17 November 2010

Inspirasi menulis itu banyak, ngaturnya yang susah

Belum lama ini aku jadi blogger. Tepatnya saat menjelang gunung Merapi meletus (sampe ge-er, kemunculanku di dunia per blogger an di respon sama gunung Merapi).

Awalnya hanya mau bikin dokumentasi aja, tentang kata yang sering kita ucapkan tapi penjelasannya menurut Al-Qur'an dan hadits (di blog Mengharap ridho Allah semata).



Inspirasi menulis banyak banget, karena saat pindah ke Jogja dari Bogor (sejak Juni 2009) aku mendadak melakukan hal berbeda. Banyak reuni, kembali melakukan hal-hal yang dulu aku sukai saat sekolah dan kuliah. Dan pengalaman pahit saat belajar agama Islam, mencoba bicara kebenaran malah dijauhi teman. Mereka yang tersinggung dengan ucapanku yang apa adanya memilih menghindar, tidak mau memaafkan saat dikontak, dan yang benar-benar sempet bikin sedih aku bahkan sempet difitnah. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai bisa memaafkan dan memahami mereka.

Tapi dengan menulis sedikit tentang pengertian ridho (ada di blog Mengharap ridho Allah semata) menurut ajaran Islam, wajar kalo orang yang sedang berusaha hidup lurus di jalan Allah akan dijauhi orang yang "tersesat" pada awalnya. Akhirnya akan tergantikan dengan bertemu dengan orang-orang yang lebih baik dengan pemikiran yang sepaham. 

Bagaimana agar bisa menulis tanpa menyebut nama mereka, tanpa membuka aib dan mengambil hikmah. Itulah yang menurutku sulit. The show must go on, hidup mesti dijalani. Apa blog ini dibaca banyak orang atau tidak sebetulnya itu bukan prioritasku. Kadang merasa takut terikat dengan blog, atau seseorang. Saat sudah begitu terikat, menghilang, rasanya nelongso kayak ada sesuatu yang hilang. Jadi biarkan saja, menulis yang terbaik, jadinya nanti jadi apa biar jadi kejutan (siapa tau sih, tapi gak ngarep banyak-banyak kok)...

Buatku untuk menghilangkan nelongso itu, adalah meresapi dan menyanyikan lagunya D'Masiv
syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik...


6 comments:

  1. hahah ... Merapi menyambut blog mbak? yakin?
    keren beud nih kalo bikin alasan ...
    tapi ngeblog itu asyik dan bisa melupakan segalanya :)

    ReplyDelete
  2. anu John Terro, soalnya tanggal 5 November debunya sampe kota Bogor loh...

    ReplyDelete
  3. um ... begitu yah
    tapi aku di Surabaya juga merasakan hawa yang ga begitu enak abis Merapi meletus ... bawaannya kalo siang panas dan kalo malem hujan ... ga seperti biasanya pokoknya :)

    ReplyDelete
  4. Ini baru meletus, nanti pas kiamat gunung2 beterbangan... masih lama ya, tapi mempercayai hari akhir itu datang akan meningkatkan keimanan kita...

    ReplyDelete
  5. inspirasinya suka bertebaran kayak abu merapi yah Mbak. biarpun terbang entah kemana yang penting jatuhnya ke bawah. begitupun dengan inspirasi yang berusaha di tangkap.

    ReplyDelete
  6. iya om rame... semua yang kita lihat, dari debu, kerikil, sampe batu gedhe dari merapi bisa dijadiin inspirasi

    ReplyDelete