25 January 2012

Sila ketiga PERSATUAN INDONESIA

PANCASILA tentu saja semua ada maknanya. Kalo ada yang bilang, waaah, itu mengambil dari kelompok penjahat internasional misalnya, paling tidak aku tetap menghargai usaha untuk mengukuhkan negara ini menjadi NKRI.

Waktu aku masih SMA dulu suka syerem ngeliat gang-gang dari SMA yang suka berantem. Kadang gak ada masalah, cuman masalah kebencian doang. Kadang juga kasus cewek digodain, lapor ke temennya, temennya bawa teman, ngelawan cowok yang godain cewek, trus cowok itu bawa temennya juga. Halaaah, masalah kecil begitu, gak jelas banget. Cuman sekedar kayaknya seneng aja kalo berantem, masa muda yang penuh dengan gejolak emosi.

Mestinya, nih, mestinya kuliah sudah lebih dewasa, eh masih ada tawuran juga antar mahasiswa. Setelah bekerja, gayanya lain lagi, sikut-sikutan masalah proyek. Yang mewakili rakyat jelata, yang katanya dewan yang terhormat itu juga suka gontok-gontokan di gedung. Katanya mau bikin kamar mandi plus perawatan untuk dewan terhormat butuh 2M ya? #nguping dari situs sebelah.

Ada berita pertikaian antar agama di kompleks eksklusif di Bogor, eh aku juga pernah tinggal di Bogor loh, di sana aku mulai belajar tentang Islam.

Kenapa rakyat Indonesia mesti bersatu, menghargai antar agama? Saat menentang Belanda rakyat Indonesia kompakan. Sekarang, yang katanya sudah merdeka, malahan sibuk perang karena masalah emosi yang tidak terkontrol. Apa sih sulitnya saling memaafkan, bila ada perbedaan pendapat saling menghargai. Apalagi sudah tua ribut masalah cinta, kayak mantan ketua KPK sampe bunuh-bunuhan, gimana ternyata bunuh-bunuhan hanya konspirasi bisnis dan politik, dibikin kayak masalah cinta.

Mau tau menurut Islam tentang memutus silaturahmi? Orang yang memutus silaturahmi masuk neraka. Tentang memaafkan? Orang yang dimintai maaf tidak mau memaafkan termasuk golongan yang masuk neraka. Tentang kebencian? Orang yang hatinya penuh kebencian adalah manusia yang hatinya mati, Allah melihat manusia dari hati dan amal perbuatannya.

Menurut Islam tentang menyambung silaturahmi? Menyambung silaturahmi meluaskan rejeki dan mendapat rahmat dari Allah, atau bisa merasakan kasih sayang Allah. Orang yang masuk surga adalah orang yang bisa mencintai sesama, makhluk hidup dan memelihara alam.

Jadi yang suka emosi dan suka memusuhi orang lain, kecuali pada yang dilaknat Allah, sebetulnya rugi banget. Soalnya hidup ini hanya mencari bekal akhirat saja.

Semakin banyak yang bermusuhan, semakin banyak yang penuh kebencian, maka bencana alam akan semakin dahsyat. Gak heran banyak yang punya visi tahun 2012 akan kiamat, kecil atau besar. Bener tuh salah satu judul sinetron KIAMAT SUDAH DEKAT.

Berlapangdada terhadap semua perbedaan. Saling memaafkan. Saling menghargai. Jagalah persatuan Indonesia dari serangan budaya asing yang negatif. Dan juga  semoga kita diselamatkan dari teguran Allah... Aaamiiin...

Gambar dari sini

21 comments:

  1. Semoga yg namanya perbedaan tidak membuat perselisihan, malah semakin memperkaya kehidupan bangsa kita ini ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. perbedaan adalah sebuah keniscayan yang tak dapat dipungkiri,,,

      Delete
  2. seharusnya kita malu sama ideologi negara kita apa lagi dengan sila ke 3 ini,,
    rakyat kita harus selalu bersatu jangan selalu mengedepankan emosi pribadi.

