Ke Jakarta akhir tahun 2010

2 comments
Aku ke Jakarta dari Jogja, Kamis, 30 Desember 2010 jam 06.15 pagi. Memutuskan naik pesawat karena harga tiket pesawat harganya lebih murah daripada tiket kereta api eksekutif ke Jakarta.

Yang namanya perjalanan pasti ada kejadian menegangkan. Seperti misalnya, aku diantar kakakku, sudah dibaca bolak-balik tiketnya, masih beranggapan berangkatnya jam 07.15. Aku berangkat dari rumah jam 05.30 pagi, yang tadinya santai langsung ngebut begitu sadar ternyata jam 07.15 adalah jam nyampe Jakarta. Alhamdulillah Jogja jalanan lancar banget, 10 menit sudah nyampe dari rumah ke bandara.

Masih terhambat masalah pisau lipat Victorinox. Biasanya aku jarang bawa, entah kenapa kali ini aku pengen bawa. Dicegat di pemeriksaan sinar X tas yang dibawa ke kabin. Aku udah tau sebetulnya bahwa pemeriksaan ketat banget soal senjata tajam ini. Sampai lari-lari bolak-balik dua kali dari Gate 2 bandara Adisutjipto ke tempat cek ini. Yang pertama penjaga loket cek ini tidak tau maksudku nyodorin pisau lipat. Balik lagi ke gate 2, dianterin penjaga ke loket cek in, baru setelah dijelaskan, pintu lipat ini dibungkus tersendiri dengan mengisi formulir .Alhamdulillah perjalanan lancar, tidak ada hambatan berarti, bagasi masih utuh dan pisau lipat bisa diambil lagi.

Acara hari pertama dan hari kedua di Jakarta di rumah saja. Pada dasarnya pergantian tahun baru buatku (bahkan ulang tahun) bukan sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang istimewa buatku bila bisa menemukan suatu pemahaman baru, hikmah, atau bisa melihat sesuatu berproses menjadi lebih baik.

Sempet main pingpong dan berdiskusi dengan kakakku. Pembahasan adalah bagaimana menghadapi orang yang suka menjatuhkan karakter, atau mengungkit-ungkit kesalahan lalu padahal sudah berusaha intropeksi. Menurut suatu hadits, di akhirat orang yang suka menjatuhkan orang lain di depan forum (bahkan pribadi) akan digigit anjing yang mengunyah-ngunyah daging manusia hingga terlepas dari tulangnya. Ada pembahasan tentang ini di postingan aku berjudul Hanya Allah yang mengetahui isi hati manusia. Kata kakakku, orang yang mempunyai akhlak yang baik pasti akan memaafkan, dan tetap berusaha menyambung silaturahmi. Selain itu berprasangka baik bahwa seseorang akan berproses menjadi lebih baik. Seandainya enggak, minimal dari pihak kita sudah berusaha.

Mengamalkan ajaran Islam memang perlu bantuan orang sekeliling kita untuk mengingatkan. Seperti di ayat Al Qur'an berikut ini:

Allah berfirman
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al 'Ashr [103] : 1-3)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. kapan ke Surabaya?
    btw. anak siapa tuh yang main ping pong? :D

    ReplyDelete
  2. @ John, hehehe... ntar dikabari kalo aku ke Surabaya dan dikasih tau ya... nama yang main pingpong siapa aja...

    ReplyDelete