Ketika uang Gayus berbicara

4 comments
Money talks. Semua sepakat ada konspirasi besar di belakang Gayus. Aku sebagai orang awam hanya bisa mengikuti perkembangan lewat pendapat orang lain, apakah pakar hukum, pakar ekonomi, pakar bidang pajak, terakhir pakar wig.

Gayus itu suka menolong dan sayang keluarga. Dia menolong perusahaan yang ingin mengirit membayar pajak dan Gayus mendapat hasil yang besar, sampai angka nolnya berderet seperti kereta api. Saat di penjarapun, orang-orang ingin mendapat cipratan dari uang miliknya yang membuat dia bisa jalan-jalan sampai ke Bali. Penjara baginya bukan penjara, penjara bisa dibeli. Alasan petugas penjara karena dia butuh uang sangat mendesak (mendengar berita begitu langsung mbatin... alesan klasik, kayaknya berita di koran para maling kelas teri sampai kakap juga beralasan begitu). Sedangkan alasan Gayus karena dia sangat kangen sama keluarganya.



Masalah tolong menolong ini jadi bencana, Gayus jadi nangis di pengadilan, semua pejabat di penjara yang terkait diberhentikan. Dan kita masih menantikan bakal ada cerita apalagi kali ini, siapa yang akan bisa dibeli oleh Gayus. Tolong menolong itu boleh, selama menggunakan uang halal dan tidak merugikan siapapun. Kecuali yang ditolong sama sekali tidak tahu asal uang itu, misalnya pengungsi yang dapat bantuan dana dari orang yang tidak dikenalnya. Rejeki halal akan membuat hidup kita mendapat barokah dari Allah, hidup menjadi lebih tenang dan tidak merasa gelisah.

Aku punya guru ngaji privat, seorang wanita sedikit lebih muda dari aku. Guru ngajiku ini tidak mau dibayar, tapi dia mau diberi sesuatu barang yang dia meyakini itu berasal dari uang halal dan memberinya dengan ikhlas, tanpa pamrih. Guru ngajiku bilang "saya mendapat uang dari berdagang, soal ilmu dari Allah nilainya adalah pahala, bukan uang..."
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

4 comments:

  1. saat ini seoLah persepsi orang sudah terboLak-baLik. dimana cara-cara yang di Larang justru diLakukan, dengan kata Lain yang haram sudah menjadi biasa dan korupsi/koLusi di anggap rezeki. hmmm....

    ReplyDelete
  2. iya om, terima kasih ya mau komen. Maaf saya komentar di om rame, udah kebanyakan, keliru lagi. yang komen soal tanggal Idul Adha itu Warung Ubuntu. Setelah saya cek, tidak ada tempat komen... sekali lagi ma kasih...

    ReplyDelete
  3. hahahaha...
    rupanya Mbak Ami sudah bisa menebak gaya bLogging saya. yakni, sering bersLiweran diberbagai bLog tapi jarang komentar.

    ndak apa2 Mbak, yang kemarin itu bisa saya makLumin. justru menjadi kenang2an cantik buat saya. begitupun saya mengucapkan trims mendaLam, Mbak Ami sudah bersedia mengunjungi bLog gado-gado miLik saya.

    ReplyDelete
  4. iya, om rame banyak kasih trik supaya seneng menulis. inspirasi bisa dari mana aja

    ReplyDelete