Serasa honeymoon

4 comments
Waktu aku di bandara dari Jakarta menuju Jogja 2 Januari 2011, aku bersebelahan dengan seorang wanita yang terus-menerus menelpon ke calon suaminya. Pesawatnya sempet mundur 2 jam, selama nunggu itu dia gak berhenti telpon-telponan terus. Setelah naik pesawat, karena handphone tidak boleh dinyalakan, baru dia bercerita padaku dia mau menikah, baru saja pemotretan pra wedding. Aku mikir wah, lagi bahagia-bahagianya dan sebentar lagi mau honeymoon.

Honeymoon yang paling berkesan buatku adalah saat gunung Merapi meletus, itu ceritaku pada temenku saat perjalanan ke bandara. Kayak honeymoon aja, melampiaskan hasrat dan tidak memikirkan yang lain. Saat itu sekolah libur, ada laptop dipinjamkan untuk aku oleh kakakku paling besar, dan selama dua minggu aku menulis terus. Sering banget aku ketiduran dini hari dengan laptop masih menyala, dan ada saja orang yang mengantar makanan. Dan aku ngomong berulang-ulang, benar-benar saat yang indah, tapi ya sudah kalo tidak terulang lagi (masak aku minta supaya Merapi meletus lagi, lagipula toh nanti semua gunung tidak meletus tapi beterbangan saat hari kiamat)

Dulu ada orang berkomentar, bahwa aku ini orangnya aneh, selalu mikir terlalu dalam dan hidup dalam duniaku sendiri. Setelah aku mendapat banyak kejadian-kejadian, dan aku bisa mengungkapkan tentang pemikiranku di blog, aku merasa bahagia, dan sering-sering mengucapkan rasa syukur. Jadi waktu selama perjalanan ke bandara aku menegaskan, akhirnya aku merasa bukan orang aneh lagi. Ternyata aku punya sesuatu, dan aku tidak lagi peduli pada pendapat orang lain. Semua pendapat orang lain aku terima, yang baik aku renungkan, yang tidak pas tetap dihargai walaupun hak aku untuk menjalankan atau tidak.

Temen yang mengantarkan aku ini punya  dua blog, satu di wordpress dan satunya di blogspot. Tahun 2008-2009 aku sering mengontak dia karena aku terkesan dengan tulisan-tulisannya di Notes Facebook. Ada puisi, fiksi, renungan, atau ulasan. Hanya saja dia tidak produktif menulis di blog karena kesibukan pekerjaannya. Sempat menunjukkan blognya padaku pas mampir di Pizza Hut, dia bawa laptop dan modem.

Penjelasan dia soal blognya, ini blog otak kanan (penuh dengan puisi), dan satunya blog otak kiri (ulasan kejadian aktual). Terus aku cerita, kalo blog aku nulisnya alam bawah sadar. Cuman mikirin judul saja, mengucap Laa Haula wala Quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) tau-tau semuanya tertulis begitu saja. Malah setelah menulis aku banyak merenungkan, apa ya yang aku tulis tadi. 

Bukan bermaksud sombong atau apa, aku mencoba menerangkan apa adanya sesuai dengan aku rasakan dan pikirkan. Intinya aku minta bantuan Allah supaya aku bisa menulis yang bermanfaat untuk diriku sendiri dan semoga juga buat orang lain. Bila ada kesalahan adalah dari aku, dan kebenaran semua hanya dari Allah...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

4 comments:

  1. hahah ... memang aku sering tertidur dengan MacBook yang menyala, dan aku tidak menganggap itu honeymoon ... aku menganggap itu adalah kebiasaan yang dimiliki oleh orang-orang yang sedang dilanda asmara pada dunia maya, alias cyberholic :P

    ReplyDelete
  2. @ Buatku itu honeymoon, karena pas liburan dan tidak memikirkan hal lain kecuali meluapkan hasrat terpendam. Sekarang udah jarang-jarang kayak gitu. Macbook udah gak ada, dan liburan dipake untuk traveling...

    ReplyDelete
  3. biasanya klo suka traveling itu inspirasi menulis seperti jerawat yang mau pecah :D

    itulah gunanya blog. jadi sekarang bisa berbagi sebagian dunia dan cerita kita ke sahabat melalui tulisan terbuka yang bukan cuma diri kita yang baca :)

    ReplyDelete
  4. @ kang Andi. Traveling memang membuka wawasan. Tentu saja sesuai kemampuan. Tidak harus jauh, dekat saja sudah banyak yang bisa diexplore...

    ReplyDelete