Safira Safitri dan Andrea Hirata

2 comments
Novel Laskar Pelangi benar-benar membuatku terpana saat membacanya. Ceritanya indah, tapi buat aku pribadi, yang paling tak terlupakan adalah saat Andrea Hirata cerita dia pernah di Bogor. Dia mengontrak kamar di daerah Sempur waktu bekerja di Kantor Pos Bogor. Kalo mau menuju ke tempat kerjanya, dia melewati jembatan, menyeberangi sungai Ciliwung terus ke jalan besar. Jalur itulah yang aku sering lewati dengan Safira dan Safitri.

Waktu Safira dan Safitri berumur 3 tahun, mereka susah banget diajak bobok siang. Segala cara udah deh, abis makan siang mereka dimasukkan kamar, ditutup korden, badannya digosok-gosok, tetap saja cekikikan dan minta keluar kamar.

Akhirnya aku mencoba membuat Safira dan Safitri capek dengan berjalan-jalan. Lumayan jauh sebetulnya, dari rumah jalan Sudirman 56 ke bawah, melintasi jembatan terus ke Sempur. Awalnya hanya sampai dekat jembatan, akhirnya jalan terus sampai ke SD dekat lapangan di Sempur (lapangan kecil di perumahan, bukan lapangan besar yang ada track larinya di dekat jalan besar).

Di deket SD banyak sekali pedagang di sana. Tiap hari aku beliin komik seribuan yang bergambar Barbie, dan masing-masing dapat satu. Kadang beli buku gambar, sering juga beli striker, selain gambar juga huruf-huruf. Cerita jalan-jalan ini sudah jadi rutinitas sampai berbulan-bulan. Sampai akhirnya kita pindah ke dekat jembatan lalu Safira dan Safitri belajar di Taman Pengajian Al-Qur'an dekat rumah.

Safira dan Safitri setiap kali pulang ke rumah selalu bersemangat untuk menempel sticker, atau menggambar di buku gambarnya. Saat menempelkan stiker buah-buahan atau binatang slalu aku jelaskan nama-namanya. Juga menempel stiker dengan huruf-huruf disusun supaya ada artinya. Tapi tetep saja, biarpun jalan pulang pergi lumayan jauh (tanya aja ke Andrea Hirata, soalnya menuruni tangga dari jalan Sudirman sampai ke jembatan Sempur, ditambah melintasi kompleks sampai ke lapangan dekat SD), mereka tetep aja susah diajak bobok siang saat itu...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Yah, begitulah... dulu punya waktu punya balita kembar dirawat baik-baik. Sekarang punya blog, juga diisi dengan konten yang baik-baik (semampuku). Manusia yang aku kenal belum ada yang menjembatani, berdo'a selalu. Sekarang lewat blog, siapa tahu jalannya dipermudah...

    ReplyDelete