    ReplyDelete
  3. rasa peduli dan saling menghormati akan menjadi kemewahan yang malah mungkin nggak dihargai lagi... ngeri banget ya

    ReplyDelete
  4. Ini termasuk PR Berantai ya tant?
    Mungkin menurutku semua sila belum ada yang terjuwud (T^T ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dunia tambah panas, konspirasi penjahat dunia semakin merajalela.

      belum tertarik ikut kontes, ntar kali kalo bisa nyambung dengan soal gambaran menjelang kiamat 2012.

      maklum banget mulai banyak yang memusuhi aku, setannya nyusup ke sekeliling kita, tapi tersinggung bila dikatain setan.

      hati yang sakit pikirnya merasa dekat dengan Tuhan, padahal kebencian, emosi mengajak orang lain ikut emosi, musuhan, sama aja menyembahnya pada Tuhan yang salah

      Delete
  5. Ya...karena sebagian rakyat Indonesia saat ini hanya menganggap Pancasila hanya sebagai jargon, kalah dengan emosi, egoisme dan gensi individu. Mulai dari tingkat pemimpin teratas hingga rakyat terbawah sama semua...

    ReplyDelete
  6. pokoke bersatu kita teguh bercerai kawin lagi ya mi...?

    ReplyDelete
  7. Tulisan yg ringkas tp penuh makna... :)

    ReplyDelete
  8. Sepertinya pernah menjadi penyebab tawuran waktu SMA dulu ya? Hihihi...

    Ada yang bilang Pancasila diintervensi Talmud. Sayangnya, penuduh itu tidak mampu menunjukkan interaksi Soekarno muda dengan zionis.

    ReplyDelete
  9. kalo ngomongin anggota dewan mending saya tutup hidung kali ya suka ga tahan sama bau bau bohongnya hehe maaf baru bsa singgah disini karena pas di buka pke hp blog ini agak sedikit merepotkan. apa ada yg berubah?

    ReplyDelete
  10. beginilah kalau dunia sudah dikuasai bangsa yahudi, Indonesia sebagai negara yang majemuk kalo saya fikir pasti jadi sasaran empuk bangsa yahudi buat dipecah belah, berbagai isu diangkat dan yg paling sensitif yang berhubungan dengan emosi rakyat Indonesia yg dikenal menggebu2...

    tapi kalau aku tawakal saja lah, semua sudah menjadi kehendak Allah SWT, prinsip saya selama raga ini masih bisa bergerak, mudah2an bisa banyak2 berbuat baik antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras dll, mengejar pahala dari kebaikan *tua bener bahasa aku* :D

    ReplyDelete
  11. gk ada untungx org yg memutuskan tali silaturahim.., selain mengakibatkan umur pendek juga rezekinya bakal kandas...

    pagi bunda.. *smile

    ReplyDelete
  12. Kalo denger masalah beginian jadi geregeten. Makanya saya jarang liat TV atau berita :)

    ReplyDelete
  13. amiiiin

    semoga bisa segera terwujud. :D

    ReplyDelete
  14. sekarang banyak tawuran yang terjadi krn alasan konyol, sampai2 bawa2 orang sekampung (kejadian yg di lampung)

    ReplyDelete
  15. secara bangsa, jika menghadapi musuh dari bangsa lain...bisa disatukan (akur), seperti kutipan kalimat "Saat menentang Belanda rakyat Indonesia kompakan. Sekarang, yang katanya sudah merdeka, malahan sibuk perang karena masalah emosi yang tidak terkontrol"....hehehe yah begitulah...kita ini ya bu, diri ini juga....perang terbesar jelas dan benar adalah melawan hawa nafsu.

    Hawa nafsu....sy sendiri sering terdorong oleh hawa nafsu hingga sempoyongan...

    ReplyDelete
  16. salam kenal mbak Ratna,,,,
    saya juga prihatin melihat sila ke3 PERSATUAN INDONESIA.
    terutama bila melihat sesama warga negara, setanah air, malah ribut di negara orang seperti di Malaysia masih banyak sahabat2 kita suka tawuran antar gank nya masing2, padahal mereka membawa nama negara yang sama, bendera yang sama, yaitu INDONESIA lalu bagai mana penilaian tuan rumah ?? mungkin mereka akan mentertawakan bangsa kita..

    ReplyDelete
  17. SILA itu kini enyah dimakan keserakahan dan keegoisan, entah siapa yang memuai serakah dan egois. apakah sang penguasa aatau justru sebaliknya...

    ReplyDelete
  18. saya juga heran sama masyarakat kita, kok gampang sekali tersulut? dan paling kesel kalo udah pertikaian antar agama. Kok ga bisa ya hidup damai dan saling berjalan dijalur masing2?? padahal di masa lalu Rasulullah sendiri sangat menghormati kaum agama lain. Demikian pula para sahabatnya saat jadi pemimpin suatu negeri. Mereka melindungi yg minoritas.

    ReplyDelete