06 December 2011

Aku ngeblog untuk belajar Islam bukan cari musuh



Kadang aku merasa lucu banget, bahwa ternyata dunia blogger itu penuh dengan emosi. Aku banyak belajar untuk tetap dingin, nyantai-nyantai saja, setelah sekian lama banyak kejadian penampakan yang muncul di kepalaku dan membuat aku kebingungan, kaget, dan eror kata salah satu temanku.

Penampakan itu bukan dalam bentuk bayangan nyata, tapi semacam informasi utuh dari penyatuan potongan puzzle. Kalo aku gak bingung, aku gak akan masuk ke grup FB tentang metafisika, grup spiritual, grup indigo, membaca forum penghujat Islam. Tadinya sih blog ini buat nulis yang mudah dicerna saja, makan enak ato jalan-jalan, kebetulan kalo lagi makan aku foto, waktu kondangan hunting makanan. Yang renungan dan sulit dicerna (kata orang-orang sih, kalo itu makananku) aku taruh di blog lain.

Vision yang aku dapatkan tentu saja sulit aku ceritakan di sini. Hanya orang tertentu yang bisa melihat penampakan dan ada arus masuknya informasi deras di kepalanya yang  bisa nerima aku di komunitasnya. Mereka ada yang sudah taraf mencapai ketenangan tinggi atau matang/bijak, ada juga masih taraf anak-anak bukan berdasar umurnya.  Mereka masih perlu diarahkan karena emosi yang kacau balau. Manusia pada umumnya juga begitu, yang dewasa adalah yang bijak, tenang, dan berwawasan luas. Orang yang sikapnya tenang dan bijak biasanya dijadikan pemimpin.

Beberapa kali mimpi bertemu blogger, setahun yang lalu saat dia menawariku pengacara, katanya teman pengacaranya banyak. Tapi ternyata di mimpi itu ada yang ngasih tau aku kalo dia sebetulnya gak punya apa-apa, janjinya hanya sebatas janji tidak ada realisasi. Aku kaget banget, lalu aku coba ngontak temanku blogger juga, aku kemudian ke Surabaya kopdar dengan beberapa teman membahas mimpiku ini, tapi aku sudah gak bilang itu mimpi lagi. Beberapa informasi dari blogger lain yang mengenalnya bilang blogger ini gak pernah ngirim giveawaynya yang dibuatnya.

Mimpi blogger selanjutnya aku mimpi ketemu blogger yang sedih banget. Dia bilang di mimpi aku bahwa antara tindakan dan hati nuraninya bertentangan. Aku lalu memperhatikan dia terus, sampai aku difitnah macam-macam katanya aku naksir dialah, aku suka sama brondonglah, gak pantas pokoknya. Akhirnya setelah proses belasan tulisan yang terinspirasi dari kegelisahan hidupnya, aku mendapatkan fakta, dan itu malah dikasih tau temanku, karena aku sudah berhenti baca blognya, bahwa blogger ini pengen gabung dengan garis keras atau ekstrimis Islam di lini depan. Dia banyak menyebut frontline di blognya. Bertentangan dengan Islam yang aku pahami, yang menjunjung perdamaian. Bila ingin ikut misi Palestina katakanlah, ikutlah misi perdamaian bukan misi perang apalagi untuk bom bunuh diri. Di blognya ada kalimat "serangan WTC yang penuh keberkahan". Padahal di blogku aku nulis Al Qaeda itu fiktif, serangan WTC ilusi akal-akalan saja, tidak ada pesawat menabrakkan diri. Media massa tertentu telah diarahkan seakan-akan itu penerbangan bom bunuh diri oleh teroris Islam. Dan gak jelas apa benar sekelompok pejuang Islam ekstrimis benar-benar merilis berita mereka yang bertanggung jawab atas semuanya.

