Saturday, December 10, 2011

Sudah lama gak mimpiin blogger



Beberapa hari yang lalu aku cerita soal mimpi-mimpiku tentang blogger. Ada yang muncul dalam keadaan marah, sedih dan bingung. Tapi tulisan itu sudah tidak termuat di daftar arsip blog ini lagi. Pokoknya aku sudah berusaha menyampaikan, dan seterusnya terserah mereka. Bagaimanapun juga aku sudah menyampaikan pada mereka, dan sejujurnya aku ingiiiin banget berterima kasih pada mereka. Blog tentang renunganku di Stairway to Heaven banyak terinspirasi dari mereka-mereka ini. Memang tidak mudah melakukan, tapi aku ingin mengingatkan sekali lagi pada semuanya (termasuk diriku sendiri ) postinganku di blogku yang lain yaitu Menyambung silaturahmi (berbaikan setelah bermusuhan) dan Tidak masuk surga, orang yang tidak mau memaafkan si peminta maaf .

Alhamdulillah, sudah gak mimpi tentang blogger lagi. Mimpi yang lain yang tidak banyak bermakna. Tadi malam aku mendengar ada nada kayak film pertemuan UFO dengan manusia di filmnya Stephen Spielberg yang berjudu Close Encounter. Forget it, that’s not so important I think.

Kemarin sore aku ketemu dengan beberapa mahasiswa yang diberi tugas dosennya membuat tugas kelompok marjinal, kelompok yang tersisihkan. Katanya searching di Google terus nemu namaku. Kebetulan mereka di Jogja. Oh ya, aku hanya ingin menyampaikan, sejauh ini aku hanya sekedar pengamat dari orang punya bakat khusus yang ditayangkan tengah malam di Trans TV Sabtu malam. Kemampuanku gak seheboh mereka-mereka ini.

Masih tahap awal sih, mereka berlima pengen ngobrol lebih panjang lagi. Aku sendiri punya pendapat begini. Kayak Nabi Daud ‘alaihi sallam yang melawan raksasa Jalut, walaupun suaraku kecil melawan raksasa, dan hanya beberapa orang yang sepaham ingin meneriakkan tentang kebenaran, aku tetap menulis aspirasi tentang kebenaran. Konspirasi di negara ini yang hanya ingin memperkaya pribadi dan golongan. Atau konspirasi dunia yang ingin menguasai kekayaan alam di dunia ini. Melawan mereka bukan dengan kekerasan, perlawanan diri dengan ketegasan secara keras biar dilakukan oleh yang profesional.

Bila Allah menurunkan teguran bagi manusia, itu semua karena keserakahan manusia bersikap zalim pada sesama manusia dan merusak alam ini. Bukan karena Allah marah, justru kasih sayang Allah memberi teguran agar manusia mau memperbaiki diri, intropeksi. Dan memang manusia kadang perlu shock therapy, bila ada bencana di dunia ini, barulah manusia akan berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Akan ada masanya bila manusia sudah terlalu serakah, sibuk memperkaya diri, lupa dengan kaum miskin, teguran bencana akan semakin dahsyat. Perdamaian dunia adalah tugas pemimpin bangsa ini dan di dunia, yang sudah diteriakin berkali-kali tetep aja serakah ingin mempertahankan kekuasaan. Aku memilih meneriakkan perdamaian, walau banyak yang mencoba membungkam tulisanku dengan cara gak jelas. Termasuk mereka-mereka blogger yang muncul di mimpiku yang menunjukkan sikap antipati padaku. Manusia yang berani menyuarakan kebenaran, walaupun dijegal banyak pihak bila meninggal saat menyuarakan kebenaran dan perdamaian Insya Allah mati syahid.

Wah, pembahasan melebar kemana-mana… dari mimpi ke menjadi narasumber kaum marjinal. Pada dasarnya semoga kita bisa selalu suarakan kebenaran dan perdamaian. Hidup penuh dengan sebab akibat, kita perlu menjaga keluarga kita, membantu keluarga atau sahabat yang sedang membutuhkan, serta menyempatkan diri untuk meneriakkan kebenaran dan perdamaian. Walau tidak didengar, akan ada saatnya teguran keras dari Sang Maha Pencipta karena kesalahan manusia itu sendiri, bentuk kasih sayang Allah agar manusia intropeksi diri agar saat meninggal dengan hati yang lebih bersih. Beneran, aku beranggapan hidup itu hanya sebentaaaaar sekali, rugi kalo tidak dimanfaatkan dan disia-siakan tidak digunakan untuk mencari BEKAL AKHIRAT…

Sumber gambar dari sini

11 comments:

  1. bisa sering mimpiin blogger ya mba? saya mimpi aja jarang bangetlho saking pulesnya hehehe

    ReplyDelete
  2. @nicamperenique iya betul, tidur tanpa mimpi itu pules. tapi kalo aku mimpi biasanya ada pertanda... kalo orangnya baik sama aku malah jarang dimimpiin, ini orang yang sedang emosi jiwa sama aku, hahaha...

