Monday, December 19, 2011

Anak adalah aset keluarga dan bangsa


Kadang-kadang aku suka agak kesel juga kalo single parent jadi bahan ejekan. Kadang ada pantun nulis, kirain perawan gak taunya anaknya sudah 5. Atau lagu Cucakrowo, yang melempar manggis tapi dapetnya mangga itu. Whateverlah, di mata aku anak itu investasi dunia akhirat, terserah orang lain ngomong apa.

Di Islam, wanita tidak dilihat dari statusnya, apa dia single, double atau triple… apapun istilahnya deh. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi seorang wanita terhormat, seorang janda yang pandai berdagang dan berakhlak mulia. Ada seorang fans berat blog ini yang rajin menulis komentar, ngata-ngatain aku yang single parent dengan kalimat kasar, kadang kalo iseng aku tampilkan di G+. Soalnya di G+ temannya tertentu jadi kadang suka bebas curhatnya termasuk membahas beberapa keong racun yang aku temui, hahaha… Tapi lain kali berusaha gak akan sering-sering curhat lagi, mencoba nulis yang aku syukuri saja. Semoga yang baik sadar atau tidak sadar suka ngajak ribut, ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah...

Ada sobat bloggerku tanya kok anak-anakku terpisah-pisah begitu sih. Waaah, ceritanya panjang tapi aku tidak mau menuliskan kesannya jadi subyektif gitu, menyalahkan orang lain. Aku menyalahkan diriku saja semua karena kebodohanku,dulu sudah begitu banyak peluang untuk belajar Islam tapi aku baru mau belajar sekarang. Anakku ada 5, yang terakhir kembar. Paling besar laki-laki dan adik-adiknya perempuan semua. Selama beberapa tahun pikiranku pernah blank, menjalani hidup tidak jelas, sehingga mereka terpisah dariku dirawat oleh Bapaknya.

Anakku yang nomor 2 mirip sekali denganku. Sekarang dia kelas 2 SMP, waktu mau masuk SMP dia sudah ngontak aku pengen pindah ke Jogja. Tapi keputusannya masih belum bisa pindah Jogja karena Bapaknya belum mengijinkan. Sekarang dia suka bilang ke aku moga-moga nanti masuk SMA situasi mendukung untuk pindah ke Jogja. Adiknya bilang, kalo mbak Lintang pindah aku juga pindah. Ini fotonya, yang kiri waktu aku masih kecil, yang kanan anakku no 2 Lintang pake baju merah. Mirip gak?




Tahun 2008 aku belum pake kerudung, karena ini dokumentasi terakhirku berkumpul dengan anak-anakku aku juga pajang juga. Tapi kalo ada sobat blogger ketemu di jalan sama aku, sekarang Insya Allah konsisten pake kerudung. Hidup itu berproses. Mertua kakakku meninggal saat naik Haji, sehari-harinya tidak pake kerudung. Beliau adalah orang yang sangat baik, penyayang, sabar dan mudah memaafkan. Aku rasa semua orang punya kelebihan dan kekurangan, akhlak yang sangat baik bisa menutupi kekurangan beliau sehingga meninggal dengan tenang dan dimudahkan di tempat istimewa bagi umat muslim. Karena akhlakku belum sebaik beliau aku memilih untuk menggunakan kerudung agar bisa lebih bersikap sabar, dan mengingatkan aku untuk tetap menjalankan shalat 5 waktu dalam kondisi apapun.

 Aku, 5 anakku dan keluarga besar di hotel Bukit Daun Kediri, Lebaran 2008

Seharusnya doa orang tua atau siapapun pada seorang anak “semoga menjadi anak sholeh” atau “semoga menjadi anak sholehah” tidak hanya sebagai slogan, tetap konsisten didoakan dan diajarkan hingga dewasa…

21 comments:

  1. ibu ami..
    itu safira ato safitri, itu bukan yg tinggal d bogor y??
    smoga bisa cepat berkumpul kembali

    ReplyDelete
  2. .. semua akan indah pada waktunya.....

    ReplyDelete
  3. Wah iya mbak mirip banget....
    Menilai seseorang kan bukan dari kerudungnya... tapi dari hatinya...
    Aku pernah ketemu sesosok wanita.... berkerudung... namun setelah lama berkenalan aku merasa hatinya tak seindah penampilannya

    ReplyDelete
  4. tentu berat ya mbak, menjalani hidup jauh dari anak. Tapi benar apa kata orangtua, bahwa pada saatnya nanti anak akan mencari sendiri dan menghampiri dimana ibu/bapak kandungnya berada.

    ReplyDelete
  5. anak lebih dari sekedar aset Bu. Karena kita ngga tahu anak yang mana yang akan mengantarkan kita ke surga.