Mimpi yang terakhir ini fresh banget. Aku mimpi blogger ini bilang padaku kalo dia bingung, soalnya kalo lagi emosi nalarnya jadi gak jalan. Dia tersinggung dengan tulisanku, menyatakan dia diserang oleh blogku. Aku lagi-lagi malah dikasih tau temen blogger, katanya kok bahas aku. Blogger perempuan yang bahas Islam tapi suka ngrasani. Sebetulnya kan setan ada di sekitar kita nih, kalo kita marah, maka saat emosi nalar kita gak jalan, setanlah yang membisiki kita. Blogger ini pernah marah-marah memberondong dengan kalimat-kalimat penuh emosi. Yang ngatain aku sudah tua, gak pantes blogku dikomentari laki-laki muda, mending aku bergaul dengan ibu-ibu saja. Kan niche blogku ini bukan urusan dapur, jadinya masuk blog yang membahas gorengan, kue, atau apapun gak nyambung. Lagian aku sudah meninggalkan gorengan, kue yang manis, lebih sering makan sayur dan buah. Apa blogger ini gak sadar bahwa setiap manusia berpotensi dibisiki setan bahkan skala ustad atau kyai sekalipun, apalagi kalo cuman aku.

Aku disindir pembahasanku terlalu berat, gak pantes bergabung dengan teman-temannya di suatu komunitas grup FB yang dia jadi adminnya. Grup yang katanya hanya untuk yang suka bercanda, bahas yang ringan sambil ngemil dan ngopi ya sudahlah aku terima sajalah. Blogwalking lebih efektif, dan pencarian search di Google dari tulisan yang keywordnya nyambung dengan tulisanku lebih banyak daripada bergabung di komunitas blogger.

Aku punya kehidupan nyata, dan dunia ngeblog hanya sebatas menuangkan uneg-uneg. Kadang muncul ke mimpi dan membuatku kaget dan aku ingin mengingatkan sebatas itu saja. Hanya saja orang suka salah terima dengan yang aku tulis.

Aku minta maaf kalo tulisanku membuat kesalahan persepsi. Aku berharap kebaikan bagi semuanya. Sudahlah, junjung perdamaian, tidak usah emosi. Blogku bukan senjata, aku tidak ingin menyerang siapapun, hanya ingin menulis, mengingatkan apa yang telah muncul di mimpiku. Hanya sekedar uneg-uneg. Dan kehidupanku aslinya ada di dunia nyata kok. Di blog gak gitu kupikirin. Kasian kan, blogger yang emosi sama aku jadi galau, merasa diserang sama aku, padahal aku gak niat menyerang.

Buat semua pembaca, baik yang pro dan kontra, semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang banyak kepada kalian. Jazakumullah khairan katsira...

Sumber gambar dari sini

23 comments:

  1. sebenarnya kalimat kita yang dianggap menyerang orang, pastikan saja tujuannya menyerang. hidup ini perang kok, asal niatnya baik pasti hasilnya baik.

    ReplyDelete
  2. jaman dulu justru perangnya pakai pena lho mba sama senjata juga sih hehehe

    sebetulnya sih klo saya bilang apapun yang kita tulis, tinggal bagaimana kita menempatkannya saja. klo ga salah dulu waktu sekolah inget ada pepatah tentang ini, duh ndadak amnesia saya :D tapi intinya kita harus bisa menyesuaikan diri dimanapun kita berada. bukan munafik lho, beda! tapi lebih tepatnya ketika kita menjadi tamu, maka bersikaplah kita sebagai tamu yang beretika, seperti halnya saya datang bertamu ke rumah mba Ami ini, saya yang menyesuaikan diri, apapun yang dihidangkan, semampunya saya cerna, kalau pun tidak ya saya cicipi sedikit saja, dan kalau mba tanya, kok ga dihabiskan kopinya? baru saya jawab, sebenarnya saya tidak minum kopi, hanya saja karena disuguhi, saya mencoba menghargai yang membuat kopi ini... yah semacam itulah :)

    saya salut dengan semangat mba Ami, tulisan2nya pun bernas, hanya saja, orang seperti saya, ilmunya belum sampai ke situ, makanya bolak balik ke sini, belajarnya pelan2 :) bukankah kemampuan belajar setiap orang pasti berbeda? lagipula, kalau sudah merasa diri lebih berilmu, sepantasnya lebih sabar toh? *ngerayu biar mba ami ga misuh2 sama ketidakmengertian saya hehehe*

    ReplyDelete
  3. Hehehe kalo saya sih ngeblog sekalian belajar menulis saja~ :D

    ReplyDelete
  4. ya ampiuuun napa itu komen saya bisa jadi postingan sendiri hahahaha jangan kapok saya datangi ya mba hihihi *mlipir pulangnya malu sih*

    ReplyDelete
  5. Aku ngeblog buat narsis.. hahaha

    ReplyDelete
  6. saya nge'blog untuk nulis...bahkan otak-atik template saja masih binun..

