Lembaga Perlindungan Anak

10 comments
Akhirnya aku berhasil menemukan no telepon LPA Bogor. Setelah browsing sampai berhalaman-halaman, kirim e-mail ke beberapa lembaga, dan nelpon interlokal ke beberapa kota siang-siang. Fiuuuh... Alhamdulillah...

Dulu aku pernah nelpon ke LSM waktu ke Jakarta, sepertinya tidak cocok. LSM yang membantu wanita ini hanya mau mengantar ke polisi setelah mediasi sendiri oleh pihak keluarga. Dan juga katanya menyiapkan dana tidak sedikit termasuk untuk bolak-balik Jogja Bogor.

Tapi LPA cara kerjanya lain. LPA lebih mengarah ke perkembangan jiwa anak. Mereka mau untuk mencoba mediasi ke keluarga yang mengasuh anak, mempertemukan anak dengan psikolog untuk diketahui efek dari keributan ayah ibunya pada perkembangan jiwanya. Ternyata ortu bertengkar bisa ngefek negatif ke anak, anak bisa lost identity. Itulah makna dari memperjuangkan menyambung tali silaturahmi kekeluargaan menurut ajaran Islam.

Btw, malam ini aku lagi di Amplaz lagi, mau beli roti untuk dimakan bareng guru lain. Guru-guru lain jarang ke mall. Salah satu caraku agar tetap waras (hehehe, kayak pernah gila aja yah) adalah sering-sering berbagi kebahagiaan dengan orang lain...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

10 comments:

  1. baguuus....hehehe
    lanjutkan! :p

    ReplyDelete
  2. @ YeN, thanks. slow but sure...

    ReplyDelete
  3. banyak jalan menuju mekkah, asal mau terus berusaha pasti ketemu kok, senang juga kan akhirnya seelah berusaha mencari LPA, saya ambil pelajarannya saja, bahwa menginginkan sesuatu kalau ada usaha untuk meraihnya pasti tercapai, sesuatu yang sudah "nyepak" kalau orang jawa bilang kalau tak ada kemauan untuk mengambilnya pastinya juga tidak akan mendapatkannya, maaf kalau OOT he... he...

    ReplyDelete
  4. apapun perbuatan ortu bisa mmbri hal positif dan negatif bg anak.. jd lbh baik juga kl ortu ikut diajak berdiskusi dgn psikolog mengnai mslh yg mrk hdpi...

    ReplyDelete
  5. mbak Ami, makasih atas comment sm pujiannya... kalau mau tau cara buat blogspot mobile bisa dibaca pd postingan aq yg terbaru..

    ReplyDelete
  6. hope the best for you and safira and safitri...

    amiiiiin...

    ReplyDelete
  7. Do'a saya untuk mbak Ami, Safira dan Safitri...semoga cepat dipertemukan dan mendapatkan solusi terbaik dari permasalahn yang berselimut sejak dulu.

    ReplyDelete
  8. pengen bantu mbak ami deh, tapi belum tau fokus masalahnya apa sampe si anak ga boleh di bawa mbak :) kalo nanti tau, saya bisa cari tau dari link saya buat nyoba buka celah. ini saya komen sambil ngoprekin arsip mbak, siapa tau dapet petunjuk dari posting. hehehe have a nice day mbak ☺

    ReplyDelete
  9. @ ata dulu yah... Ini kisah kompleks. Tokoh sentral sebetulnya neneknya, waktu suaminya meninggal dipesenin hidup sederhana, banyak menolong orang. Hidup sesuai ajaran Islam lurus. Tapi milih banyak beli baju, masak2 dan slametan. Dan akhirnya saat anaknya sukses dengan usaha bengkel jadi bangga padahal bantuan penasehat spiritual. Sudah telanjur basah, akhirnya jadi bemper kesalahan anak-anaknya. Ayahnya Safira Safitri itu kayak anak kecil aja. Bilang ke aku gini, kamu mesti balik ke aku, kabur dari keluargamu. Kalo gak mau, kamu gak boleh ketemu Safira Safitri. Dan idenya yang ngawur ini didukung keluarganya untuk menutupi kebohongan dengan kebohongan. Aku udah tau dari dulu, cuman proses mencari kestabilan emosi itulah butuh waktu...

    ReplyDelete
  10. LPA itu sama ga sih mbak dengan KPA yang dipimpin kak seto?

    ReplyDelete