    Semoga Ibu Ami dapat berkumpul segera dg anak - anak, dan bisa mendidik mereka jadi anak yg shaleh shaleha

    Salam Kenal

    ReplyDelete
  6. Anaknya manis mbak jadi pengen daftar jadi calon mantu hehehe peace

    ReplyDelete
  7. Berbahagialah Mbak Ami sudah dititipi 5. Aku baru dititipi 1. Alhamdulillaah.

    ReplyDelete
  8. maaf mbak btw itu bacground foto bersepeda poto masa sekarangkah,,gak nyangka anaknya sdh gede2,,tapi kok mbaknya kliatan malah awet muda..

    ReplyDelete
  9. lintang mirip kok, ga tertarik ajak anak-anak mbak ngeblog? :D

    ReplyDelete
  10. Salam kenal mbak.....
    Rasanya sudah sering saya membaca comment mbk ami di blog para sahabat..mohonmaaf baru bisa berkunjung ke sini..

    Eh mbak itu dek lintang sama bundanya mirip banget ya hehehhe...namanya juga putrinya ya mbak....

    ReplyDelete
  11. Anak itu memang suatu berkah mbak.
    salam kenal mbak.

    ReplyDelete
  12. mirip mbak,,
    yang sabar ya mbak,mudah-mudahan allah cepat mempersatukan mbak sama anak-anak mbak
    kerudung tidak menjamin hati seseorang,meskipun berkerudung kalau dia munafik,sama aja kan mbak,,

    ReplyDelete
  13. walao single parent, tapi kalo ngurus anak profesional dan tidak jadi masalah psikologis anak, ya gak masalah lah. yang penting pintar mengurusi anak. alhamdulillah udah jilbaban, jadi lebih cantik. #cie cie

    ReplyDelete
  14. ben wae lah
    mendingan single
    daripada triple opo emple..

    ReplyDelete
  15. mirip bener.....

    semua akan indah pada waktunya mb'...

    ReplyDelete
  16. jadi ingat lagunya opie nih, im single im very happy...


    semoga konsistensi mbak Ami tidak akan tergoyahkan oleh apapun ya....

    ReplyDelete
  17. jadi ingat lagunya opie nih, im single im very happy...


    semoga konsistensi mbak Ami tidak akan tergoyahkan oleh apapun ya....

    ReplyDelete
  18. Yang ini isinya dewasa banget deh mBak,...bagus gitu loh,...nggak nyalahin sana sini tapi berusaha untuk bersyukur menerima segala keadaan...bagus deh,..ini juga masukan buatku..bravo..

    ReplyDelete

Monday, December 19, 2011

Anak adalah aset keluarga dan bangsa


Kadang-kadang aku suka agak kesel juga kalo single parent jadi bahan ejekan. Kadang ada pantun nulis, kirain perawan gak taunya anaknya sudah 5. Atau lagu Cucakrowo, yang melempar manggis tapi dapetnya mangga itu. Whateverlah, di mata aku anak itu investasi dunia akhirat, terserah orang lain ngomong apa.

Di Islam, wanita tidak dilihat dari statusnya, apa dia single, double atau triple… apapun istilahnya deh. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi seorang wanita terhormat, seorang janda yang pandai berdagang dan berakhlak mulia. Ada seorang fans berat blog ini yang rajin menulis komentar, ngata-ngatain aku yang single parent dengan kalimat kasar, kadang kalo iseng aku tampilkan di G+. Soalnya di G+ temannya tertentu jadi kadang suka bebas curhatnya termasuk membahas beberapa keong racun yang aku temui, hahaha… Tapi lain kali berusaha gak akan sering-sering curhat lagi, mencoba nulis yang aku syukuri saja. Semoga yang baik sadar atau tidak sadar suka ngajak ribut, ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah...

Ada sobat bloggerku tanya kok anak-anakku terpisah-pisah begitu sih. Waaah, ceritanya panjang tapi aku tidak mau menuliskan kesannya jadi subyektif gitu, menyalahkan orang lain. Aku menyalahkan diriku saja semua karena kebodohanku,dulu sudah begitu banyak peluang untuk belajar Islam tapi aku baru mau belajar sekarang. Anakku ada 5, yang terakhir kembar. Paling besar laki-laki dan adik-adiknya perempuan semua. Selama beberapa tahun pikiranku pernah blank, menjalani hidup tidak jelas, sehingga mereka terpisah dariku dirawat oleh Bapaknya.

Anakku yang nomor 2 mirip sekali denganku. Sekarang dia kelas 2 SMP, waktu mau masuk SMP dia sudah ngontak aku pengen pindah ke Jogja. Tapi keputusannya masih belum bisa pindah Jogja karena Bapaknya belum mengijinkan. Sekarang dia suka bilang ke aku moga-moga nanti masuk SMA situasi mendukung untuk pindah ke Jogja. Adiknya bilang, kalo mbak Lintang pindah aku juga pindah. Ini fotonya, yang kiri waktu aku masih kecil, yang kanan anakku no 2 Lintang pake baju merah. Mirip gak?