    ReplyDelete
  3. kalo aku?
    pernah masih dalam mimpi mbak ga?

    ReplyDelete
  4. @John Terro Dulu aku pernah uring-uringan ke kamu, nyoba SMS ke kamu tapi gak dibales. Trus kamu kehilangan Laila dulu itu. Aku sempet cerita masalah itu ke Gaphe dan Huda Tula waktu kopdaran. Perasaanku gak enak banget waktu itu John

    ReplyDelete
  5. Bila Allah menurunkan teguran bagi manusia, itu semua karena keserakahan manusia bersikap zalim pada sesama manusia dan merusak alam ini. Bukan karena Allah marah, justru kasih sayang Allah memberi teguran agar manusia mau memperbaiki diri, intropeksi. Dan memang manusia kadang perlu shock therapy, bila ada bencana di dunia ini, barulah manusia akan berlomba-lomba berbuat kebaikan.

    aku suka kata2 ini :)

    ReplyDelete
  6. karena hidup pun merupakan sebab akibat :)

    ReplyDelete
  7. Mbak .... mimpiin aku gak ..??? hehheheh.... lama nih gak kesini, kangen nih mbak...

    ReplyDelete
  8. bisa sampai terbawa ke alam mimpi gitu mbak, terkadang justru yang dalam itu bukan yang kita harapkan

    ReplyDelete
  9. Aku kalau bangun tidur sering mikir : "waktu tidur tadi aku mimpi gak ya?" hehehe
    Entah mengapa, aku selalu lupa apakah selama tidur aku mimpi atau tidak :)

    ReplyDelete
  10. justru kalo pules tidurnya durasi mimpinya panjang :)) @nicamperenique

    ReplyDelete

Saturday, December 10, 2011

Sudah lama gak mimpiin blogger



Beberapa hari yang lalu aku cerita soal mimpi-mimpiku tentang blogger. Ada yang muncul dalam keadaan marah, sedih dan bingung. Tapi tulisan itu sudah tidak termuat di daftar arsip blog ini lagi. Pokoknya aku sudah berusaha menyampaikan, dan seterusnya terserah mereka. Bagaimanapun juga aku sudah menyampaikan pada mereka, dan sejujurnya aku ingiiiin banget berterima kasih pada mereka. Blog tentang renunganku di Stairway to Heaven banyak terinspirasi dari mereka-mereka ini. Memang tidak mudah melakukan, tapi aku ingin mengingatkan sekali lagi pada semuanya (termasuk diriku sendiri ) postinganku di blogku yang lain yaitu Menyambung silaturahmi (berbaikan setelah bermusuhan) dan Tidak masuk surga, orang yang tidak mau memaafkan si peminta maaf .

Alhamdulillah, sudah gak mimpi tentang blogger lagi. Mimpi yang lain yang tidak banyak bermakna. Tadi malam aku mendengar ada nada kayak film pertemuan UFO dengan manusia di filmnya Stephen Spielberg yang berjudu Close Encounter. Forget it, that’s not so important I think.

Kemarin sore aku ketemu dengan beberapa mahasiswa yang diberi tugas dosennya membuat tugas kelompok marjinal, kelompok yang tersisihkan. Katanya searching di Google terus nemu namaku. Kebetulan mereka di Jogja. Oh ya, aku hanya ingin menyampaikan, sejauh ini aku hanya sekedar pengamat dari orang punya bakat khusus yang ditayangkan tengah malam di Trans TV Sabtu malam. Kemampuanku gak seheboh mereka-mereka ini.

Masih tahap awal sih, mereka berlima pengen ngobrol lebih panjang lagi. Aku sendiri punya pendapat begini. Kayak Nabi Daud ‘alaihi sallam yang melawan raksasa Jalut, walaupun suaraku kecil melawan raksasa, dan hanya beberapa orang yang sepaham ingin meneriakkan tentang kebenaran, aku tetap menulis aspirasi tentang kebenaran. Konspirasi di negara ini yang hanya ingin memperkaya pribadi dan golongan. Atau konspirasi dunia yang ingin menguasai kekayaan alam di dunia ini. Melawan mereka bukan dengan kekerasan, perlawanan diri dengan ketegasan secara keras biar dilakukan oleh yang profesional.

Bila Allah menurunkan teguran bagi manusia, itu semua karena keserakahan manusia bersikap zalim pada sesama manusia dan merusak alam ini. Bukan karena Allah marah, justru kasih sayang Allah memberi teguran agar manusia mau memperbaiki diri, intropeksi. Dan memang manusia kadang perlu shock therapy, bila ada bencana di dunia ini, barulah manusia akan berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Akan ada masanya bila manusia sudah terlalu serakah, sibuk memperkaya diri, lupa dengan kaum miskin, teguran bencana akan semakin dahsyat. Perdamaian dunia adalah tugas pemimpin bangsa ini dan di dunia, yang sudah diteriakin berkali-kali tetep aja serakah ingin mempertahankan kekuasaan. Aku memilih meneriakkan perdamaian, walau banyak yang mencoba membungkam tulisanku dengan cara gak jelas. Termasuk mereka-mereka blogger yang muncul di mimpiku yang menunjukkan sikap antipati padaku. Manusia yang berani menyuarakan kebenaran, walaupun dijegal banyak pihak bila meninggal saat menyuarakan kebenaran dan perdamaian Insya Allah mati syahid.

Wah, pembahasan melebar kemana-mana… dari mimpi ke menjadi narasumber kaum marjinal. Pada dasarnya semoga kita bisa selalu suarakan kebenaran dan perdamaian. Hidup penuh dengan sebab akibat, kita perlu menjaga keluarga kita, membantu keluarga atau sahabat yang sedang membutuhkan, serta menyempatkan diri untuk meneriakkan kebenaran dan perdamaian. Walau tidak didengar, akan ada saatnya teguran keras dari Sang Maha Pencipta karena kesalahan manusia itu sendiri, bentuk kasih sayang Allah agar manusia intropeksi diri agar saat meninggal dengan hati yang lebih bersih. Beneran, aku beranggapan hidup itu hanya sebentaaaaar sekali, rugi kalo tidak dimanfaatkan dan disia-siakan tidak digunakan untuk mencari BEKAL AKHIRAT…

Sumber gambar dari sini

11 comments:

nicamperenique said...

bisa sering mimpiin blogger ya mba? saya mimpi aja jarang bangetlho saking pulesnya hehehe

Ami said...

@nicamperenique iya betul, tidur tanpa mimpi itu pules. tapi kalo aku mimpi biasanya ada pertanda... kalo orangnya baik sama aku malah jarang dimimpiin, ini orang yang sedang emosi jiwa sama aku, hahaha...

John Terro said...

kalo aku?
pernah masih dalam mimpi mbak ga?

Ami said...

@John Terro Dulu aku pernah uring-uringan ke kamu, nyoba SMS ke kamu tapi gak dibales. Trus kamu kehilangan Laila dulu itu. Aku sempet cerita masalah itu ke Gaphe dan Huda Tula waktu kopdaran. Perasaanku gak enak banget waktu itu John

Ardhito Dharma said...

Bila Allah menurunkan teguran bagi manusia, itu semua karena keserakahan manusia bersikap zalim pada sesama manusia dan merusak alam ini. Bukan karena Allah marah, justru kasih sayang Allah memberi teguran agar manusia mau memperbaiki diri, intropeksi. Dan memang manusia kadang perlu shock therapy, bila ada bencana di dunia ini, barulah manusia akan berlomba-lomba berbuat kebaikan.

aku suka kata2 ini :)

Majalah Masjid Kita said...

karena hidup pun merupakan sebab akibat :)

Hariyanti Sukma said...

Mbak .... mimpiin aku gak ..??? hehheheh.... lama nih gak kesini, kangen nih mbak...

HALAMAN PUTIH said...

bisa sampai terbawa ke alam mimpi gitu mbak, terkadang justru yang dalam itu bukan yang kita harapkan

catatan kecilku said...

Aku kalau bangun tidur sering mikir : "waktu tidur tadi aku mimpi gak ya?" hehehe
Entah mengapa, aku selalu lupa apakah selama tidur aku mimpi atau tidak :)

1mmanuel'Z-Note5 said...

jangan2 aku yang dimimpiin? *geer*

Baha Andes said...

justru kalo pules tidurnya durasi mimpinya panjang :)) @nicamperenique

Post a Comment