Sampaikan walau satu ayat

Leave a Comment
Dua hari yang lalu Ibuku mengundang seorang ustadzah dan seorang ustadz di rumahku.

Bu Yannik, ustadzah ini menjelaskan tentang rencana umroh yang akan diikuti kakak-kakakku. Ini keputusan Ibuku dari peninggalan almarhum Bapak, karena kakak-kakakku semua Alhamdulillah berkecukupan sudah memiliki rumah, kendaraaan. Tiga kakakku dan suaminya (ada yang membawa anaknya) semua sudah berangkat haji, karena itu mereka berangkat umroh. Sedang jatah aku berangkat haji, dan waiting listnya masih lama bisa 5-6 tahun ke depan kalo mendaftar sekarang.

Bu Yannik ini sudah akrab sekali dengan keluargaku, sudah melihat perkembangan hidupku sejak awal aku menikah. Jadi aku minta saran-saran beliau untuk menghilangkan kegelisahan hati.

Bu Yannik mengatakan padaku agar aku meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak dan selalu mengingat Allah. Karena dengan semua itu Insya Allah aku bisa mengatasi masalah-masalahku dengan bijaksana.

Sedangkan pak Pasir, sama-sama dosen UII seperti kakakku tertua. Pada pengajian keluarga besar Ibu dan Bapakku di Jogja untuk mengenang almarhum Bapak, beliau mengingatkan agar manusia selalu mempersiapkan diri pada kematian.

Tiga hal yang amalan yang tetap akan berlanjut sesudah mati adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do'a anak sholeh. Saran beliau, ajarkan sendiri anak-anak kita membaca Al Fatihah, karena itulah bacaan paling banyak yang selalu dibaca saat shalat.

Aku memang pernah bertukar pikiran dengan sesama guru Playgrup. Tidak harus menjadi seorang guru untuk memberikan ilmu (yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat). Manusia yang hanya memberikan satu saja ayat Al Qur'an dan pemahamannya pada seseorang, apabila itu mengena dan diterapkan maka pahala kebaikan akan berlanjut walau manusia yang memberikan pemahaman itu sudah meninggal. Dan berlanjut apabila yang diberikan pemahaman menjelaskan pada orang lain lagi, dan seterusnya.

Allah berfirman
"Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya." (QS Al Kahfi : 57)


Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar dari Bani Isra'il dan itu tidak apa (dosa)). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka". (HR. Bukhari)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment