Bertemu dua orang survivor

8 comments
Perjalananku ke Jakarta akhir 2010 mempertemukanku dengan dua orang survivor. Mereka adalah Fery Santoro dan Maya Santoro. Fery Santoro adalah juru kamera di RCTI yang sempat ditahan anggota GAM selama 325 hari di Aceh sejak 29 juni 2003. Sedangkan Maya Santoro adalah temen masa kecilku saat aku di Jogja, dulu aku sering main ke rumahnya.



Sempet berbincang-bincang sebentar dengan Mas Fery, yang jelas saat aku mencoba nanya gimana ceritanya waktu di Aceh, yah... jelas susah ya, panjang banget, jadi dia memberi aku buku berjudul Antara Hidup dan Mati.


Aku menganggap mas Fery dan Maya keduanya adalah survivor, karena merasakan bertahan hidup dalam kecemasan yang sulit dibayangkan.

Salah satu kejadian paling mencengkam yang aku baca adalah, tanggal 31 Desember 2003, saat itu mas Fery mendengar kabar bahwa Ersa Siregar, reporter RCTI senior yang didampinginya tewas karena tertembak.

Ada proses usaha pembebasan mas Fery selama ditahan GAM, tapi sepertinya memang tidak mudah. Perundingan-perundingan yang berlangsung sepertinya dengan mudah dimentahkan oleh pihak GAM.

Tapi pihak-pihak yang berusaha memperjuangkan pembebasan mas Fery tidak pantang menyerah. Tanggal 17 Mei 2004 akhirnya mas Fery dibebaskan GAM dengan kejadian-kejadian dramatis karena GAM mudah sekali merubah kesepakatan. Dan setelah bebas, yang dilakukan mas Fery adalah memeluk istrinya Maya dan anaknya.

Cerita yang sangat mengharukan. Cerita yang akan mengingatkan bahwa sebetulnya manusia itu bisa mati setiap saat. Tidak usah di hutan Aceh, di jalan raya lebih mudah lagi. Saat kita berada di situasi dimana seperti tidak ada harapan, akan menjadikan kita untuk tersungkur dan meminta bantuan Allah.Semoga hikmah dari kejadian dramatis dan mencengkam itu akan menguatkan keimanan mas Fery dan sahabatku Maya...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

8 comments:

  1. wah, kena banget ke batinb kyaknya kalo ngobrol secara langsung ya?

    ReplyDelete
  2. tolong sampaikan salam hangat dari saya pribadi dan temen2 tuk Pak Fery ya...

    ReplyDelete
  3. wew...!! hebat banget..sungguh menginspirasi ini ceritannya...

    ReplyDelete
  4. @ Willyo, Insya Allah saya sampaikan

    @ rumah ide, bagaimana mengambil hikmah dari kejadian orang lain, supaya kita sadar bahwa kematian itu bisa tak terduga dan sewaktu-waktu

    @ Richarie, semangat terus ya, memotivasi supaya blogger-blogger menulis yang bermanfaat bagi yang lain...

    ReplyDelete
  5. pernah mbak Ami hitung, lebih banyak mana orang yang mati di jalan dengan yang mati di tempat tidur? faktanya lebih banyak yang mati ditempat tidur :)

    ReplyDelete
  6. @ John, aku gak pernah survey. Aku suka nangis aja baca berita perempuan dibunuh sama pacarnya atau suaminya. Padahal itu khilaf sesaat karena emosi...

    ReplyDelete