Tahun 2008 aku belum pake kerudung, karena ini dokumentasi terakhirku berkumpul dengan anak-anakku aku juga pajang juga. Tapi kalo ada sobat blogger ketemu di jalan sama aku, sekarang Insya Allah konsisten pake kerudung. Hidup itu berproses. Mertua kakakku meninggal saat naik Haji, sehari-harinya tidak pake kerudung. Beliau adalah orang yang sangat baik, penyayang, sabar dan mudah memaafkan. Aku rasa semua orang punya kelebihan dan kekurangan, akhlak yang sangat baik bisa menutupi kekurangan beliau sehingga meninggal dengan tenang dan dimudahkan di tempat istimewa bagi umat muslim. Karena akhlakku belum sebaik beliau aku memilih untuk menggunakan kerudung agar bisa lebih bersikap sabar, dan mengingatkan aku untuk tetap menjalankan shalat 5 waktu dalam kondisi apapun.

 Aku, 5 anakku dan keluarga besar di hotel Bukit Daun Kediri, Lebaran 2008

Seharusnya doa orang tua atau siapapun pada seorang anak “semoga menjadi anak sholeh” atau “semoga menjadi anak sholehah” tidak hanya sebagai slogan, tetap konsisten didoakan dan diajarkan hingga dewasa…

21 comments:

tito Heyziputra said...

ibu ami..
itu safira ato safitri, itu bukan yg tinggal d bogor y??
smoga bisa cepat berkumpul kembali

BlueLov said...

.. semua akan indah pada waktunya.....

Arif Chasan said...

keluarga yg manis... XD

Kak Rin!!! said...

Wah iya mbak mirip banget....
Menilai seseorang kan bukan dari kerudungnya... tapi dari hatinya...
Aku pernah ketemu sesosok wanita.... berkerudung... namun setelah lama berkenalan aku merasa hatinya tak seindah penampilannya

Popi said...

tentu berat ya mbak, menjalani hidup jauh dari anak. Tapi benar apa kata orangtua, bahwa pada saatnya nanti anak akan mencari sendiri dan menghampiri dimana ibu/bapak kandungnya berada.

Bang Said said...

anak lebih dari sekedar aset Bu. Karena kita ngga tahu anak yang mana yang akan mengantarkan kita ke surga.

Semoga Ibu Ami dapat berkumpul segera dg anak - anak, dan bisa mendidik mereka jadi anak yg shaleh shaleha

Salam Kenal

Aryo Seno said...

Anaknya manis mbak jadi pengen daftar jadi calon mantu hehehe peace

Iskandar Dzulkarnain said...

benar2 mirip

Kombor said...

Berbahagialah Mbak Ami sudah dititipi 5. Aku baru dititipi 1. Alhamdulillaah.

Untje van Wiebs said...

hihi iya mirip banget :D

al kahfi said...

maaf mbak btw itu bacground foto bersepeda poto masa sekarangkah,,gak nyangka anaknya sdh gede2,,tapi kok mbaknya kliatan malah awet muda..

Ario Antoko said...

lintang mirip kok, ga tertarik ajak anak-anak mbak ngeblog? :D

Nyitnyit said...

Salam kenal mbak.....
Rasanya sudah sering saya membaca comment mbk ami di blog para sahabat..mohonmaaf baru bisa berkunjung ke sini..

Eh mbak itu dek lintang sama bundanya mirip banget ya hehehhe...namanya juga putrinya ya mbak....

Outbound Malang said...

Anak itu memang suatu berkah mbak.
salam kenal mbak.

obat tradisional kanker usus said...

mirip mbak,,
yang sabar ya mbak,mudah-mudahan allah cepat mempersatukan mbak sama anak-anak mbak
kerudung tidak menjamin hati seseorang,meskipun berkerudung kalau dia munafik,sama aja kan mbak,,

rusydi hikmawan said...

walao single parent, tapi kalo ngurus anak profesional dan tidak jadi masalah psikologis anak, ya gak masalah lah. yang penting pintar mengurusi anak. alhamdulillah udah jilbaban, jadi lebih cantik. #cie cie

Rawins said...

ben wae lah
mendingan single
daripada triple opo emple..

jiah al jafara said...

mirip bener.....

semua akan indah pada waktunya mb'...

zan said...

jadi ingat lagunya opie nih, im single im very happy...


semoga konsistensi mbak Ami tidak akan tergoyahkan oleh apapun ya....

zan said...

jadi ingat lagunya opie nih, im single im very happy...


semoga konsistensi mbak Ami tidak akan tergoyahkan oleh apapun ya....

Fermy said...

Yang ini isinya dewasa banget deh mBak,...bagus gitu loh,...nggak nyalahin sana sini tapi berusaha untuk bersyukur menerima segala keadaan...bagus deh,..ini juga masukan buatku..bravo..

Post a Comment