Azab bagi yang mengingkari petunjuk Allah

3 comments
Sekolah lagi setelah libur panjang pasca letusan merapi 8 November lalu. Seneng banget bisa ketemu anak-anak balita lagi. Polos, selalu ingin bermain, tapi ributnya itu lho... kalo udah ketemu temennya pasti kegiatan favoritnya kejar-kejaran.



Topik minggu ini adalah masalah Idul Adha dan hewan kurban. Jadi aku bercerita tentang nabi Ibrahim yang mengajak anaknya jalan-jalan ke bukit Jabal Qurban (belum tega cerita ke anak 2 tahun bahwa mimpi Nabi Ibrahim menyembelih leher Nabi Ismail).

Waktu anak-anak mewarnai gambar domba, aku baca-baca buku kisah 25 Nabi. Kok tercenung ya... ternyata azab itu memang ditimpakan pada tempat dimana banyak orang-orang melanggar perintah Allah. Yang beriman akan diselamatkan Allah, dan yang ingkar kena azab. Contoh sederhana dulu, Nabi Musa menenggelamkan Fir'aun dan kroninya. Terus Nabi Nuh menyelamatkan orang-orang yang mau naik ke kapal, yang percaya pada petunjuk Allah akan selamat. Kisah Nabi Luth yang menyelamatkan orang yang mau percaya pada ajarannya, sisanya kotanya hancur kena hujan batu. Dan beberapa Nabi yang lain ceritanya juga tentang menyelamatkan orang-orang yang mau percaya pada ajaran dari Allah.

Bila banyak bencana di Indonesia, itu bisa jadi azab bagi orang yang menentang ajaran Allah, tapi bisa jadi ujian kesabaran bagi yang merendahkan diri pada Allah. Hikmah positif yang terjadi sekarang, saat Indonesia banyak bencana, banyak orang berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang sedang terkena bencana...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

3 comments:

  1. loh itu anak2 lagi pada ngegambar sambil di ajak mendengarkan cerita kisah nabi, kira2 kelar engga tuch gambar mewarnai dombanya? :)

    Azab bisa jadi bagi yang ingkar. tapi kang andi seneng nyebutnya gini. "peringatan bagi yang ingkar dan nikmat bagi yang beriman" loh penjelasannya gimana? monggo bu, di lanjutkan :)

    ReplyDelete
  2. Orang-orang seperti ini di Indonesia langka, ini masuk pada cagar alama :) harus dilindungi
    semangat juang di dunia pendidikan yang begitu tinggi mengingatkan saya pada film Laskar Pelangi.

    semoga yang lainnya bisa mencontoh
    kangen dengan suasana khazana keilmuan dengan niat tulus ingin mencerdaskan regenerasi bangsa.
    tetap semangat bu guru.....

    ReplyDelete
  3. @ kang Andi. pada dasarnya berat ya mendengar kenyataan pahit, yang gak mau shalat akan masuk neraka. neraka itu panas, menghanguskan kulit, dan orang di neraka akan cacat kulitnya. kita nawar, aduh, jelasinnya yang enak dong, ceritain surga aja deh.

    soal anak-anak, itu intriductonnya cerita dulu, baru mewarani... bgitu

    @ kholil azis. guru di Indonesia banyak, gak cuman saya aja, bukan barang langka, hehehehe. yang membedakan adalah guru yang idealis, nyari kepuasan ingin mencerdaskan anak-anaknya. dan bila anak-anaknya menerapkan ilmu yang diajarkan (terutama untuk kebaikan dunia dan akhirat), itu ilmunya akan tetap menjadikan amalan baginya biarpun sudah meninggal. gaji guru pada umumnya tidak sebesar eksekutif muda, tapi amalan dan pahalanya bisa berlanjut jangka lama. itu termasuk tabungan untuk akhirat, perjuangan guru tuh,,,,

    ReplyDelete