Bogor dan penyambungan tali silaturahmi

2 comments
Di Bogor aku mengunjungi sepupuku. Di tempat ini aku pernah belajar agama Islam, tiap hari Kamis. Pengajiannya diikuti beberapa ibu-ibu, antara 10-20 orang. Membahas masalah fiqh, hadits, tauhid, tasawuf.




Aku juga ke jalan Sudirman, mengunjungi anak kembar bernama Safira dan Safitri. Terus terang aku tidak punya banyak kalimat untuk menceritakan apa yang aku rasakan.

Hanya bisa mengatakan, semoga ini awal yang baik dari sebuah penyambungan tali silaturahmi yang terputus...



Dari Abu Ayyub: 
Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, seraya bertanya, "Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang mendekatkanku dari surga dan menjauhkanku dari neraka? "" Beliau menjawab: "Kamu menyembah Allah, tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyambung silaturrahim dengan keluarga." Ketika dia pamit maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dia berpegang teguh pada sesuatu yang diperintahkan kepadanya niscaya dia masuk surga."(HR. Muslim)



Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi" (HR Tirmidzi)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Alhamdulillah akhirnya bisa juga ketemu dengan buah hati Safira-safitri.
    Walopun saya seorang bapak, tapi bisa merasakan bagaimana bahagianya ketemu dengan anak. terus teras pakies terenyuh dengan kondisi ini.
    Semoga awal yang baik dan dimudahkan diberikutnya amiin

    ReplyDelete
  2. syukurlah kalo udah ketemu lagi sebagai penyembuh rindu. semoga apa yang terputus bisa kambali dan bersama lagi di kemudia hari :)

    ReplyDelete