Safira dan Safitri itu kembar identik

4 comments
Setelah berbulan-bulan aku kehilangan sosok Safira dan Safitri yang menghilang dari bayanganku, sekarang mulai tambah jelas lagi.

Kadang aku gak enak ngebahas Safira dan Safitri, takut yang ngebaca jadi bosen. Tapi ini blog aku, jadi ya aku nulis aja. Soalnya ada saran jangan nulis tentang masalah kita, supaya diserahkan pada Allah, mmm... aku nulis dari pengalamanku saat bersama mereka masak gak boleh.

Safira dan Safitri itu kembar identik. Saat aku melahirkan, ada satu ketuban dengan dua ari-ari. Mereka lahir normal. Dua-duanya kepalanya di bawah saat berada dalam kandungan. Kalo lahir sungsang yang menyulitkan itu saat di perut kaki di bawah. Selisih lahir 5 menit.

Bagaimana rasanya hamil kembar? Wow, perutnya penuh banget. Sebentar-sebentar ingin ke kamar mandi. Bobok gelisah terus, miring salah, apalagi telentang, sesak napas. Alhamdulillah, masih beruntung sih gak banyak bekas guratan di perut. Kakiku juga gak varises. Aku cukup rajin olesin krem buat ibu hamil dan mijitin kaki yang suka bengkak saat hamil.

Safira dan Safitri diberi ASI dan tidak boleh dikasih susu botol sama aku. Terpaksa mereka kemasukan susu botol karena rumah sakit ngasih mereka. Rumah sakit dekat istana Bogor. Sebetulnya Ibunya boleh menyusui, cuman karena lokasi kamar bayi yang jauh dan tiga hari pertama aku gak bisa jalan, mencoba jalan mau rubuh, aku ikhlaskan deh. Jadi setelah pulang susu kaleng aku buang. Masih ditambah ribut dengan kakak ipar dan mertua yang saranin ngasih susu botol (alasannya kembar dan saat itu aku serumah). Sekarang digalakkan ASI untuk kembar juga. Irfan Hakim yang anaknya kembar malah istrinya rajin memompa ASI saat mau berangkat haji. Jadi saat bayi berumur 5 bulan Irfan Hakim dan istrinya berangkat haji dengan persediaan ASI di freezer satu kulkas penuh.

Pernah beberapa hari setelah melahirkan, kakiku kram, susah jalan. Setelah memutuskan melakukan salah satu gerakan yoga yaitu mengangkat kaki ke atas panggul disangga tangan, Alhamdulillah kakiku jadi enakan lagi. Terus soalnya aku merasa isi perutku sempet kacau balau gara-gara kehamilan, aku sering melakukan gerakan ini. Menurutku sih enak banget, abis gitu badan langsung enteng, gampang tidur. Kalo dengerin gelombang alpha aku juga duduk di kursi malas dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala dan tanpa bantal.

Posisi ngebalikin tubuh menurutku cukup efektif untuk membuat tubuh tidak menumpuk lemak pada daerah tertentu. Mengangkat kaki ke atas adalah salah satu proses self healingku selain memijiti sendiri titik refleksi dan olah napas.

Sekedar cerita, aku juga memperbaiki sikap shalatku. Saat duduk mesti tegak, dan sujud dengan mendekatkan dada ke sajadah, siku mengarah keluar. Tapi paling penting dari itu semua adalah penyerahan jiwa. Ditambah usaha memperbaiki diri agar ikhlas lilahi ta'ala dari setiap perbuatan yang aku lakukan. Aku tidak tertarik I Pod saat traveling karena aku lebih memilih berdzikir.

Barangkali kalo berangkat umroh ato haji orang di pesawat rajin dzikir, tapi kalo mau ke Singapur khusus buat shopping misalnya masih ingat dzikir gak? Setelah shopping masih ingat buat ngebagiin kaum miskin yang membutuhkan gak?

Kalo ada yang nanya, emang enak gak stylish kayak yang lain. Aku bilang aja, aku diberi kesempatan Allah untuk merasakan surga di hatiku dengan selalu menyebut nama Allah. Aku gak terlalu butuh lagu aneh-aneh, kadang sih nyanyi, aku juga suka nyanyi, tapi udah jarang.

Safira dan Safitri punya wajah mirip. Kalo baru kenal pasti gak bisa ngebedain. Tapi kalo udah deket tau, Safira lebih vokal dan pemberontak, Safitri lebih suka ngelucu dan pemalu. Safira lebih pintar menulis, Safitri lebih pintar menggambar. Dua-duanya memegang alat tulis dengan tangan kiri. Cuman menurutku Safira kidal, Safitri ikut-ikutan aja. Tapi kalo makan mereka dilatih dengan tangan kanan, apapun yang terjadi.

Ada pemain sofbol angkatan adikku yang aslinya tidak kidal. Karena SDnya di Amrik dan sandaran tulisannya di sebelah kiri jadi memutuskan menulis dengan sebelah kiri (ceritanya loh). Dia double handed, tangan kanan bisa, tangan kiri juga bisa.

Di softball orang double handed sudah biasa, terutama posisi mukul. Kalo bisa mukul dengan gaya left handed akan memudahkan seseorang lari ke base satu, dan trik penjaga base satu agak kagok dengan bola cepat ke arahnya.

Dari kehamilan, yoga, double handed, sofbol, obrolanku melenceng kemana-mana nih.

Mohon dimaafkan yah, suatu saat kalo pikiranku tidak campur aduk akan dibahas satu topik dengan detil.

Buat Safira dan Safitri, kalian pernah ada di rahim ibu, dua sekaligus. Tidak ada yang berhak mengingkari itu, karena Allah selalu mengawasi. Mungkin orang sekeliling kalian mengaburkan cerita, tapi kebenaran akan muncul. (Dan jiwa Jedi jadi-jadian muncul lagi dengan meneriakkan slogan). May Allah be with you...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

4 comments:

  1. walaupun tulisan mbak ini kadang ke mana-mana dan sedikit saja nyrempet judul, saya maklum aja kok mbak... semoga beban pikiran di benak mbak, bisa berkurang dengan tertuangnya tulisan ini dan lainnya :)

    ReplyDelete
  2. wah,postingannya menarik lho mbak,jadi tau cerita tentang safira dan safitri.klu ada waktu,kunjungi blog ane ya

    ReplyDelete
  3. gapapa mbak,,
    eh aku juga pengen loh punya anak kembar apalagi kalo cowok-cewek, kayaknya seru :p

    ReplyDelete
  4. @ Ajeng, hari ini curhatan banget

    @ i-one, iya deh ke blognya sering2 update yah

    @ YeN, anak kembar itu langka loh Yen... cari pasangan dulu... haha

    ReplyDelete