Ke Dieng

6 comments
Dieng adalah dataran tinggi 2000 meter di atas permukaan laut. Dampak langsung berada di Dieng buatku adalah bau belerang yang menusuk dan jari-jari tangan yang kaku buat ngetik keypad. Ini foto ku waktu menikmati sunrise di Dieng



Dieng terkenal dengan fenomena alamnya, berupa kawah. Ada kawah yang mengeluarkan gas CO2 yang pekat bernama kawah Candradimuka. Tapi itu kawah yang terlarang untuk dikunjungi. Aku mengunjungi kawah Sikidang yang berupa lumpur mendidih dan bergolak.

Ada juga Telaga Warna yang warnanya berubah-ubah karena efek belerang dan sinar matahari.

Ada beberapa candi, tapi rombongan yang terdiri dari aku, ibuku, kakakku dan keluarganya, serta beberapa keluarga suaminya memutuskan hanya melihat candi dari kejauhan. Oh ya, kita menginap di homestay Tambi, sebuah agrowisata perkebunan teh.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

6 comments:

  1. Assalamu'alaiku Ami ...
    wewh agak telat mampir ke sini nih, harap maklum seminggu terakhir saya banyak di luar kota.
    ternyata topik kita sama yaitu jalan-jalan hhh

    Dieng dengan 200 dpl pasti dingin, kapan ya bisa ke sana? ehm

    ReplyDelete
  2. @ Pakies... lumayan dingin. Acaranya cuman sebentar, karena membawa dua ibu usia lanjut. Ibu kakakku dan ibu suami kakakku. Semoga semua bahagia ya bisa mentadaburi alam...

    ReplyDelete
  3. wah ... sudah sembuh dari pilek nya nih?
    alhamdulilllah lah kalo udah sembuh mbak :)

    ReplyDelete
  4. @ John, alhamdulillah baikan. Lari ke kawah Sikidang udah bisa, padahal 2 hari sebelumnya pinggangnya rasanya patah. Moga-moga John juga baikan ya...

    ReplyDelete