26 November 2011

Mengenang almarhumah ibu mertua kakakku yang meninggal di Mekah

Ada berita mengejutkan dari kakakku, yang mengabarkan ibu mertuanya meninggal dunia saat di Mekah, menunaikan ibadah haji. Usianya sudah di atas kepala 7 dan saat itu didampingi oleh salah satu putrinya.

Beliau yang aku kenal adalah orang yang sangat sabar. Hingga usia melewati kepala 7 masih bekerja membuat puding dan snack untuk katering-katering, tidak mau merepotkan anak-anaknya. Meskipun selama hidupnya beliau jarang memakai kerudung, tapi akhlak beliau sangat baik, selalu bicara lemah lembut dan senang menolong orang lain.

Setelah pindah di Jakarta, di rumah kakakku, dari cerita mbak yang bekerja di sana, menjelang akhir hidupnya beliau sangat disiplin beribadah. Tengah malam menyempatkan untuk shalat tahajud, dan setelah shalat shubuh rajin berjalan-jalan pagi.

Beliau selama ini hidup dalam kehidupan yang sederhana, ibuku sempat mencoba mengingatkan, kalau fisik sudah menurun tidak usah ngoyo, apalagi snack dan puding dijual dengan harga yang keuntungannya tidak banyak. Padahal beliau juga sesekali mensuplai snack untuk kanjeng ratu Hemas. Tapi beliau hanya tersenyum, karena kepuasan beliau adalah apabila orang lain senang dan puas dengan semua usaha beliau.

Aku jadi ingat salah satu tulisanku tentang akhlak yang mulia, bahwa orang yang mempunyai akhlak mulia dicintai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang bicara lemah lembut, sabar, seumur hidupnya setelah meninggal akan berada di sisi Allah SWT. Sedangkan yang sering marah-marah, menyalahkan orang lain akan berada jauh dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Aku berpikir, kadang aku sibuk memikirkan diriku sendiri. Tapi aku juga akan selalu mencoba menyempatkan memikirkan kebutuhan orang lain, terutama sahabat-sahabatku. Pahala sedekah pada orang terdekat kita akan berlipat, pahala sedekah dan pahala silaturahmi. Jadi utamakan kesejahteraan orang terdekat baru memikirkan orang lain.

Walau beliau ini baru saja menggunakan kerudung di masa tua, bukan berarti terus aku memilih tidak menggunakan kerudung di umurku sekarang, siapa tau aku meninggal besok. Bagi orang yang telah memahami ajaran Islam, seharusnya menerapkan apa yang dipelajarinya, dan berkaca pada orang yang ilmunya lebih tinggi.

Belajar dari almarhumah, aku berharap bisa memperbaiki akhlakku juga. Marah-marah memang kadang membuat kita puas, tapi sama sekali tidak ada gunanya. Kalo aku melihat ada pengusiran setan di tivi dengan kalimat keras, itu bukan marah-marah tapi suatu ketegasan tanpa rasa takut. Karena manusia beriman hanya takut pada Allah, tidak takut pada setan.

Selamat jalan, ibu hajjah Aditomo...




Nabi saw juga menjelaskan bahwasanya orang mukmin yang imannya paling sempurna adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Dan dengan kemuliaan akhlak seorang mukmin dapat mencapai derajat orang-orang yang berpuasa dan menunaikan zakat.

Orang-orang yang berakhlak luhur, berwatak mulia dan berperilaku bersih adalah manusia yang paling dicintai oleh Baginda Nabi dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau kelak pada Hari Kiamat. Dalam sebuah hadits, beliau menyatakan bahwasanya orang yang paling beliau cintai dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau pada Hari Kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya. Sedangkan orang yang paliang beliau benci dan yang paling jauh tempatnya dengan beliau pada Hari Kiamat kelak adalah orang yang buruk akhlaknya, yaitu Ats-Tsartsarun (orang-orang yang banyak bicara), Al-Mutasyadidiqun (orang-orang-orang yang suka memanjangkan pembicaraan) dan Al-Mutafayhiqun (orang-orang yang congkak).

Akhlak yang mulia juga akan menjadikan timbangan kebaikan seseorang bertambah berat pada Hari Kiamat kelak. Hitungan amal baiknya akan meningkat sedangkan timbangan amal buruknya akan berkurang. Rasulullah saw bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih bisa memberatkan timbangan (kebaikan) orang mukmin pada hari kiamat, daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan hina.(HR At-Tirmidzi)

9 comments:

  1. Selamat jalan Bunda.
    Semoga amal ibadahnya bisa diterima di sisi Allah.

    Ahlak... moga aja aku termasuk orang yg berakhlak baik.

    ReplyDelete
  2. Nice share mi... saya terharu setiap kali mendengar kabar org yg meninggal saat berhaji. semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya.

    well, kalau kita muslimah sebaiknya memang menggunakan kerudung. terlepas akhlak kita sudah baik atau belum. karena masalah aurat dan perilaku itu adalah hal berbeda tidak saling menutupi satu sama lain.

    ReplyDelete
  3. Innalillahi wa innailahi rojiun..
    Semoga amal ibadahnya diterima (T^T oleh Allah...

    ReplyDelete
  4. paling suka dengan quotes ini : karena kepuasan beliau adalah apabila orang lain senang dan puas dengan semua usaha beliau.

    yah, terkadang itulah yang menjadi landasan keikhlasan.

    turut berduka cita, semoga arwah dan amal ibadahnya diterima Alloh SWT

    ReplyDelete
  5. turut berdoa saja buat beliau mi..

    ReplyDelete
  6. untuk mengingat mati aku coba untuk melihat kematian orang-orang, bagaimana hidup mereka dulu

    dan itu menjadi pelajaran berharga untukku, kalau mau masuk surga maka harus mencontoh hidup orang-orang yg khusnul khotimah

    ReplyDelete
  7. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, semoga amalnya diterima di sisi Tuhan.

    ReplyDelete
  8. Rat, tulisan yg menarik dan membawa kita utk kebaikan ...
    memang di Masjidil Haram setiap usai 'sholat fardhu selalu diumumkan nama2 kaum Muslimin/ah yg telah wafat... Innalillahi ... ikut berduka cita.

    ReplyDelete