Dampak angin kencang di Yogyakarta, 25 Januari 2011

12 comments
Tanggal 25 Januari 2011 di Yogyakarta ada angin kencang. Kebetulan saat itu aku sedang menjaga anak-anak berusia 1-3 tahun di Baby Day Care. Anak-anak yang besar (sudah sekolah di playgrup) pentas menyanyi dan menari di panggung terbuka Purawisata. Ternyata acara pentas itu dibatalkan karena ada angin kencang. Aku diceritain anak-anak beserta guru  mojok di bawah bangunan terbuka yang ada atapnya. Alhamdulillah semuanya selamat balik ke sekolah lagi. Aku mencoba mengumpulkan beberapa cerita dampak dari angin kencang ini.

 
Dari Tribunnews.com
Puluhan warga Sonopakis Lor, Ngestiharjo, Bantul, terhenyak menyaksikan hujan deras disertai angin kencang yang menerbangkan genteng rumah mereka, Selasa (25/1/2011) siang.






Karena atap rumah bolong maka rumah-rumah itu pun dibanjiri air hujan yang jatuh seperti dicurahkan dari langit. Disaksikan tribun, Selasa siang, hujan yang disertai angin kencang selama lebih kurang 30 menit, melanda di hampir semua kawasan Yogyakarta.

Rumah milik Cipto Raharjo, mengalami kerusakan cukup parah. Bagian gudang yang berdindingkan anyaman bambu, roboh terkena angin kencang. "Sudah dua kali ada angin seperti ini. Tapi sekarang lebih parah," kata Cipto.

Angin juga menerbangkan genteng rumah milik dosen ISI Yogya Sumbo Tinarbuko. "Komputer dan buku-buku saya basah mas," ujarnya, sembari menutupi buku-bukunya dengan terpal.

Akibat hujan dan angin kencang itu, peternak ayam bangkok, Budi Setyawan, menderita kerugian yang cukup besar. Karena tembok kandang ayamnya roboh terkena angin kencang.

"Ayam saya mati satu tertimpa tembok yang roboh. Padahal itu ayam bangkok," sesal Budi.


Dari Vivanews

Angin puting beling menghantam kota Yogyakarta. Akibatnya, atap rumah warga beterbangan serta belasan pohon besar yang ada di tengah kota tumbang. Sebuah pohon beringin tua berukuran sangat besar di Jalan Ahamd Yani, Yogyakarta, roboh. 

"Untungnya pohon beringin yang tumbang di depan Gedung Agung ini tidak mengenai kendaraan atau orang yang melintas," kata Wakil Kepala Polresta Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Pol. Darmanto di Yogyakarta, Selasa, 25 Januari 2011.

Pohon juga bertumbangan di Jalan Sisingamangaraja dan menimpa sebuah rumah. Peristiwa serupa terjadi di daerah Pakualaman Yogyakarta.

Akibat angin kencang dan hujan yang sangat deras, lampu lalu-lintas di beberapa persimpangan jalan utama kota Yogyakarta mati.

Angin ribut juga menderu di kawasan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, yang biasa digunakan sebagai pasar malam perayaan Sekaten. Puluhan stan pedagang ambruk, atapnya beterbangan.

Bantul juga didera angin puting beliung serupa, khususnya di kawasan Dusun Munggur, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan. Menurut seorang warga, Wahyu, angin kencang menderu sekitar 30 menit dan membuat warga setempat ketakutan. Akibatnya, seng atap rumah beterbangan dan pohon-pohon di sepanjang Jalan Prambanan-Piyungan roboh malang-melintang menutup jalan. Kemacetan dari kedua arah mengular hingga lebih dari satu kilometer.

Dari Okezone

Hujan deras disertai angin kencang menguyur kota Yogyakarta, Selasa (25/1/2011) siang tadi. Akibatnya, beberapa pohon tumbang dan menimpa rumah warga.

Dari pantauan okezone, pohon di sekitar kawasan Jalan Wahid Hasyim tumbang menimpa rumah warga.

Selain itu, di jalan Lowanu Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta juga ada pohon tumbang menimpa badan Jalan. Akibatnya, pengguna jalan harus menyingkir. Sementara, warga sekitar membersihkan ranting pohon usai ujan yang hanya berlangsung sekira 30 menit ini.

Sedangkan, pohon beringin yang berada di depan Istana Kepresidenan, di Jalan Ahmad Yani, Gondomanan, Yogyakarta juga jatuh membentang di jalan utama.

Jalan menuju pos besar perempatan Pos Besar dialihkan petugas kepolisian menuju jalan Reksobayan, depan Kodim dan Polresta Yogyakarta. Jajaran kepolisian dibantu pedagang kawasan tersebut terus membersihkan lokasi.

Di wilayah Ngasem (bekas pasar burung), dikabarkan ada lima rumah warga tertimpa pohon besar. Belum diketahui kerugian akibat angin kencang disertai hujan ini.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

12 comments:

  1. kasihan sekali ya, saudar-saudara kita yang tertimpa musibah itu....

    terimakasih banyak atas infonya... :D

    ReplyDelete
  2. Tuhan ingin kita jadi mahluk yg kuat..(:

    ReplyDelete
  3. Angin, Air, Tanah, Api ... mulai menunjukkan kekuatan semoga menjadikan pelajaran bagi manusia agar semakin mendekatkan diri pada Allah swt

    ReplyDelete
  4. parah yah ternyata... ckckck
    saya malah baru tau ada kabar itu.
    orang rumah gak nelpon saya sih

    ReplyDelete
  5. @ Teras, latihan bersabar atas ujian Allah

    @ Tukang Colong, kuat imannya... iya betul

    @ Pak Is, kayaknya Jogja udah dapet semua ya, tanda-tanda kekuasan Allah dari 4 unsur itu yang dapat perhatian dunia

    @ Gaphe, coba dicek ke rumah. Moga-moga gak ada apa-apa

    ReplyDelete
  6. Na, ketemu wong Jogja sing guru playgrup saiki.

    Ya, saya juga sempat menyaksikan itu mbak.
    Sampeyan lewat jl. sisingamangaraja to...

    lam kenal yo mbak...

    ReplyDelete
  7. @ Halaman Putih, orang Jogja ya. Itu foto ngambil dari Tribunnews kok. salam kenal kembali. cuman belum nemu about me di blognya

    ReplyDelete
  8. Malang juga didera angin cukup kencang minggu2 yang lalu. Tapi alhamdulillah sudah reda sekarang. Jangan2 angin saja protes sama presiden lho,.....bukan cuma ibu2 yang kebingungan karena harga2 kebutuhan pokok pada naik,....hahahaha

    ReplyDelete
  9. semoga mereka yang terkena bencana tetap di berikan kekuatan dan kesabaran :)

    ReplyDelete
  10. kalo baca ni jadi pengen pulang ke jogja..he he he he

    ReplyDelete
  11. kamrin juga sempat angin kencan di daerah kasongan.. banyak pohon tumbang, listrik juga padam lebih dari 4 jam

    ReplyDelete
  12. @ Shudai, amin

    @ Manajemen Emosi, boleh pulang aja, ntar bikin kopdar, hehehe...

    @ Secangkir, kalo lagi di Jogja kabar-kabari deh...

    ReplyDelete