    ReplyDelete
  7. aku ngeblog untuk mencurahkan isi hati :)dan kejadian yg real di dunia nyata

    ReplyDelete
  8. Saya sebagai salah satu admin salah satu komunitas blogger di FB, akan dengan senang hati mempersilahkan anggota yang sudah merasa tidak butuh dengan komunitas kami untuk mengambil keputusan bagi dirinya sendiri, mana yang lebih nyaman untuknya.

    Sama dengan mbak Ami, bila merasa sudah tidak butuh sama komunitas yang mbak ami ikuti, untuk apa Anda bertahan di sana? lebih baik mencari kenyamanan bukan?

    ReplyDelete
  9. kalo aku ngeblog mah buat seeng-seneng aja. Secara aku bukan orang yang bisa dgn mudah bergaul, jadinya bergaulnya degn di dunia maya aja. Sekalian belajar nulis apa yang tak bisa diungkapkan lisan. :)

    ReplyDelete
  10. @Rawins Aku juga, mencoba mencerna situs-situs yang berat... pengen tau aja

    ReplyDelete
  11. @Muhammad A Vip soal perang, ada unsur pribadi nih kayaknya, sensi banget

    ReplyDelete
  12. @nicamperenique ya, untuntu belajar butuh proses dari paham menjadi tidak paham

    ReplyDelete
  13. @Una van Wiebs menulis itu memang melegakan sekali, belajar untuk lebih terkontrol isinya bermanfaat bagi yang lain

    ReplyDelete
  14. @Ririe Khayan Soal template, waaah... memang gak mudah

    ReplyDelete
  15. @bluelov hmmm, mencurahkan isi hati kejadian sehari-hari ya

    ReplyDelete
  16. @advertiyha sebetulnya aku tau dikit-dikit masalahnya apa yang melanda, cuman aku gak mau bahas di sini. ada masalah personal, soalnya dulu aku pernah chat dengan yang kutulis orangnya di sini. dia gak suka dengan pembahasanku, dan sarankan aku gaul dengan ibu-ibu. gara-gara masalah pribadi, dia bilang aku nyerang dia. sebetulnya ini gak fair, pembunuhan karakter. oke mbak, kita belajar hidup lebih bijaksana, mengeluarkan orang dari komunitas karena masalah pribadi. saya sarankan mbak ingatkan dia supaya lebih kontrol emosi saja, karena itu pesan yang saya tangkap waktu ketemu di mimpi saya. soal nyaman, saya gak ada masalah dengan lainnya, ya ini saya berhadapan dengan orang yang suka memberondong kalo chat nyuruh-nyuruh saya ngerubah gaya saya ngeblog. maunya apa coba

    silakan mengelola komunitasnya dengan baik, dan ingatkan admin yang lain supaya lebih kontrol emosi, terima kasih

    ReplyDelete
  17. owalah mimpi lagi, moga aja ga mimpi buruk ketemu aku ya mba.... :))

    ReplyDelete
  18. media dapat membentuk suatu opini, makanya AS dan Israel menguasai media

    ReplyDelete
  19. asswrwb..., lama ga dolan kesini^_^

    ReplyDelete
  20. blog memang untuk menuang uneg2 kan...
    jangan terlalu banyak berinteraksi dengan orang yang tidak terlalu dikenal mbak ami
    apalagi curhat juga
    lebih baik cari orang yang 'aman' dan sudah dikenal baik
    itu lebih baik bagi semuanya

    ReplyDelete
  21. Tetep, saya penasaran siapa sih blogger2 itu. :(

    ReplyDelete
  22. Blogger yang baik selalu meninggalkan manfaat dari tulisan atau komentarnya. Saya enggak tahu ada konflik seperti apa pada mulanya, tapi saya percaya mbak ini menulis tidak untuk menusuk siapapun. Kalau memang ada orang yang kurang berkenan, seburuk apapun perkataannya, seyogyanya kita ucapkan terima kasih karena itulah sumber masukan yang kita terima untuk mengevaluasi diri. Dan ujung2nya apa?? Kita semakin bijak, dewasa, dan tentu semakin mengenal-Nya. Bukan begitu?? Salam ya, sesama blogger saling membantu :-)

    ReplyDelete