Sedekah secara diam-diam

7 comments
Minggu, 9 Januari 2011, aku diajak sobatku ke Gedung Wanita untuk mengikuti tabligh akbar. Di latar belakang panggung ada tulisan besar berjudul HIDUP DENGAN AL QUR'AN.


Pembicaranya adalah syeikh Ali Muhammad Ali Jaber. Beliau menyatakan bahwa sedapat mungkin kita selalu sedekah. Dan sedekah terbaik adalah apabila tidak diketahui orang lain.Diibaratkan dari 100 sedekah, usahakan ada 1 yang hanya diketahui oleh Allah dan kita sendiri. (Perlu imajinasi dan kreatifitas nih, supaya bisa membantu orang tanpa diketahui orang lain. Paling mudah adalah memasukkan uang dalam kotak sumbangan dengan amplop tanpa nama).


Beliau memberi contoh, ada seorang kaya yang tiap malam menaruh sekarung beras di rumah orang miskin setiap tengah malam. Setelah menaruh karung beras, pintu rumah itu diketuk lalu ditinggal pergi. Hal itu dilakukan puluhan tahun, dan baru diketahui setelah orang yang dermawan ini wafat. Saat jenazahnya dimandikan, di punggungnya ada bekas seperti pada punggung seorang kuli panggul beras, padahal dermawan ini seorang yang kaya raya dan bukanlah pemanggul karung beras. Inilah contoh seseorang dermawan yang bahagia melakukan sedekah tanpa diketahui orang lain.

Melakukan sedekah tanpa diketahui orang lain, hanya untuk Allah semata, menunjukkan keikhlasan seorang manusia. Inilah perbuatan yang Allah ridho. Dan bila Allah ridho pada perbuatan seseorang, maka orang itu akan ditenteramkan hatinya, dimudahkan urusannya dunia dan akhirat. (Aku mikir, siapa sih yang nggak mau hidup dengan hati tenang, setiap ada masalah dimudahkan urusannya. Hanya dengan bersikap ikhlas pada setiap perbuatan kita. Apakah dalam hal tersenyum, membantu mengangkat tas orang lain misalnya. Dan memberi bantuan dalam bentuk barang atau uang pada orang yang benar-benar membutuhkan. Tentu saja kalau ada kesempatan memberinya tanpa diketahui orang lain).

Ada tantangan yang diberikan oleh syeikh. Pertama adalah, bisakah kita melakukan sesuatu yang membuat Allah ridho padahal hati kita masih berat untuk melakukan. Contoh yang diberikan adalah untuk wanita, sanggup nggak memakai kerudung bagi yang belum memakai kerudung. Yang kedua adalah, bisakah kita meninggalkan sesuatu yang Allah tidak ridho. Contoh, lagi-lagi untuk perempuan, sanggup nggak wanita meninggalkan kebiasaan menggosip (Aku mikir, wah, syeikh ini lho, contohnya kok tentang wanita saja. Apa karena ada hadits mengatakan di neraka banyak wanita. Tapi tentu saja ada ayat Al Qur'an menyatakan bahwa mukmin, baik laki-laki atau perempuan akan masuk surga).

Sebetulnya selain tauziah ini, juga ada pengantar melalui video dari Pak Yusuf Mansyur. Dan ada cerita tentang sekolah penghafal Al Qur'an.

Acara ini ditutup dengan doa bersama. Doa dalam bahasa Indonesia supaya dipahami bersama. Dan diakhiri dengan ucapan "Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adza bannar".

Allah berfirman
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At Taubah [9]:72)


Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda 
"Wahai para wanita, perbanyaklah sedekah dan istighfar, sungguh saya melihat kebanyakan kalian adalah penghuni neraka". Lalu seorang wanita berbadan gemuk dari mereka bertanya "Wahai Rasulullah, kenapa kami yang paling banyak masuk ke dalam neraka". Beliau menjawab "Kalian banyak melaknat dan mengkhianati perlakuan suami, saya tidak pernah melihat makhluk berakal yang akal dan agamanya kurang selain kalian." Wanita tersebut kembali bertanya "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kekurangan akal dan agama?". Beliau menjawab "Adapun akalnya kurang disebabkan karena kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang laki-laki. Ini termasuk dari kekurangan akal. Kalian berdiam beberapa hari tidak shalat dan berbuka di bulan Ramadhan adalah bukti kurangnya agama kalian." (HR. Sunan Ibnu Majah)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

7 comments:

  1. dari sekian banyak pilihan dan jalan menuju ke sana yg di sediakan oleh-Nya, semoga kita gag termasuk yang salah langkah, amien :)

    ReplyDelete
  2. Meskipun rezeki sudah di atur olehAllah, tetapi kita tetap dituntut untuk berusaha sendiri. Cicakpun berusaha mendekati tempat terang dimana di sana banyak nyamuk... semoga kita semua termasuk orang2 pilihan seperti yang mbaknya katakan...

    ReplyDelete
  3. belajar dari sini bagaimana berbuat semata-mata mencari ridha Allah, tentunya semua perlu latihan dan do'a untuk mencapai keikhlasan itu.
    Semoga saya bisa mencontoh Mayat yang punggungnya membekas, amin

    ReplyDelete
  4. banyak cara untuk bersedekah, bersedekah secara terang-terangan pun juga bisa memberi manfaat, agar yang lainnya ikut mencontoh :D

    ReplyDelete
  5. Jarang orang yang mau melakukannya, terlebih kalau sedekahnya hanya mengharapkan balasan dan sanjungan ....

    ReplyDelete
  6. subhanallah... semoga kita bisa mencontoh beliau yak.. mulai dari yang kecil-kecil, asal rutin.. insya allah luar biasa.

    happy ngeblog!

    ReplyDelete
  7. @ Genial, semoga kita selalu berada di jalan lurus

    @ Masjid Kita. Tawakal adalah berusaha lalu diserahkan semua pada Allah. Ibarat burung, yang mau terbang akan pulang dalam keadaan kenyang. Semua ada rejekinya masing-masing, tapi mesti mau berusaha.

    @ Pak Is, setuju. Bicara memang mudah, prakteknya butuh proses dan konsistensi. Semua usaha ada ujiannya masing-masing. Karena dunia yang fana ini hanyalah ujian keimanan, keikhlasan dari Allah.

    @ John, makanya kalo bisa ada yang dirahasiakan. Tentunya sedekah yang kelihatan pasti ada manfaat. Tapi kalo pihak yang memberi menceritakan ke orang lain dengan mengharapkan pujian, ada kemungkinan tidak jadi mendapat pahala malah dilaknat Allah.

    @ Rubiyanto, orang lain boleh sombong, tapi sebaiknya kita selalu intropeksi supaya tidak ikutan. Saya sendiri suka keceplosan cerita soal memberi ini. Yah, diusahakan selalu intropeksi.

    @ Gaphe, terharu nih, kalo ternyata tulisanku membuat ada yang berniat untuk sedekah, hiks hiks hiks, ma kasih ya...

    ReplyDelete