Berjuang untuk ikhlas

5 comments
Sempet merasakan lost identity (kehilangan jati diri) selama bertahun-tahun, depresi berkepanjangan, akhirnya aku bangkit lagi. Rasanya kayak jiwanya mati, gelisah, mimpi buruk berada di labyrinth (jalan yang berputar-putar tanpa pintu keluar).



Pencarian jati diriku  kutemukan bertahap (mulai terang sejak 2010 ini) diawali dari buku The Secret. Kata buku ini sih, ini buku bersifat unversal bisa untuk semua agama. Intinya adalah apa yang kita pikirkan akan menarik ke dalam kehidupan kita.

Here are 3 rules that govern the law of attraction

1. You attract what you are.
If you are an unhealthy person then you will attract an unhealthy lifestyle. You may end up with a whole bunch of health problems because of who you are. If you want to attract health into your life you need to become a healthy person. If you don’t like what you are attracting into your life then you need to look at who you are and who you need to become to attract what you want.

2. Your beliefs are the root to what you attract.
Your beliefs drive your behaviour. The results you have in your life are a direct result to what you do, or in others words the behaviour that you have. You can’t attract success if you don’t believe that you can have success. Your beliefs will make you behave in a way that will produce the results of a non-successful life.

3. Change is required to attract what you want.
If change weren’t necessary then you would already have everything that you want. To have a different result in your life you have to change. The degree of what you attract is directly related to how much you change. If you barely change you will have very little, if any change. If you change a lot you will have a large change in what you attract.



Lalu adik bungsuku tercinta, pecinta buku (dia penulis buku sejarah Jepang di Indonesia), mengirim buku Quantum Ikhlas buatku. Di buku ini sekaligus diselipkan CD dengan gelombang alpha (penjelasannya untuk mengupgrade otak). Aku sempet mencoba membantu ke teman dengan meminjamkan CD dan buku Quantum Ikhlas, tapi lebih banyak yang tidak tertarik (padahal mereka sedang dalam masalah, menunggu pekerjaan gak ditrima-trima, terpukul gagal jadi anggota dewan, tidak punya pekerjaan, ditinggal istri). Namanya lagi belajar ikhlas, jadi mencoba ingin membantu tapi tidak diterima sarannya, berusaha menerima (kecewa dikit pada awalnya)...

Terus terang saat aku mencoba meminjamkan buku ke teman aku, aku masih belum bisa mendefinisikan tentang ikhlas. Tapi membayangkan yang indah-indah sambil relaksasi mendengarkan CD gelombang alpha membuatku nyaman.

Akhirnya kutemukan apa ini zona ikhlas, aku lebih cocok dengan ini dibandingkan dengan zona nyaman atau comfort zone. Ikhlas ada definisinya di blog Mengharap ridho Allah semata, yaitu memurnikan tujuan amal tujuan hanya pada Allah. Salah satu cara masuk ke zona ikhlas adalah kita berusaha berniat melakukan perbuatan yang baik dengan mengucap lilahi ta'ala dan saat akan
melakukan perbuatan diawali dengan bismillahirrohmanirrohim.

Jadi sekarang kuperjuangkan untuk hidup agar bisa selalu ikhlas. Bekerja dengan ikhlas, juga berolahraga demi kesehatan, ngeblog (mengeluarkan uneg-uneg, kalo tidak dikeluarkan ribut aja di kepala), termasuk ngumpul sama temen-temenku kemarin di Excelso. (Alhamdulillah temenku yang tinggal di Kaliurang lereng Merapi selamat, temenku yang bolak-balik Jakarta-Jogja akhirnya bisa mampir Jogja lagi setelah bandara Adi Sutjipto dibuka)...

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

5 comments:

  1. Kunjungan perdana dan salam kenal..

    hehehe, awalnya aku kesini karena lihat namannya "ami", sama seperti nama panggilanku..

    Huft, keren tulisannya, tapi dasar English ku payah... jadi ga nyambung di tulisan yg English..wkwkwkwwkk

    soal buku kuantum Ikhlas, memang keren... tapi yg pasti, makna dari Ikhlas adalah ketika kita tak berharap apapun kecuali dari ridho Allah.. senang ya monggo (klo Allah ridho) susah ya dijalani ( asal Allah Ridho), tapi bukan Ridho rhoma ya.. ntar nyanyi lagi...wkwkwkwkwk

    Semoga kita bisa jadi sahabat, Semangat!! ^_^

    ReplyDelete
  2. Salam kenal di kunjungan perdana.

    Berjuang terus untuk keikhlasan. Apalagi bagi seorang guru, yang sejatinya menjadi tarbiyyah bagi anak didiknya.

    Maju terus...

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum kedua Ami (Ami yang punya rumah dan Ami "Cerita Hujan")
    Berkali-kali mengunjungi beberapa blog ada istilah quantum ikhlas. Jadi penasaran, maklum belum pernah baca.
    Saya setuju bahwa untuk berbuat keikhlasan bukan perkara gampang, benar bahwa butuh perjuangan. Ikhlas sangat tipis dengan riya' dan keduanya berhubungan langsung dengan sang Khalik.
    Makasih Ami, kapan-kapan aku nyari buku itu kalo pas ke kota. Maklum kita tinggal di pedesaan.

    ReplyDelete
  4. @ Mbak Nyayu Amibae... semangat kembali

    @ Imam S, salam kenal kembali. terima kasih

    @ Djangan Pakies punya CD/DVD player? diselipin CD di buku pertama dan DVD di buku kedua. Ada hard cover dan soft cover. Nyarinya bukan di bagian psikologi tapi best seller (dulu saya sih nemunya di situ)

    ReplyDelete
  5. Menambah wawasan saya tentang Law of Attraction. Dan bila itu digabung dengan keikhlasan, bisa jadi sebuah kombinasi yg hebat :)

    ReplyDelete