situ dijelaskan metodenya memanfaatkan gelembang alpha. Aku pribadi tidak asing dengan gelombang alpha, aku pernah menulis postingan tentang gelombang alpha berjudul gelombang alpha untuk obat tidur.

Salah satu testimoni adalah anak bisa naik sepeda dengan mata tertutup.Dikatakan di brosur, anak akan bisa mengontrol emosinya. Masalahnya, ada pendapat salah kaprah aktivasi otak tengah akan menjadikan jenius. Diberitakan di harian Republika sejumlah orang tua di Sumatera Barat banyak yang menjual hewan ternak, sawah dan mengijonkan ikan belum siap panen. Pendapat aktivasi otak tengah akan menjadikan anak jenius ini ditentang Julia, karena jenius adalah faktor genetik dan tidak bisa dipaksakan.

Pendapatku pribadi, sebaiknya orang tua lebih baik mendidik putra-putranya jadi anak sholeh dulu, dan diberi contoh yang benar. Karena anak sholeh adalah investasi paling berharga bagi orangtua menurut ajaran Islam. Setelah itu boleh saja mau dilesin apa saja asal uangnya ada tidak memaksakan diri.

Browsing di Google ada tulisan penjelasan pengajar aktivasi yang mengatakan kalo tidak dilatih setelah kursus kemampuan membaca menulis dengan mata tertutup bisa hilang, ini indra ke 7, bukan indra ke 6. Saya jadi ingat ada anak kecil berumur 4 tahun bernama Safitri bisa melihat gaib, tapi banyak kasus kemampuan itu berangsur menghilang setelah bertambahnya umur. Jadi kemampuan untuk membaca dan menulis dalam keadaan mata tertutup karena otak tengah diaktivasi sepertinya hanyalah tempelen menambah kepekaan insting secara instan yang mudah luntur...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

11 comments:

  1. Tergantung dr individunya, perlu atw tdk.!

    Tp sebenrnya kemampuan otak jauh lebh hebt dr yg kita sadari, mgkn sj cukp dngn otk kiri/kanan. Tp bingung jg sih..,

    ReplyDelete
  2. saya yakin semua bisa dilakukan manusia, hanya satu yang tidak bisa dilakukan manusia, yaitu merubah takdir-Nya :D

    ReplyDelete
  3. Otak tengah tak ada korelasi dengan kejeniusan, ya, saya kira itu betul. Banyak yang salah kaprah ttg itu.

    Safitri bisa melihat hal2 itu? Hmm, menarik Mi. Kalau ga salah itu kemampuan supranatural kah?

    ReplyDelete
  4. @ Wawank, didiklah anak jadi anak sholeh, juga contoh dari orang tuanya. Ini diprioritaskan. Setelah itu bebas mau les matematika, Inggris, piano, gitar, biola, atau aktivasi otak tengah. Dengan catatan kalo orang tuanya mampu. Kalo gak mampu ya jangan memaksakan diri.

    @ John, masalah takdir itu memang unik. Ada temenku bilang takdir bisa berubah. Tapi ada yang bilang nasib bisa diubah, takdir tidak. Takdir yang ditiupkan saat janin berumur 40 hari adalah rejekinya, ajal, amalan, bahagia sedihnya. Soal masuk surga, hanya yang diberi ridho oleh Allah atas usahanya di dunia...

    @ Mas Darin. Ada yang berpendapat bahwa anak kecil mampu melihat gaib, tapi setelah besar menghilang. Dan ada orang dewasa yang memaksakan diri agar bisa melihat gaib, katanya dimensinya berlapis-lapis. Tapi jin jahat bisa membuat halusinasi pada manusia, hal yang tidak nyata jadi seperti nyata. Masih belum berniat membahas soal ini, walau ada pengalaman menyangkut gaib. Aku juga kenalan dengan blogger yang bisa melihat gaib tapi memilih tidak menulis hal yang berkaitan dengan gaib.

    ReplyDelete
  5. mendidik anak bukanlah pekerjaan sulit jika orang tua mampu memberikan teladan yang baik dan benar. Ketika orang tua melarang anaknya melakukan perbuatan A sementara ayahnya justru melakukannya, tentu saja anak tetap melakukannya.
    Insya Allah, Islam yang dicontohkan Baginda Rasulullah saw adalah solusi tepat dan MURAH dalam mendidik anak.
    Menjual harta demi memaksa kejeniusan?? sebuah hal yang mustahil, menurut saya

    ReplyDelete
  6. @ Pak Is, para pebisnis itu saya rasa melebih-lebihkan manfaat aktivasi otak tengah. Semoga saja banyak penjelasan yang diberikan oleh pakar, ahli agama agar kejadian salah kaprah ini tidak berlangsung lama. Ingin anaknya bisa naik sepeda dengan mata tertutup boleh-boleh saja, tapi prioritaskan untuk jadi sholeh

    ReplyDelete
  7. mksih yah kak atas sarannya...
    pengobatannya bisa di coba tuh...
    http://f4dlyfri3nds.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. serem... (kalau menurut saya si)
    emang lima indra saja tidak cukup apa? seperti yang dikatakan wawank: kebutuhan atau tidak?

    ReplyDelete
  9. @ fadly, tapi mesti yakin untuk self healing. Banyak berdoa juga. Kalo gak yakin betul tetap ditambah obat dokter. Kalo aku sih memutuskan gak ke dokter dulu

    @ Huda Tula, seharusnya usaha jangan begitu saja mengklaim bisa membuat jenius. Usaha dengan janji palsu, menambah dan mengurangi, pertanggungjawabannya berat di dunia dan akhirat

    ReplyDelete
  10. kayaknya aku punya tuh indra ke 6... wkwkwkwk

    ReplyDelete
  11. Banyak komentar soal aktivasi otak tengah dimasyarakat....ada yg pro & ada yg kontra. ada yg serius... ada yg iseng2 aja ikut komentar jadi rame... Kalo yg serius pasti cari informasi & referensi. Coba buka www.map-info.net mungkin bisa jadi masukan

    ReplyDelete