Alhamdulillah mendapat rejeki tak disangka-sangka

18 comments
Selesai menulis bagian ketiga "Menghilangkan gelisah dengan memasuki zona ikhlas" aku mikir, hiatus dulu ah... kayaknya gak ada bahan yang lebih menarik dari ini. Ntar kalo nulis curhat kebablasan lagi, hehehehe.... (beberapa postingan udah kuhapus, untungnya yang membaca hanya beberapa temen deket aja...).

Tapi hari ini aku pengen membagi kebahagiaan, saat lagi menjaga anak-anak di baby day care, dipanggil Ibuku (Ibuku pemilik sekolahan ini soalnya). Sama ibu aku dikasih bungkusan, isinya ternyata uang (lumayan, 6 digit). Ada sahabat Ibu yang mendapat banyak rejeki dan teringat sama aku. Karena beliau pemurah, mestinya tidak hanya aku yang dikasih.

Hmmm... beliau adalah salah satu panutanku, paham agama dan dermawan. Aku sudah dianggap sebagai keponakan sendiri.

Berhubung sedang berjuang untuk selalu di zona ikhlas, mikirin untuk apa nih uangnya. Prioritas awal akan kubagikan sebagian pada sahabat yang sangat membutuhkan (untuk tabungan akhirat). Apalagi Insya Allah bila aku membantu orang yang kesulitan aku akan dipermudah urusan di di dunia dan akhirat.

Terus sebagian akan aku tabung dulu untuk ibadah, belum tau. Apa untuk menyambung silaturahmi dengan anak kembar di Bogor (kalo aku ada yang nemenin), disimpan untuk kurban tahun depan (nyesel banget kemarin gak ikut kurban kambing,  duitku belum cukup, yang bermakna membunuh sifat hewani pada manusia), atau entah apalah belum tau, liat yang jalannya lancar, tapi Insya Allah untuk ibadah.

Soal nanti membantu sahabat tidak akan kutulis dan kuceritakan, biar Allah saja yang tahu. Dan aku semakin meyakini bahwa Allah memberi rejeki tak disangka-sangka pada hambaNya yang ikhlas...
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

18 comments:

  1. Alhamdulillah Ami, sangat senang sekali membacanya :D Ya, kadang rejeki itu datang tanpa kita sangka-sangka dan kita harapkan. Tentunya Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan dan itu diwujudkan dengan hal2 yg tak pernah kita fikirkan sebelumnya :)

    Semoga rejekinya membawa berkah ya Mi :)

    ReplyDelete
  2. Amin, Amin mas Darin... pengen nemuin si kembar, tapi masih ngeliat sikon nih...

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum Ami,
    berdagang di jalan Allah tidak pernah ada ruginya, akan ada banyak untuk yang berlipat-lipat 70 kali x 70 x 70 dan seterusnya. Kita tidak pernah menyadari bahwa sebagian dari untung itu sudah sering kita raup selama ini, apalagi yang namanya untuk akherat akan jauh lebih indah.

    >tentang postingan beberapa waktu yang lalu sengaja aku dikoment karena menyangkut sebuah perasaan yang mendalam. Saya setuju, tidak selamanya blog itu untuk curhat karena justru menambah banyak beban, bukankan ada tempat curhat yang indah adalah 1/3 malam?
    Semoga ami dimudahkan dalam segala urusan termasuk terhadap si Kembar

    ReplyDelete
  4. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ——
    Sudah ketinggalan apa nih hamba?
    Kok koemnnya bahasanya brat2 semua?
    ——
    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

    ReplyDelete
  5. Subhanallah, mba Ami. ENgkau mulia sekali.
    Sungguh jarang aku menemui wanita seikhlas mba...

    Hahha....
    semoga calon istriku kelak setidaknya memiliki jiwa spt mba Ami
    Sayyidina muhammad dan ALLAH pasti mencintai mba Ami.

    Semangat mba Ami!!!!!
    ——
    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

    ReplyDelete
  6. --Salam Persahabatan Common Cyber---

    Mba Ami sungguh wanita yang baik hati...
    Sang Maha Indah pasti akan selalu mlimpahkan ridho dan kasihnya untuk mba Ami.

