Waktu berlalu begitu cepatnya

5 comments
Waktu itu relatif. Sebetulnya aku masih gak ngerti juga dengan teorinya Einstein yang katanya ada suatu tempat waktu itu bisa jalannya berbeda dengan di bumi ini. Pokoknya iya deh, Mr. Einstein. Ada yang mau jelasin soal teorinya Einstein ini gak?



Tapi saat menunggu dalam kegelisahan dan tidak tahu mesti berbuat apa, waktu rasanya lama sekali. Berbeda dengan saat berbunga-bunga berdekatan dengan pujaan hati, waktu itu akan cepat sekali. Barusan aja ketemu, tau-tau jam rasanya muternya kecepetan udah waktunya berpisah lagi.

Seorang ibu, kalo anaknya nikah, biasanya terharu terus komentar, rasanya masih baru kemarin menggendong dia, sekarang kok udah jadi milik orang lain. Dan nikah itu adalah awal perjuangan panjang untuk proses berbagi.

Setelah bla bla bla, akhirnya cerita deh waktu versi yang aku rasain. Tentu saja pernah kepikiran, pengen balik lagi ke masa sekolah dulu, hepi dan tidak mikirin tanggungan macem-macem. Fisik lagi fit fitnya. Tapi gak mungkin kan, jadi dinikmati saja rambut yang mulai tumbuh uban, keriput di wajah, gigi mulai goyah, mudah capek. Semoga pikiran tetap tajam supaya bisa menasehati masalah yang terjadi bila anak sudah berkeluarga suatu saat nanti (kepanjangan ya bayanginnya, si kembar anakku masih kelas 1 SD, itu juga kalo ketauan dia ada dimana, sok yakin aja pokoknya ntar bakal ketemu lagi).

Tapi buatku waktu berlalu cepat sekali. Anak didikku di playgrup setiap harinya bertambah pintar, dan setiap tahun ajaran akan ada perpisahan. Semua menempel di hati, karena saat berbincang-bincang suka mengingat dulu si ini begini, si itu begitu, lucu banget yah.

Bila diisi dengan kegiatan positif maka hidup akan terasa bermakna. Bila sesekali iseng melakukan kenakalan akan jadi memori berkesan, asal jangan kelewatan. Tapi bila melakukan kejahatan, pasti akan menyesal.

Semoga di waktu yang berjalan cepat sekali bagai kedipan mata ini kita bisa mengisinya dengan hal positif yah....
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

5 comments:

  1. amin, inspiratif terus neh tulisan mbak Ami :)

    ReplyDelete
  2. aslmkum..
    buat aku yg kuliah smster akhir, waktu cepat banget-bnget berlalunya bu'
    hihihi

    deadline selalu mengejar, tau - tau ntar sudah d akhir smter aja. (curhat sedikit..)
    hehe

    smoga saya bisa mgisi waktu yg sngkat ini dengan hal2 postif ya bu guru. amieenn

    ReplyDelete
  3. Ya semoga bisa terus diisi dengan hal positif, Mbak.
    Bicara waktu, saya sangat menyesali kehidupan masa muda yang tersiakan. Beruntung sekarang saya bekerja di salah satu universitas di Bengkulu, Tuhan beri saya kesempatan untuk bisa dekat dan memotivasi teman-teman mahasiswa. Kata kunci yang saya gunakan 'Betapa beruntungnya orang-orang yang telah mengerti makna hidup sejak dia muda'.

    ReplyDelete
  4. saya juga merasakan seperti waktu tersa berjalan lebih cepat, misalnya saat bulan ramadhan tiba, saya sll berfikiran, "koyo'e poso koyo rong suwi, wes teko meneh posone" yang penting tetep berusaha lebih baik dari waktu2 yang sudah kita lewati

    ReplyDelete
  5. mbak, aku baca posting yang lost identity itu. hehehe mbak semangat aja ya. emang gitu mungkin jalan yang harus mbak hadapi ;) soal anak pasti nanti bakal ada jalan keluarnya kok karena banyak yang ngalamin sama kaya apa yang mbak alamin. semangat mbak, terus berzikir karena Allah pasti mendengarnya.

    ReplyDelete