Catatan lama tentang Safira dan Safitri

2 comments
Untuk anakku kembar Safira dan Safitri. Tahukah kalian, Ibu mengetahui Ibu hamil kembar saat kalian berumur 5 bulan dalam kandungan lewat USG. Ibu selalu menikmati masa-masa kehamilan, ada semacam rasa sukacita yang membuat Ibu selalu bersemangat saat mengandung kalian. Ibu selalu melakukan senam hamil, bahkan posisi yang paling disarankan dalam gerakan yoga yang disebut "kucing marah" (kucing marah itu badannya meregang). Minum bergelas-gelas air kacang hijau, buah-buahan, menghindari mi instan, cemilan, sirop dari pemanis buatan, pada pokoknya selalu berusaha makan makanan yang sehat.

Mengandung 2 bayi dalam kandungan bukan hal yang mudah. Lambung Ibu rasanya selalu penuh sehingga tidak bisa makan banyak, biarpun Ibu selalu merasa kenyang tetapi selalu memaksakan diri untuk makan biarpun pelan-pelan sedikit-sedikit. Kandung kencing Ibu juga selalu rasanya didorong ke bawah, sehingga ingin selalu ke kamar mandi. Perut Ibu sebelah kanan ototnya selalu tertarik, jadi setiap saat Ibu mesti menggosok-gosok otot di tulang iga sebelah kanan agar reda rasa nyerinya. Perjuangan lain adalah saat tidur. Posisi tidur tidak pernah lebih dari satu jam. Sebentar-sebentar terbangun karena sesak, mau miring kanan, miring kiri, apalagi terlentang salah semua.

Tapi perjuangan Ibu selama hamil ternyata dibalas kalian dengan saat manis. Posisi kalian berdua saat bulan-bulan terakhir melahirkan mau merosot ke bawah, tanpa terhalang tali pusar, dengan dua kepala di bawah. Ibu sampai "berantem" dengan bidan yang memaksa Ibu untuk operasi sectio, ternyata kalian lahir normal dengan selisih 5 menit. Dokter yang datang terlambat 2 jam ternyata membawa berkah untuk melahirkan kalian secara normal. Karena melahirkan secara normal membuat Ibu kembali pulih jauh lebih cepat dibandingkan operasi, karena dalam jangka waktu beberapa hari Ibu sudah bisa mengurusi kalian tanpa pembantu ataupun babysitter. Kalian lahir pada tanggal 2, bulan 3, tahun 4, atau 2 Maret 2004, tanggalnya benar-benar unik ya.

Setelah melahirkan kalian Ibu masih "berantem" dengan Nenek kamu yang di Bogor. Mereka memaksa kalian diberi susu botolan dengan alasan kalian kembar. Ibu memilih meminum bergelas gelas (seperti saat hamil) kacang hijau dan mengawasi kalian secara ketat agar tidak diberi susu botol diam-diam. Ada kejadian yang membuat Ibu mengamuk dan perang dingin dengan keluarga ayahmu, saat ketauan kalian diberi makanan padat, yang menurut Ibu belum waktunya saat kalian berumur 2 bulan.

Ibu juga mengajari kalian minum susu botol setelah 1 tahun, yang kata Nenek  kamu tidak mungkin, mengajari mestinya harus dari bayi, ternyata Ibu berhasil juga membuat kalian mau minum dari susu botol. Setelah minum susu botol kalian jadi lebih mudah disapih dari ASI setelah berumur sekitar 2 tahun. Setelah umur 3 tahun, perjuangan untuk menyapih kalian dari susu botol membuat Ibu sering terjaga saat malam hari. Saat kalian terbangun malam-malam Ibu mesti menggendong kalian dan membujuk mengganti botol dot dengan gelas.

Safira dan Safitri, kalian terkondisikan menjadi anak yang mandiri, tidak cengeng karena Ibu jarang menggendong kalian, memaksa kalian banyak berjalan, dan hanya menggendong saat benar-benar perlu. Kalian sudah belajar untuk selalu sharing, kadang saling menggigit, tapi lebih sering berpelukan, apalagi kalau kalian dikasih tau Ibu agak keras agar menuruti aturan. Kalian benar-benar anak yang manis, menyenangkan sekali membawa kalian ke supermarket, karena kalian tahu diri, masih kecil bisa menahan diri untuk tidak membeli macam-macam, dengan sedikit negoisasi. Susu cair diganti yoghurt, tidak banyak membeli cemilan atau minuman manis. Ibu lebih menekankan kalian untuk lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan daripada gorengan atau snack.

Safira dan Safitri, saat kalian berumur 2 tahun, Ibu sudah mengajari kalian dengan hitungan sederhana dan huruf latin. Ternyata kalian akhirnya bisa cepat berhitung, membaca huruf latin dan membaca huruf Arab sedikit-sedikit saat umur 4 tahun. Bila di Jogja Eyang Putri mengajak sholat jamaah, kalian selalu bersemangat untuk langsung wudhu dengan menyanyikan lagu

"Baca bismillah sambil cuci tangan
Kumur-kumur basuh hidung basuh muka
Tangan sampai ke siku, kepala dan telinga
Terakhir kaki lalu do'a..."

Safira dan Safitri, betapa beruntung Ibu dikaruniai anak yang cerdas, mandiri, suka mengaji, suka sholat, periang, suka memeluk Ibu, suka bernyanyi sama Ibu... Ibu akan selalu menyayangi kalian. Tidak putus-putusnya Ibu selalu mendo'akan kalian, anak-anakku...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. itu si kembar yah? saya seakan merasakan kerinduan itu T_T

    ReplyDelete
  2. Ma kasih ya mas John... saya rasa saya tidak sendirian mengalami hal ini. Banyak juga yang lain, dan mereka tidak seberuntung saya yang punya keluarga yang menyayangi saya dan tetap menerima saya apa adanya...

    ReplyDelete