Menelepon ke LSM di Jakarta

2 Comments

Pertengahan bulan Juli 2010, aku diajak sama tim sofbol Partha Jogja untuk ngramein acara sofbol di Jakarta. Ini adalah turnamen slow pitch bagi yang berumur 50 tahun ke atas. Kalo fast pitch itu pitchernya melempar bola dengan kecepatan tinggi dengan spin dan beberapa kombinasi kecepatan, kalo slow pitch lemparannya seperti hyperbola (melengkung), jadi catcher gak usah pake masker, body protector, atau leg guard. Rombongan tim Partha ini menginap di hotel Atlet Century Senayan. Aku malah gak motret lapangan sofbolnya, malah aku motret lagi di kolam renangnya...

 


Tadinya pas di jakarta aku mau menyempatkan diri pergi ke salah satu LSM di Jakarta yang punya cabang di Bogor, LSM yang memperjuangkan hak-hak wanita. Tapi kebetulan hari itu hari Sabtu, gak kayak di Jogja yang kemana-mana dekat, jadinya nelpon dulu.

Terus cerita deh kalo aku pengen ketemu anakku, cuman situasi gak memungkinkan, yang beginilah, yang begitulah. Mbak yang menjawab telponku menjawab, intinya, bahwa aku mesti mencoba menguatkan mental, nyiapin dana untuk mondar-mandir Jogja Bogor, dan LSM hanya bisa membantu untuk mengantar ke polisi. Sedangkan sebelum ke polisi harus ada pembicaraan dulu antar keluarga. Nanti bila melapor ke polisi mesti siap untuk mondar-mandir Jogja Bogor, bisa saja beberapa hari sekali. Tapi dari pengalaman LSM itu, bila sudah melapor ke polisi situasi jadi penuh emosi, dan panas. Andai bisa, lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan saja.

Sampai di Jogja, aku bikin facebook baru dengan foto Safira dan Safitri. Aku add nama ayahnya Safira Safitri juga semua nama yang ada di friend listnya. Sekitar awal Oktober 2010 akhirnya muncul tulisan di wall berderet-deret kata-kata kasar dari ayahnya Safira dan Safitri. Aku remove dari daftar teman, dan kontak lewat inbox. Masih juga kasar. Awal November aku add lagi, tapi tidak ada respon, malah ada salah satu temen SDnya mencoba mengontak aku dan sempat saling bertukar informasi. Tentu saja aku jadi tahu versi cerita yang dia ceritakan tentang aku di Bogor.

Masih belum saatnya...

Amy

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

2 comments:

  1. yang sabar mbak ... semua butuh perjuangan :-)

    ReplyDelete
  2. makasih mas John Terro, tau gak rasanya jatuh cinta dengan dunia blogging? kalo lagi keluar kepikiran aja, apa ya yang bisa kutulis. terus malem nyampe rumah pertama kali yang dibuka adalah laptop (sambil berbisik... "I miss you so much"). mungkin masih honeymoon kali aku ya pas aku nulis, hehehe. semua kejadian pasti ada hikmahnya, waktu 4 bulan dalam kandungan nasib kita sudah ditentukan.jalani hidup sambil nyanyi lagunya D Massive "jangan menyerah"

    ReplyDelete