    ^^

    ReplyDelete
  7. @ Djangan Pakis
    “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

    ReplyDelete
  8. @ Bumi Al Fattah
    Saya baru saja belajar Islam lebih mendalam. Jadi terasa sekali perbedaannya. Minta jodoh yang terbaik dari Allah saja ya. kayaknya adik ini lebih pandai dalam berdoa dibandingkan saya...

    @ Common Cyber
    salam persahabatan kembali. baik hati itu perlu dijaga, bagaimanapun juga saya juga bisa melakukan kekeliruan. Untuk itulah saya butuh dukungan orang-orang yang positif... terima kasih komennya

    ReplyDelete
  9. tp jangan dipikirkan atau ditafsirkan bhw rejeki itu hanya berupa uang
    dan hanya diberikan kpd orang2 yg ikhlas saja
    teorinya g gitu...
    atau sebaliknya, org ingin kaya lalu menyerahkan hartanya berharap tambahan balasan rejeki (uang) yg berlipat dr Allah seperti korban2 pengajian seorang ustadz yg populer dg dakwah ikhlasnya itu
    bisa berbahaya

    cukuplah bhwa, "Sesungguhnya jika suatu amal itu ikhlas tp tdk benar, ia tdk diterima. dan jika suatu amal itu benar tp tdk ikhlas, jg tak diterima. amal yg diterima adlh yg ikhlas & benar. ikhlas, yaitu karena Allah semata. n benar, yakni harus sesuai sunnah." [Al-fudhail bin iyadh]

    ReplyDelete
  10. @ ahmed kreatif, tentu saja saya setuju dengan pendapat anda. Di tulisan saya sebelum ini, "menghilangkan gelisah dengan memasuki zona ikhlas " saya menulis bahwa agar bisa masuk ke zona ikhlas adalah dengan melakukan ibadah yang wajib dan menambah yang sunnah.

    Bapak Yusuf Mansyur saya pernah mengikuti ceramahnya, dan masalah Miracle of Giving itu hanya sebagian saja. Sisanya beliau sedang menggencarkan sekolah bagi penghafal Al-Quran

    Dan contoh yang diberikan oleh Pak Yusuf Mansyur bila ingin menyelesaikan masalah keuangan bisa diawali dengan membagikan rejeki secara ikhlas ditambah ibadah dan do'a.

    Akhirnya tergantung pada orang yang menangkap pesan dari Pak Yusuf Mansyur.

    Ibarat ada orang naik haji karena memang hatinya ingin mendekatkan diri pada Allah, atau karena ingin menunjukkan ke orang-orang bahwa dia mampu berhaji. Terpesona dengan batu ka'bah, batu hajar aswad, batu bukit Shafa marwa, batu jumroh. Yang merasa nyaman karena ingin medekat dengan batu bukan karena ingin mendekatkan diri pada Allah di baitullah, sama saja menyembah berhala...

    ReplyDelete
  11. @ maksud saya Ahmedfikreatif, maaf ya salah nulis. terima kasih atas komentar anda yang kritis di postingan saya. Andai lebih banyak yang memberi masukan seperti anda, maka saya akan bisa intropeksi dan belajar lebih baik lagi. Jangan segan-segan mengomentari tulisan saya ya.

    Sekali lagi terima kasih...

    ReplyDelete
  12. wah uangnya bisa dibuat jalan2 tuh :P

    ReplyDelete
  13. wah sery banget ni...mungkin ada benarnya yang dikatakan Mas Ahmed Mba , Luruskan niat dulu...niat itu berlaku hingga tak terbatas lho...bisa saj diawal kita sudah ikhlas, tapi di suatu hari kita menceritakan hal itu dengan maksud riya' niat ikhlas bisa batal lho..
    wallahu a'lam bisshowab..

    ReplyDelete
  14. sekarang jarang aktif di twitter yah?
    atau aku saja yang ga pernah OL malem bareng #bloggermalam :P

    ReplyDelete
  15. gunakan uangnya untuk sesuatu yang berguna, misalnya sedekah untuk keluarga dan tetangga

    ReplyDelete
  16. Allaoh Maha Kaya dan tidak akan salah membagi rejeki.

    ReplyDelete
  17. Segala puji bagi Allah.
    Dia akan memberikan kebaikan bagi siapa saja yang berbuat baik.

    ReplyDelete
  18. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, kata Qur'an. Semoga tetap lancar dan mengalir terus rizkinya, Mbak. Amin...

    Salam...

    ReplyDelete